Global Warming Competition
, membangun kesadaran peduli pemanasan global
S.T. Jahrin - 14 Aug 2007 17:53Efek dari pemanasan global (
global warming
) atau meningkatnya suhu rata-ratapermukaan bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca diatmosfer sudah mulai terasa. Di antaranya iklim yang tidak menentu, kenaikan suhuyang ekstrim di beberapa daerah, mencairnya es di kutub yang mengakibatkanmeningkatnya permukaan air laut, meningkatnya intensitas terjadinya badai, sulitnyamendapatkan air bersih, munculnya berbagai penyakit baru, dan juga hilangnya 1000spesies dalam waktu yang relatif singkat.Indonesia menjadi salah satu kontributor yang besar terhadap pemanasan bumi denganpembakaran hutannya. Namun, pemanasan bumi adalah masalah bagi semua negaratidak hanya Indonesia. Nasib bumi ada di tangan setiap insan yang hidup di muka bumi.Oleh karenanya, diperlukan kesadaran dari setiap orang untuk menyelamatkan bumi.Kenyataan menggambarkan sosialisasi terhadap bahaya dari pemanasan global danbagaimana melakukan aktivitas-aktivitas untuk meminimalkan efek pemanasan globalsangatlah kurang. Hal ini terlihat dari kurangnya aktivitas yang mencerminkan usahauntuk mengurangi dampak pemanasan global, seperti kurangnya program-program
Corporate Social Responsibility
(CSR) yang mengedepankan perlindungan alam darikerusakan. Akibatnya publik, baik individu maupun
corporate
kurang paham denganpermasalahan yang terjadi."Padahal ini seharusnya menjadi kebutuhan dari publik untuk mengetahui informasitersebut, sebagai salah satu makhluk yang akan mengalami dampak dari pemanasanglobal," kata Garin Nugroho dalam acara
Workshop and Lounching Global WarmingCompetition
, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (13/08).Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), Sinar MasForestry, Ekatjipta Foundation dan SET Film Workshop menyelenggarakan workshop dankompetisi tentang iklan layanan masyarakat, film dokumenter, poster dan foto dalamrangka kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-62 dengan tema merdeka darikerusakan lingkungan.Kompetisi ini akan memperebutkan Piala Menteri Negara Lingkungan Hidup dan SinarMas Award dengan total hadiah 140 juta rupiah.Workshop dan kompetisi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi setiap orang untukmenuangkan ide kreatifnya dalam mendukung dan mengkampanyekan pencegahanmeningkatnya pemanasan global.Selain itu, workshop audio visual juga merupakan bentuk apresiasi dari para pekerja seniuntuk menuangkan kreatifitasnya sebagai bagian dari
social responsibility
terhadapbumi.Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmad Witoelar yang hadir dalam acara tesebutmengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian acaramenuju konferensi PBB untuk perubahan iklim pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Balinanti.Meneg LH mengharapkan, pada saatnya nanti hasil karya kompetisi ini dapat digunakansebagai media untuk mengkampanyekan lingkungan hidup di Indonesia, baik olehKementerian Negara Lingkungan Hidup maupun pihak lain.Sedangkan Gandhi Sulistiyanto wakil dari Sinar Mas menegaskan, ke depan ajang sepertiini akan lebih sering diselenggarakan oleh Sinar Mas. Menurutnya, kesadaran dankepekaan untuk hadirnya lingkungan yang lebih baik, bisa dipupuk dengan sosialisasidan media ekspresi seperti ini."Kita berharap kesadaran itu akan membantu mendapatkan bumi yang lebih baik untukditinggali," ujar Sulistiyanto sembari menambahkan keinginannya untuk menghadirkanAl Gore ke acara tersebut, namun gagal karena pihak agen Al Gore meminta bayaran300.000 USD hanya untuk honor Al Gore saja.Workshop sendiri diselenggarakan di tiga kota, yaitu Jakarta, Pekanbaru, dan Denpasar.Sedangkan kompetisi tentang global warming, seperti iklan layanan masyarakat, filmdokumenter, poster dan foto dengan tema
Merdeka dari Kerusakan Lingkungan
, dibukamulai tanggal 13 Agustus 2007 dan ditutup tanggal 20 November 2007 tanpa dipungutbiaya.Pengumuman pemenang lomba akan dilakukan di Bali bersamaan dengan
3
Leave a Comment
tankyou
oi asl ta boleyh upl0ad ah