Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi, Epidemiologi, Management, Komplikasi, Prognosis Luka Bakar

Definisi, Epidemiologi, Management, Komplikasi, Prognosis Luka Bakar

Ratings: (0)|Views: 1,051 |Likes:
Published by Nita Andriyani
BURN INJURY DEFINISI Burn adalah cedera terhadap jaringan yang disebabkan oleh kontak dengalkkll n panass kering (api), panas lembab (uap/cairan panas), kimiawi (bahan-bahan korosif), barang-barang electric (aliran listrik), friksi, atau energy electromagnetic dan radiasi. EPIDEMIOLOGI Menurut the National Institutes of General Medical Sciences, sekitar 1,1 juta luka-luka bakar yang membutuhkan perawatan medis setiap tahun di Amerika Serikat. Di antara mereka terluka, sekitar 45.000 memerlukan r
BURN INJURY DEFINISI Burn adalah cedera terhadap jaringan yang disebabkan oleh kontak dengalkkll n panass kering (api), panas lembab (uap/cairan panas), kimiawi (bahan-bahan korosif), barang-barang electric (aliran listrik), friksi, atau energy electromagnetic dan radiasi. EPIDEMIOLOGI Menurut the National Institutes of General Medical Sciences, sekitar 1,1 juta luka-luka bakar yang membutuhkan perawatan medis setiap tahun di Amerika Serikat. Di antara mereka terluka, sekitar 45.000 memerlukan r

More info:

Published by: Nita Andriyani on Dec 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

 
BURN INJURYDEFINISI
Burn adalah cedera terhadap jaringan yang disebabkan oleh kontak dengalkklln panass kering (api), panas lembab (uap/cairan panas), kimiawi (bahan-bahan korosif), barang-barangelectric (aliran listrik), friksi, atau energy electromagnetic dan radiasi.
EPIDEMIOLOGI
Menurut the National Institutes of General Medical Sciences, sekitar 1,1 juta luka-luka bakar yangmembutuhkan perawatan medis setiap tahun di Amerika Serikat. Di antara mereka terluka, sekitar45.000 memerlukan rawat inap dan sekitar 4.500 meninggal setiap tahun dari luka bakar. Ketahananhidup setelah cedera luka bakar telah meningkat pesat selama abad kedua puluh. Perbaikan resusitasi,pengenalan agen antimikroba topikal dan, yang lebih penting, praktek eksisi dini luka bakar memberikankontribusi terhadap hasil yang lebih baik. Namun, cedera tetap mengancam jiwa.
 
Di Amerika Serikat, sekitar 2,4 juta luka bakar dilaporkan per tahun. Sekitar 650.000 dari cederaditangani oleh pusat-pusat perawatan luka bakar, 75.000 dirawat di rumah sakit. Dari mereka yangdirawat di rumah sakit, 20.000 yang mengalami luka bakar besar telah melibatkan paling sedikit 25%dari total permukaan tubuh mereka. Antara 8.000 dan 12.000 pasien dengan luka bakar meninggal, dansekitar satu juta akan mempertahankan cacat substansial atau permanen yang dihasilkan dari luka bakarmereka.Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dalam jangka waktu 5 tahun (2001-2005) jumlahpenderita luka bakar yang dirawat baik rawat jalan maupun rawat inap adalah 120 penderita, denganangka kematian sebanyak 19 pasien atau sekitar 15,83.
 
INSIDENSI
Insiden puncak luka bakar pada orang dewasa muda terdapat pada umur 20-29 tahun. Diikuti olehanak umur 9 tahun atau lebih mudah, luka bakar jarang terjadi pada umur 80 tahun ke atas.
 
Sekitar 80% luka bakar dapat terjadi di rumah. Pada anak umur 3-14 tahun, penyebab luka bakarpaling sering karena nyala api yang membakar baju. Pada orang dewasa, luka bakar paling seringdisebabkan oleh kecelakaan industri ataupun kebakaran yang terjadi di rumah akibat rokok.
 
FAKTOR RESIKO
 
Water heater diletakkan terlalu tinggi
 
 
Tempat bekerja yang terexposure pada bahan kimia, listrik, atau radiasi
 
 
Anak-anak, dan orangtua karena tipisnya kulit jadi mudah terbakar
 
 
Kecerobohan membuang puntung rokok
 
 
Kabel listrik yang tidak terlindungi dengan baik
 MANAGEMENPERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR
 
 
Untuk luka bakar yang disebabkan oleh panas:
o
 
Tidak berlari jika pakaian yang dikenakan terbakar. Berlari dapat mengibaskan api danapi dapat naik ke wajah. Menutup api dengan selimut, jaket, atau karpet dan bergulungke tanah.
o
 
Tidak melepaskan pakaian yang menempel pada area yang terbakar.
o
 
Menyiram luka dengan sejumlah besar air mengalir dingin atau memakai kain lembabdingin.
o
 
Tidak menggunakan es atau air es pada daerah yang terkena. Hal ini dapatmenyebabkan kerusakan pada kulit.
o
 
Tidak mengoleskan mentega, petroleum jelly, atau pengobatan rumah lain pada kulityang terbakar.
o
 
Menggunakan kain kering dan bersih untuk menutupi daerah yang terkena.
o
 
Meninggikan atau mengangkat tangan dibakar atau kaki lebih tinggi dari jantung ketikaduduk atau berbaring.
 
Untuk luka bakar yang disebabkan oleh bahan kimia:
o
 
Segera melepaskan pakaian atau perhiasan yang terkena tumpahan bahan kimia.
o
 
Menyiram cairan kimia dari kulit dengan air dingin mengalir dalam jumlah yang banyak.Menghindari percikan bahan kimia ke mata.
o
 
Menyikat bahan kimia kering dari kulit jika sejumlah besar air tidak tersedia. Air dalam jumlah kecil akan mengaktifkan beberapa bahan kimia, seperti kapur, dan menyebabkanlebih banyak kerusakan. Berhati-hati untuk tidak terkena bahan kimia pada mata.
o
 
Tidak mengoleskan mentega, petroleum jelly, atau pengobatan rumah lainnya pada kulitterbakar oleh bahan kimia.
o
 
Memberikan perban bersih yang tidak lengket untuk melindungi area yang terbakar darikotoran dan luka lainnya.
 
Untuk luka bakar yang disebabkan oleh tar:
o
 
Melepaskan perhiasan atau pakaian ketat dari area yang terbakar sebelum kulit mulaimembengkak. Tidak melepaskan pakaian yang melekat pada luka bakar.
o
 
Mencuci tar dan daerah yang terkena dengan air mengalir dingin dalam jumlah yangbanyak.
o
 
Setelah tar didinginkan, menghapus tar dengan menerapkan antibiotik, petroleum jelly,atau mayones untuk kulit. Dapat juga digunakan campuran minyak mineral dan airdingin.
 
Untuk luka bakar yang disebabkan oleh kontak listrik:
o
 
Menggunakan alat/bahan yang terbuat dari kayu atau karet untuk menggerakkan orangyang terkena jauh dari sumber listrik.
o
 
Menutup luka bakar listrik dengan perban yang kering dan longgar.
o
 
Pergi ke rumah sakit terdekat. Luka bakar listrik mungkin tidak jelas, tetapi dapat meluaske dalam jaringan.Mencari pertolongan medis darurat bila luka bakar mengenai wajah, tangan, kaki, inguinal, pantat, atausendi besar.
 
FIRST AID FOR BURNUntuk major burns (second and third degree burns)
 1.
 
Pindahkan korban dari lokasi pembakaran, pikirkan juga keselamatan diri sendiri.2.
 
Singkirkan semua bentuk burning material dari pasien.3.
 
Telpon 911 atau jalur emergensi lainnya jika dibutuhkan.4.
 
Ketika koban telah ada di tempat yang aman, jagalah pasien agar tetap hangat dan tenang.Cobalah untuk membungkus area luka dengan kain bersih jika tersedia. Jangan gunakan airdingin untuk membalut atau mengompres pasien karena hal ini dapat memnyebabkan suhutubuh pasien drop dan menyebabkanhypothermia. Burn pada wajah, lengan dan kaki harus selalu diperhatikan secara signifikan.
Untuk minor burns (burn derajat satu atau derajat dua termasuk small area pada tubuh)
 
 
Cuci luka perlahan dengan air hangat suam-suam kuku.
 
Jangan gunakan mentega untuk mengobati luka.
 
Singkirkan benda yang berpotensi menjadi benda penkonstriksi seperti cincin, gelangdan yanglainnya (edema atau swelling dari inflammasi mungkin saja terjadi, dan benda-benda ini dapatsaja merobek kulit).
 
Oleskan salep topical antibiotic meliputi luka bakar seperti Bacitracin or Neosporin.
 
Jika terdapat luka yang dalam dan mungkin saja burn tingkat kedua atau ketiga, medical careharus dilakukan.
 
Imunisasi tetanus dapat dilakukan jika dibutuhkan.
KRITERIA UNTUK RUJUKAN RUMAH SAKIT
Hospitalisasi dan penanganan luka bakar secara khusus ditentukan dengan beberapa faktor,diantaranya:1.
 
Keparahan gejala akibat smoke inhalation (memiliki gejala inhalation injury)2.
 
Keparahan dari luka bakar3.
 
Luka bakar >5-10% TBSA4.
 
Selain memperhatikan luka bakar, maka perlu juga diperhatikan:a.
 
Keparahan dari gejaja respiratoryb.
 
Ada atau tidaknya masalah premorbid

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Prins Isaac liked this
Fitrah Jelita liked this
Joko Manik liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->