Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturanbupatibekasino16tahun2010tentangpedomanpembentukan RT RW

Peraturanbupatibekasino16tahun2010tentangpedomanpembentukan RT RW

Ratings: (0)|Views: 812|Likes:
Published by leoputragantar

More info:

Published by: leoputragantar on Dec 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
PERATURAN BUPATI BEKASINOMOR 16 TAHUN 2010
TENTANG
PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUN TETANGGA (RT) DANRUKUN WARGA (RW) DI KABUPATEN BEKASI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 
BUPATI BEKASI,
Menimbang : a. bahwa di desa dan kelurahan dapat dibentuk Lembaga Kemasyarakatansebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan;b. bahwa Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Kabupaten Bekasi telah tumbuhdan berkembang atas prakarsa dan inisiatif masyarakat dan telah berperandalam upaya mewujudkan kerukunan tetangga dan warga masyarakat makadalam rangka penyelenggaraannya di pandang perlu dibuatkan PedomanPembentukan Rukun Tetangga dan Rukun Warga ;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana di maksud pada huruf a danhuruf b di atas perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang PedomanPembentukan Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Kabupaten Bekasi.Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerahKabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat (Berita Negara Tahun 1950);2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan PeraturanPerundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, TambahanLembaran Negara Nomor 4389);3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubahbeberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentangPerubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674).5. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran NegaraTahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587) ;6. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 159, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4588);7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Nomor 2005 tentang Pedoman Pembinaan danPengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4593);8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan PemerintahKabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
 
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi PerangkatDaerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 Tentang PedomanPenataan Lembaga Kemasyarakatan;11. Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2008 tentangPemerintahan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2008 Nomor2);12. Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 Tahun 2008 tentang PerubahanStatus Desa Menjadi Kelurahan (Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun2008 Nomor 3);13. Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 6 Tahun 2008 tentangPembentukan Urusan Pemerintahan Kabupaten Bekasi (Lembaran DaerahKabupaten Bekasi Tahun 2008 Nomor 6);14. Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 7 Tahun 2008 tentangPembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi(Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2008 Nomor 7);MEMUTUSKANMenetapkan :
PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN RUKUNTETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI KABUPATEN BEKASIBAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :1. Pemerintah Daerah adalah Pemerintahan Kabupaten Bekasi.2. Daerah adalah Kabupaten Bekasi3. Bupati adalah Bupati Bekasi.4. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi5. Camat adalah Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi yang memimpin Kecamatan6. Lurah adalah kepala kelurahan sebagai perangkat daerah Kabupaten Bekasi dalam wilayahkerja kecamatan7. Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah Kabupaten Bekasi dalamwilayah kerja kecamatan.8. Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuanmasyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur danmengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadatsetempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.9. Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah Kepala Desa dan Perangkat Desasebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.10. Peraturan Lurah adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Lurah.11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BadanPermusyawaratan Desa bersama Kepala Desa.12. Lembaga Kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah Desa dan Lurahdalam memberdayakan masyarakat
 
13. Rukun Warga, untuk selanjutnya disingkat RW atau sebutan lainnya adalah bagian dari kerjalurah dan desa dan merupakan lembaga yang dibentuk melalui musyawarah pengurus RT diwilayah kerjanya yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Lurah.14. Rukun Tetangga, untuk selanjutnya disingkat RT atau sebutan lainnya adalah lembaga yangdibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahandan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa atau Lurah.15. Pembentukan RT/RW adalah penggabungan beberapa RT/RW, atau bagian RT/RW yangbersandingan, atau pemekaran dari satu RT/RW menjadi dua RT/RW atau lebih, ataupembentukan RT/RW di luar RT/RW yang telah ada.16. Penduduk setempat adalah setiap orang, baik warga negara Republik Indonesia maupun orangasing yang secara de facto dan de jure bertempat tinggal di dalam wilayah RT dan RW yangbersangkutan.17. Kepala Keluarga adalah penanggungjawab anggota keluarga yang terdaftar dalam kartukeluarga.18. Penduduk dewasa adalah penduduk yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau yangtelah atau pernah kawin.19. Swadaya masyarakat adalah kemampuan dari suatu kelompok masyarakat dengan kesadarandan inisiatif sendiri mengadakan ikhtiar ke arah pemenuhan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang yang dirasakan dalam kelompok masyarakat itu.20. Partisipasi adalah keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam prosesperencanaan pembangunan.21. Pembangunan adalah upaya untuk melakukan proses perubahan sosial ke arah yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat di segala bidang baik di desa maupun kelurahan.22. Pemberdayaan masyarakat adalah pengikutsertaan dalam perencanaan, pelaksanaan danpemilikan.23. Kartu Keluarga adalah kartu yang berisi data identitas kepala keluarga dan anggotanya yangtelah dicatat oleh SKPD yang berwenang.24. Kartu Tanda Penduduk, selanjutnya disingkat KTP, adalah identitas resmi Penduduk sebagaibukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah NegaraKesatuan Republik Indonesia.25. Pembinaan adalah pemberian pedoman, standar pelaksanaan, perencanaan, penelitian,pengembangan, bimbingan, pendidikan dan pelatihan, konsultasi, supervisi, monitoring,pengawasan umum, dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaran pemerintahan desa danKelurahan.
BAB IIPEMBENTUKAN
Pasal 2Dalam rangka membantu kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan desa/kelurahan, dapatdibentuk Lembaga Kemasyarakatan atas prakarsa masyarakat dan/atau atas usulan masyarakatyang difasilitasi pemerintah desa/kelurahan melalui musyawarah mufakat.
BAB IIIMAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 3(1) Lembaga Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 adalah Rukun Tetangga (RT)dan Rukun Warga (RW).(2) Pembentukan Lembaga kemasyarakatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ditetapkandalam Peraturan Desa dan Keputusan Lurah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->