Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Teologi

Pengertian Teologi

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:
Published by Dedi Mukhlas

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Dec 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2013

pdf

text

original

 
 
PENGERTIAN TEOLOGI
 Menurut William L. Resse, Teologi berasal dari bahasa Inggris yaitu theology adalah Pemikirantentang ketuhananMenurut William Ockham, Teologi adalah Disiplin ilmu yang membicarakan kebenaran wahyuserta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan.Menurut Ibnu Kaldun, Teologi adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasitentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional
Tujuan
1. Mengatahui siapa saja tokoh-tokoh pencipta dan penyetus pemikiran teologi Islam yangkontemporer.2. Mengetahui pemikiran-pemikiran yang di ciptakan oleh tokoh-tokoh tersebut.3. Mengetahui perbandingan anatara pemikiran-pemikiran masing-masing tokoh.
Hubungan Ilmu Teologi, Filsafat Islam dan Tasawuf 
 Teologi Islam sebagai sebuah disiplin ilmu yang subjek matternya adalah ketuhanan, berada saturumpun dengan disiplin ilmu pemikiran dalam islam (Teologi Islam, Filsafat dan Tasawuf),memiliki hubungan yang dapat di klasifikasikan dalam:1.
 
Dalam argumentasinya filasafat dibangun di atas dasar logika, sehingga hasil kajianyaspekulatif. Sedangkan ilmu Teologi sebagai ilmu yang menggunakan logika di sampingargumentasi
naqliyah
berfungsi untuk mempertahankan keyakinan-keyakinan agamayang sangat tampak nilai apologinya. Teologi berisi keyakinan kebenaran agama yang di pertahankan melalui argumen-argumen rasional. Ilmu Tasawuf adalahh ilmu yang lebihmenekankan rasa, intuisi, atau ilham dan inspirasi yang datang dari tuhan pada rasiosehingga bersifat subyektif.2.
 
Di pandang dari obyek kajianya ilmu teologi adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan denganya. Filsafat mengkaji masalah ketuhanan di samping masalh alam,manusia, dan segala sesuatu yang ada. Sementara kajian tasawuf adalah tuhan, yakniupaya-upaya pendekatan pada-Nya. Di pandang dari hal ini ketiga di siplin ilmu inimembahas maslah tentang ketuhanan.3.
 
Dalam masalah kebenaran, ilmu teologi dengan metodenya sendiri berusaha mencarikebenaran tentang tuhan dan yang berkaitan denganya. Filsafat dengan wataknyasendiri,berusaha menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia atautentang tuhan. Tasawuf dengan metodenya juga berusaha menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spritual.
 
 
4.
 
Di lihat dari aspek aksiologi, teologi berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru untuk mengenal rasio sebagai upaya mengenal tuhan secara rasional. Adapunfilsafat, lebih berperan sebagai ilmu yang mengajak kepada orang yang mempuyai rasiosecara prima untuk mengenal tuhan secara lebih bebas melalui pengamatan dan kajianalam dan ekosistemnya langsung. Sedangkan tasawuf lebih berperan sebagai ilmu yangmemberi kepuasan kepada oarnga telah melepaskan rasionya secara bebas karena tidak memperoleh apa yang di carinya, selain itu tasawuf berfungsi muatan rohaniah terhadapteologi dan filsafat.tapi, sebagian orang memandang ketiganya memiliki jenjang tertentu. Pertam ilmu teologi islam,kemudian filsafat dan tasawuf. Jadi merupaka kekeliruan jika dialektika kefilsatan atau tasawuf teoretis diperkenalkan kepada masyarakat awam karena akan berdampak pada terjadinya
rational  jaumping.
Manfaat Studi Teologi Islam
Teologi Islam merupakan salah satu dari tiga pondasi Islam dan pemahamanya harus adadalam diri seseorang manusia yang beriman. Sedangkan iman itu di nyatakan pertama
nutqunbil lisan
(menyatakan keislam secaralisan) harus berlandaskan ilmu yang kuat yang di antaranyaadalah ilmu kalam ini. Kedua,
a’malu bil arkan( 
melaksanakan keislaman secara fisik 
 )
dengan berlandaskan ilmu yang hak di antaranya ilmu fiqh. Ketiga
tashdiqu bil qolbi
(membenarkanislam dengan hatinya). Harus berpangkkal dengan ilmu batin yang benar dan yang membenarkanadalah iomu tasawuf. Dari itu, mempelajari ilmu teologi sangat urgen karena dapat memberikanlandasan kuat bagi kebenaran kayakinan keberislaman atau keberagamaan seseorang. Dalam halini menjadi kekuatan keimanan seseorang muslim.Aspek lain, ketuhanan merambah dan mengisi pada berbagai organisasi tertentu sehinggamenyebabkan timbulnya konflik, dengan ilmu teologi ini mengkaji tentang kebenaran tentangketuhanan sehingga konflik tersebut dapat di atasi, dan tidak mendiskriminasikan antara satualiran dengan aliran yang lain.Akhir-akhir ini, teologi islam sebagai sebuah aksiologi, telah banyak di tulis. Tulisan itudi maksudkan mengadvokasi berbagai ketimpangan sosial baik aspek sosial keperempuan,seperti teologi gender dll. Dengan teologi ini di harapkan ketimpangan sosial yang terjadi dapattereleminasi atau kalo mungkin teratasi secara baik dan benar.
 
 
Metode Pembahasan Studi Teologi islam
 Ada dua metode atau cara pembahasan Ilmu Tauhid, yakni:1.
 
Menggunakan dalil naqliPada dasarnya inti pokok ajara Al-Quran adalah tauhid, nabi Muhammad saw diutusAllah kepada umat manusia adalah juga untuk mendengarkan ketauhidan tersebut, karena ituilmu tauhid yang terdapat didalam Al-Quran dipertegas dan diperjelas oleh Rosulullah sawdalam haditsnya. Penegasan Allah dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Allah itu Maha Esaantara lain:
 Katakanlah “Dia-lah Allah, yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan diperanakkan. Dan tidak ada serangpun yang setaradengan Dia”.
(QS. Al-Ikhlas : 1-4)Keesaan Allah SWT tidak hanya pada zat-nyatapi juga esa pada sifat dan
af’al 
(perbuatan)-Nya.Yang dimaksud Esa pada zat adalah Zat Allah itu tidak tersusun dari beberapa bagian. Esa padasifat berarti sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat yang lain dan tak seorangpun mempunyaisifat sebagaimana sifat Allah SWT.2.
 
Menggunakan Dalil AqliPenggunaan metode rasional adalah salah satu usaha untuk menghindari keyakinan yangdidasarkan atas taklid saja. Seperti telah disebutkan dalam pembahasan terdahulu bahwa imanyang diperoleh secara taklid mudah terkena sikap ragu-ragu dan mudah goyah apabila berhadapan dengan hujjah yang lebih kuat dan lebih mapan. Karena itu ulama sepakat melarangsikap taklid didalam beriman. Orang harus melakukan nalar dan penalaran baik dengan memakaidalil aqli maupun dalil naqli. Didalam Al-Quran banyak ditemukan ayat yang mengkritik sikaptaklid ini, antara lain:
“apabila dikatakan kepada mereka, marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rosul-Nya. Mereka menjawab, cukuplah bagi kami apa yang kita dapatkan dari bapak-bapak kami, meskipun bapak-bapak mereka tidakmengetahui apa-apa (tidak punya hujjah yang kuat)dan tidak mendapat petunjuk”.
(QS Al- Maidah : 104)Ayat ini mengandung kritikan terhadap sikap yang hanya ikut-ikutan sedangkan nenek moyangyang diikutinya tidak memiliki hujjah yang kuat bagi keyakinannya. Dalam hukum akaldijelaskan, apabila kita menerima suatu keterangan, maka akal kita tentu akan menerima dengansalah suatu pendapat atau keputusan hukum, seperti:1.
 
Membenarkan dan mempercayainya (wajib aqli)2.
 
Mengingkari dan tidak mempercayainya (muhal atau mustahil)3.
 
Memungkinkan (jaiz)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->