Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Oksigenasi Pak Wijaya No 1 n3

Oksigenasi Pak Wijaya No 1 n3

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Yuktika RiYu

More info:

Published by: Yuktika RiYu on Dec 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

 
Oksigenasi
KASUSSeorang pasien di ruang perawatan A mengeluh batuk berdahak selama 3 hari. Pasien jugamengeluh lemas dan sesak napas sehingga pasien tidak bisa tidur. Hasil pemeriksaan fisik menunjukan adanya suara nafas abnormal karena sputum ( berdahak ), konjungtiva pucat,frekuensi nafas 26x/menit, tekanan darah 130 mm/Hg, nadi 110x/menit.Data tambahan yang mendukung :1.pH 7,1
2.
Tekanan parsial karbondiokasida arteri (PaCO
2
) 50 mmHg3.Sputum 35 cc
4.
Klien menggunakan otot tambahan pernapasanPertanyaan :
1.
Dari gambaran kasus, menurut anda masalah – masalah keperawatan apa saja yang dapatmuncul dala pemenuhan kebutuhan oksigenasi? Sebutkan dan jelaskan. Data dapat ditambahkan sesuai batasan karakteristik atau data data yang mendukung masalahtersebut.2.Metode yang dapat dilakukan pada pasien pada kasus di atas adalah ? Jelaskan metodetersebut dan langkah – langkahnya.
3.
Jelaskan gangguan keseimbangan asam basa yang mungkin dapat terjadi kasus diatas( asidosis metabolik, asisdosis respiratorik dan alkalosis respiratorik)Jawaban :
1.
A. Diagnosa Keperawatan : Bersihan jalan nafas tidak efektif Definisi : Ketidakmampuan kebersihan sekresi atau obtruksi dari saluran pernapasanmenjaga kebersihan jalan napas.Batasan karakteristik : penurunan suara nafas, batuk tidak efektif, dispnea, orthopnea,suara napas tambahan, produksi sputum, siarosis, kesulitan bicara, matamelebar, perubahan ritme dan frekuensi pernapasan, gelisah
 
Data objektif : adanya sputum, suara nafas abnormal, frekuensi nafas 26x/menit,konjungtiva pucatData subjektif : pasien mengeluh batuk berdahak, pasien mengeluh sesak napas.B. Diagnosa keperawatan : Pola napas tidak efektif Definisi : Ventilasi / pertukaran respirasi, udara inspirasi dan atau eksprirasi tidak adekuatBatasan karakteristik : Dispnea, penggunaan otot napas tambahan untuk bernapas, penurunan tekanan inspirasi / ekspirasi, penurunan ventilasi permenit, pernapasan nasal flaring, orthopnea, penyimpangan dada, napas pendek, posisitubuh menunjukan posisi 3 poin, napas pursed-lip(dengan bibir), ekpirasimenunjang, peningkatan diameter anterior dan posterior, frekuensi nafas,kedalaman nafas, timing rasio, penurunan kapasitas vital.Data subjektif : Pasien mengeluh sesak napas.Data objekif : Penggunaan otot tambahan pernapasan, frekuensi napas 26x/menit.C. Diagnosa Keperawatan : Intoleransi AktivitasDefinisi : Ketidakcukupan energi secara fisiologis atau psikologis dalam pemenuhanaktivitas sehari – hari yang dibutuhkan atau diperlukan.Batasan karakteristik : Laporan verbal ( kelelahan dan kelemahan ), respon terhadapaktivitas menunjukan nadi dan tekanan darah abnormal, perubahan EKGmenunjukan aritmia atau distritmia, dispnea dan ketidaknyamanan yangsangat.Data subjektif : pasien mengeluh lemasData objektif : tekanan darah 130 mmHg, nadi 110x/menit.2.
FISIOTERAPI DADA (FTD)
Terapi ini terdiri dari drainase postural, perkusi dada, dan vibrasi. Fisioterapi dada harusdiikuti dengan batuk produktif dan pengisaapn pada klien yang mengalami penurunankemampuan untuk batuk.
 
Perkusi dada
dilakukan dengan mengetuk dinding dada diatas daerah yang akandidrainase. Tangan diposisikan sehingga jari-jari dan ibu jari saling menyentuh dan tanganmembentuk mangkuk. Perkusi pada permukaan dinding dada akan mengirimkan gelombang berbagai amlitudo dan frekuensi melalui dada sehingga mengubah konsistensi dan lokasisputum. Perkusi dada dilakukan dengan mengubah gerakan tangan melawan dinding dada.Perkusi dilakukan di atas sebuah lapisan pakian, tidak diatas kancing, kancing jepret ataurisleting. Satu lapisan pakian dapat mencegah pukulan pada kulit klien. Lapisan bahan pakianyang ganda atau yang lebih tebal akan menahan vibrasi. Dalam melakukan perkusi padalapangan paru perawat harus berhati-hati dan jangan memperkusi daerah skapular, kalautidak hati-hati maka akan terjadi trauma pada kulit dan struktur muskuloskeletal dibawahnya.(Potter & Perry, 2006:1595)
Vibrasi
merupakan tekanan yang halus menggoyang, yang diberikan pada dinding dadahanya selama ekshalasi. Vibrasi meningkatkan pengeluaran udara terperangkap danmenggoyang mukus sehingga lepas dan menyebabkan batuk.Vibrasi tidak direkomendasikanuntuk dilakukan bagi bayi dan anak-anak kecil. (Potter & Perry, 2006:1595)
Drainase postural
adalah penggunanan teknik pengaturan posisi yang membuangsekresi dari segmen tertentu di paru dan dibungkus kedalam trakea. Batuk atau suksioningsecara normal membuang sekresi dari trakea. Prosedur drainase postural dapat meliputisebagian besar segmen paru. Karena klien mungkin tidak membutuhkan drainase posturalsemua segmen paru, prosedur berdasarkan pada hasil penemuan klinis. (Potter & Perry,2006:1595)
BATUK EFEKTIF
Batuk efektif untuk mempertahankan kepatenan jalan nafas. Batuk memungkinkan klienmengeluarkan ekskresi dari jalan nafas bagian atas dan jalan nafas bagian bawah.Keefektifan batuk klien di evaluasi dengan melihat apakah ada sputum cair ( ekspektorasisputum. Rangkaian normal peristiwa dalam mekanisme batuk adalah inhalasi dalam, penutupan glotis, kontraksi aktif otot otot ekspirasi, dan pembukaan glotis. Inhalasi dalammeningkatkan volume paru dan diameter jalan nafas memungkinkan udara melewati bendaasing lainnya. Kontraksi otot – otot ekspirasi melawan glotis yang menutup menyebabkanterjadinya tekanan intrathoraks yang tinggi. Saat glotis membuka, aliran udara yang besar 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->