Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Muhammad Abduh

Pemikiran Muhammad Abduh

Ratings: (0)|Views: 1,321|Likes:
Published by Muhammad Ghozali

More info:

Published by: Muhammad Ghozali on Dec 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2014

pdf

text

original

 
1
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUHTENTANG IJTIHAD DAN MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAMA.
 
Pendahuluan
Islam adalah agama akhir zaman, dimana kesempurnaan dankebenarannya diciptakan oleh Allah SWT. Kehadirannya dalam sejarahmembawa perubahan dan kemajuan besar bagi adab dan budaya umatmanusia karena ia menganjurkan agar setiap kaum selalu berusaha untuk mengubah nasibnya
1
.Di awal perkembangannya sewaktu nabi Muhammad SAW., masihada dan pengikutnya baru terbatas pada bangsa Arab yang terpusat di Makkahdan Madinah, dia diterima dan dipatuhi tanpa bantahan. Semua penganutnya
sama berkata “kami telah mendengar dan kami taat”
2
.Akan tetapi, perjalanan sejarahnya selama kurun waktu empat abadyang sudah dilaluinya dan bergerak oleh watak aslinya yang membawa danmenganjurkan perubahan itu, setiap mencapai suatu daerah atau memasukisuatu bangsa, ia terpaksa dihadapkan dengan tradisi asli daerah dan sukubangsa tersebut dalam segala bentuk dan aspeknya. Perhadapan muka initelah menimbulkan aksi dan reaksi, membuahkan berbagai hal dan peristiwa,sebanyak yang positif ada juga yang negatifnya.Sebenarnya
Tajdid 
atau Pembaharuan
 
dapat ditelusuri latarbelakangnya yang dapat dilihat dalam beberapa faktor, yaitu faktor politik,sosial, budaya dan ilmu pengetahuan. Dalam sejarah pembaharuan terdapatbeberapa tokoh yang cukup terkenal yaitu, Muhammad Abduh
.
Dimanapikiran-pikirannya cukup besar pengaruhnya terhadap pembaharuan di dalamIslam dan Dunia Islam.Muhammad Abduh adalah seorang tokoh salaf, tetapi tidak menghambakan diri pada teks-teks agama. Ia memegangi teks-teks agamatapi dalam hal ini ia juga menghargai akal. Ia terkenal sebagai bapak peletak 
1
 
Burhanudin Daya,
Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam
(Yogyakarta: PT. Tiara WacanaYogya, 1995), hal. 1.
 
2
 
 Ibid, hal. 2
 
 
2aliran modern dalam Islam karena kemauannya yang keras untuk melaksanakan pembaruan dalam Islam dan menempatkan Islam secaraharmonis dengan tuntutan zaman modern dengan cara kembali kepadakemurnian Islam.Kemudian, berdasarkan pandangan sejarah tampak jelas bahwaaktivitas ijtihad memang diakui keberadaannya dalam setiap generasi.Kredibilitas hasil ijtihad senantiasa tidaksama antara mujtahid yang satudengan yang lainnya, tergantung pada kemampuan individu atau kelompok serta kondisi menyeluruh yang melingkupi mujtahid. Hal ini tampak jelasdalam bidang-bidang yang sudah dihasilkan
3
.
 B.
 
Mengenal Muhammad Abduh
Muhammad Abduh lahir di
 Mahallat Nashr 
,
 Delta Mesir, Al- Buhairoh
, Provinsi
Gharbiyyah
(kini wilayah Mesir), pada tahun1849danmeninggal diIskandariyah(kini wilayah Mesir), tanggal11 Juli1905pada umur 56 tahun. Ayahnya bernama
 Abduh bin Hasan Khairallah
memilikisilsilah keturunan dengan bangsa Turki. Sedangkan ibunya memiliki silsilahyang menyambung kepada
Umar bin Khaththab
, khalifah kedua. Berasal darikeluarga petani sederhana yang taat beragama dan cinta ilmu. Dia belajarmembaca dan menulis dari kedua orang tuanya. Berkat otaknya yangcemerlang, Muhammad Abduh bisa menghafal Al Quran dalam waktu 2 (dua)tahun pada usia 12 (dua belas) tahun
4
.Ketika usianya sekitar 13 (tiga belas) tahun, ia dikirim untuk belajar diMasjid Ahmadi di Tanta yang kemudian menjadi pusat terbesar darikebudayaan agama di Mesir di luar al-Azhar. Ia merasa tidak puas denganmetode mengajar yang digunakan disana (pengajaran dengan menghafalulasan teks-teks kuno tanpa memahami maknanya) sehingga setelah beberapalama, ia lari dari sana. Ia ingin meninggalkan pelajarannya, tetapi dibujuk untuk kembali oleh pamannya dari pihak ibu, Syaikh Darwis, yang
3
 
Munir A dan Sudarsono,
 Aliran Modern Dalam Islam
(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1994),hal. 6
 
4
http://susiyanto.wordpress.com, diakses 30 November 2012.
 
3pengaruhnya paling menentukan dalam kehidupannya sebelum al-Afghani
5
,sehingga ia mau kembali untuk belajar. Kepribadian Syaikh Darwis lembutyang langka terdapat di Mesir. Ia ahli tasawuf yang bening mata hatinya,lebih luas ilmunya, yang mengetahui masalah-masalah dunia, namun iamenjadi orang yang zuhud, menekuni ilmu dan tidak menekuni kekayaan.Syaikh memandang bahwa dunia sebagai jembatan menuju akhirat.
6
 Setelah selesai studi di Tanta, Abduh kemudian melanjutkanperjalanan studinya ke al-Azhar di Kairo, tempat ia tinggal disana dari 1869M hingga 1877 M. Ia terutama tertarik kepada seorang syaikh yang memberikuliah mengenai logika dan filsafat, tetapi juga tertarik lebih jauh padateologi mistik. Mistisisme masih menjadi bahan kajian dari karyanya yangpertama diterbitkan. Ia pernah menjalani kehidupan asketis yang berlebihan,menghindari hubungan dengan manusia lain, tetapi ia diselamatkan daribahaya kehidupan itu mula-mula oleh campur tangan Syaikh Darwis,kemudian melalui pertemuan pertamanya dengan Jamaluddin al-Afghanitahun 1871 M.
7
Abduh menjadi murid dariJamaluddin al-Afghani,seorangfilsuf dan pembaharu yang mengusung gerakanPan Islamismeuntuk menentang penjajahan Eropa di negara-negara Asia dan Afrika. MuhammadAbduh diasingkan dari Mesir selama enam tahun sejak 1882,karenaketerlibatannya dalampemberontakan Urabi.DiLebanon,Abduh sempat giat dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam. Pada tahun1884,ia pindahkeParis,dan bersama al-Afghani menerbitkan jurnal Islam
The Firmest  Bond 
. Salah satu karya Abduh yang terkenal adalah buku berjudul
 Risalah at-Tauhid 
yang diterbitkan pada tahun1897.Abduh menjadi sorang pemikirMuslimdariMesirdan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam.
8
 
5
Albert Hourani,
Pemikiran Liberal di Dunia Arab
, Penerjemah: Suparno, dkk, (Bandung:Mizan, 2004), hlm. 211.
6
H. A. Mukti Ali,
 Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah
(Jakarta: Djambatan, 1995),hlm. 432.
7
Albert Hourani,
Pemikiran Liberal
, hlm. 212.
8
_
,diakses 29 November 2012.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
junijingga liked this
punk_ariez liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->