Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
referat appendicitis

referat appendicitis

Ratings: (0)|Views: 612|Likes:
Published by Restuningdiah Dwi S

More info:

Published by: Restuningdiah Dwi S on Dec 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

 
 9BAB IIITINJAUAN PUSTAKAA.
 
AnatomiAppendiks merupakan organ yang berbentuk tabung dengan panjang kira-kira10 cm dan berpangkal pada sekum. Appendiks pertama kali tampak saatperkembangan embriologi minggu ke delapan yaitu bagian ujung dari
 protuberans
sekum. Pada saat
antenatal
dan
 postnatal
, pertumbuhan dari sekum yang berlebihakan menjadi appendiks yang akan berpindah dari medial menuju katup
ileocaecal
.Pada bayi appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkal dan menyempitkearah ujung. Keadaan ini menjadi sebab rendahnya insidens appendicitis pada usiatersebut. Appendiks memiliki lumen sempit di bagian proksimal dan melebar padabagian distal. Pada appendiks terdapat tiga
tanea coli
yang menyatu dipersambungansekum dan berguna untuk mendeteksi posisi appendiks. Gejala klinik appendicitisditentukan oleh letak appendiks. Posisi appendiks adalah
retrocaecal
(di belakangsekum) 65,28%,
 pelvic
(panggul) 31,01%,
subcaecal
(di bawah sekum) 2,26%,
 preileal
(di depan usus halus) 1%, dan
 postileal
(di belakang usus halus) 0,4%, sepertiterlihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 2.1. Appendiks pada saluran pencernaan
 
 
 10
Gambar 2.2 Anatomi appendiks
 
Gambar 3.3. Posisi Appendiks
Persarafan parasimpatis berasal dari cabang
nervus vagus
yang mengikutiarteri
mesenterika superior 
dari arteri
appendikularis
, sedangkan persarafan simpatisberasal dari
nervus torakalis X 
. Oleh karena itu, nyeri viseral pada appendicitisbermula di sekitar umbilikus. Appendiks didarahi oleh arteri
apendikularis
yangmerupakan cabang dari bagian bawah arteri
ileocolica
. Arteri appendiks termasuk 
end arteri
. Bila terjadi penyumbatan pada arteri ini, maka appendiks mengalami ganggren.B.
 
FisiologiAppendiks menghasilkan lendir 1-2 ml per hari. Lendir itu secara normaldicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya mengalir ke sekum. Hambatan aliranlendir di muara appendiks tampaknya berperan pada patogenesis appendicitis.Imunoglobulin sekretoar yang dihasilkan oleh
Gut Associated Lymphoid Tissue
(GALT) yang terdapat disepanjang saluran cerna termasuk appendiks ialahImunoglobulin A (Ig-A). Imunoglobulin ini sangat efektif sebagai pelindung terhadapinfeksi yaitu mengontrol proliferasi bakteri, netralisasi virus, serta mencegah penetrasi
 
 11enterotoksin dan antigen intestinal lainnya. Namun, pengangkatan appendiks tidak mempengaruhi sistem imun tubuh sebab jumlah jaringan sedikit sekali jikadibandingkan dengan jumlah di saluran cerna dan seluruh tubuh.C.
 
Definisi AppendicitisAppendicitis adalah infeksi pada appendiks karena tersumbatnya lumen olehfekalith (batu feces), hiperplasi jaringan limfoid, dan cacing usus. Obstruksi lumenmerupakan penyebab utama appendicitis. Erosi membran mukosa appendiks dapatterjadi karena parasit seperti
 Entamoeba histolytica, Trichuris trichiura,
dan
 Enterobius vermikularis.
D.
 
Klasifikasi Appendicitis
 
Klasifikasi appendicitis berdasarkan klinikopatologis antara lain:1.
 
Appendicitis Akuta.
 
Appendicitis akut sederhana (
cataral appendicitis)
 Proses peradangan baru terjadi di mukosa dan sub mukosa disebabkanobstruksi. Sekresi mukosa menumpuk dalam lumen appendiks dan terjadipeningkatan tekanan dalam lumen yang mengganggu aliran limfe, mukosaappendiks jadi menebal, edema, dan kemerahan. Gejala diawali dengan rasanyeri di daerah umbilikus, mual, muntah, anoreksia, malaise, dan demamringan. Pada appendicitis kataral terjadi leukositosis dan appendiks terlihatnormal, hiperemia, edema, dan tidak ada eksudat serosa.b.
 
Appendicitis Akut Purulenta
(Supurative Appendicitis)
 Tekanan dalam lumen yang terus bertambah disertai edemamenyebabkan terbendungnya aliran vena pada dinding appendiks danmenimbulkan trombosis. Keadaan ini memperberat iskemia dan edema padaapendiks. Mikroorganisme yang ada di usus besar berinvasi ke dalam dindingappendiks menimbulkan infeksi serosa sehingga serosa menjadi suram karenadilapisi eksudat dan fibrin. Pada appendiks dan mesoappendiks terjadi edema,hiperemia, dan di dalam lumen terdapat eksudat fibrinopurulen.Ditandai dengan rangsangan peritoneum lokal seperti nyeri tekan, nyerilepas di titik Mc Burney, defans muskuler, dan nyeri pada gerak aktif danpasif. Nyeri dan defans muskuler dapat terjadi pada seluruh perut disertaidengan tanda-tanda peritonitis umum.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->