Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRESPEKTIF PERILAKU KONSUMEN

PRESPEKTIF PERILAKU KONSUMEN

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Susi Susanti

More info:

Published by: Susi Susanti on Dec 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

 
Tugas Modul 2(Kognisi Konsumen dan Strategi Pemasaran)
1.
 
Deskripsikan empat elemen model analisis Perilaku Konsumen.
a)
 
Afeksi (affect) dan kognisi (cognitive)Elemen afeksi dan kognisi merupakan dua tipe tanggapan internal psikologis padadiri konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung. Afeksimengacu pada tanggapan perasaan sedangkan kognitif melibatkan tanggapan mental(pemikiran). Afeksi dan kognisi ditimbulkan oleh system afeksi dan kognisi secaraberurutan, walaupun berbeda namun saling terkait.1)
 
Kognisi (kognitive)
Secara harfiah, arti dari kognisi adalah “pengetahuan”, sedangkan pengetahuan
konsumen itu sendiri berarti jumlah pengalaman atau informasi yang dimilikioleh seseorang terhadap suatu barang atau jasa tertentu (Moven &Minor,2003). Pengetahuan tentang suatu barang atau jasa tertentu dapatdiperoleh dari pengalaman dan pengetahuan yang tertanam dalam memori.Aspek kognitif biasa terjadi melalui proses berpikir sadar ataupun dapat terjadisecara tidak sadar. Keyakinan dan pengetahuan tentang produk ini berbedaantara satu konsumen dengan konsumen yang lain. Kepercayaan tentangatribut suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. Sehingga konsumenmamapu membandingkan suatu produk dengan produk lain dan membuatkeputusan yang baik dan tepat terhadap produk yang dipilihnya tersebut.2)
 
Afeksi (affect)Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu objek tertentu yang menunjukkankomponen afektif dari sikap. Konsumen yang menyukai suatu produk merupakan hasil dari emosi atau evaluasi afektif dari suatu produk. Evaluasi initerbentuk tanpa adanya informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan hasil evaluasi dari penampilan produk pada setiapatributnya. Tanggapan afeksi beragam, misal penilaian positif atau negatif danrasa suka atau tidak suka.Umumnya keyakinan konsumen akan suatu produk melekat erat dengan perasaannya. Emosi yang melekat pada keyakinan
 
konsumen sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi internal individunya.Jelasnya perasaan suka atau tidak suka ini banyak ditentukan oleh keyakinankonsumen, namun belum tentu setiap konsumen yang memiliki keyakinanyang sama akan menunjukkan emosi yang sama. Hal ini disebabkan karenamasing-masing individu memiliki situasi latar belakang yang berbeda.Perasaan yang merupakan hasil evaluasi dari atribut produk ini dapat jugamempengaruhi keyakinan konsumen bahkan bisa merubah keyakinannya(Ferrinadewi, 2008). Tanggapan afeksi diciptakan oleh system afektif yangmempunyai 5 sifat dasar yaitu, umumnya relative, memiliki control langsungyang kecil, secara fisik ada di dalam tubuh manuasia, dan dapat menanggapiberbagai jenis rangsangan.Menurut Peter dan Olson (1999), afeksi (affect) dan kognisi (cognition) mengacupada dua tipe tanggapan internal psikologis yang dimiliki konsumen terhadap rangsanganlingkungan dan kejadian yang berlangsung. Dalam bahasa yang lebih sederhana, afeksimelibatkan perasaan, sementara kognisi melibatkan pemikiran. Tanggapan-tanggapanafektif beragam dalam penilaian positif atau negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan dalam intensitas atau tingkat pergerakan badan. Kognisi mengacupada proses mental dan struktur pengetahuan yang dilibatkan dalam tanggapan seseorangterhadap lingkungannya. Misalnya, termasuk di dalamnya adalah pengetahuan yangdidapat orang dari pengalamannya dan yang tertanam dalam ingatan mereka. Termasuk  juga didalamya proses psikologis yang terkait dengan pemberian perhatian danpemahaman terhadap aspek-aspek lingkungan, mengingat kejadian masa lalu,pembentukan evaluasi, dan pembuatan keputusan pembelian. Sementara berbagai aspek kognisi adalah proses berpikir sadar, dimana proses kognisi dilakukan secara tak sadardan otomatis. Sehingga baik afeksi maupun kognisi sangat dibutuhkan untuk memahamiperilaku konsumen.b)
 
Lingkungan konsumenLingkungan konsumen terbagi ke dalam 2 macam, yaitu
 
Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang terjadi antarakonsumen dengan orang sekelilingnya atau antara banyak orang.Lingkungan sosial adalah orang-orang lain yang berada di sekeliling
 
konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut.Berdasarkan kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen terbagidalam lingkungan makro dan lingkungan mikro.
 
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang sangat dekat dengankonsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen.Lingkungan mikro akan mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen tertentu secara langsung. Keluarga yang tinggal dengankonsumen adalah lingkungan mikro.
 
Lingkungan makro adalah lingkungan yang jauh dari konsumen.Lingkungan makro berskala luas, seperti sistem politik dan hukum,ekonomi, sosial, budaya. Contoh : penurunan dolar akanmempengaruhi daya beli konsumen.
 
Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekelilingkonsumen. Yang termasuk lingkungan fisik adalah beragam produk, toko,lokasi toko, dan lain-lain. Contoh : rumah adalah lingkungan mikro fisik dari konsumen, karena akan mempengaruhi sikap dan perilaku secaralangsung (Sumarwan, 2003).Lingkungan (environment) mengacu pada rangsangan fisik dan sosial yangkompleks di dunia eksternal konsumen. Termasuk didalamnya benda-benda, tempat, danorang lain yang mempengaruhi afeksi dan kognisi konsumen serta perilakunya. Bagianpenting dari lingkungan adalah rangsangan fisik dan sosial yang diciptakan olehpemasar untuk mempengaruhi konsuman. Termasuk didalamnya adalah produk, iklan,pernyataan verbal oleh salesman, label harga, lampu tanda, dan toko. Semua hal tersebutsangat diperlukan dalam memahami perilaku konsumen (Peter dan Olson, 1999).Konsumen hidup di dalam lingkungan yang kompleks. Perilaku proses keputusanmereka dipengaruhi oleh budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, dan situasi.
c)
 
Perilaku (behaviour)Keyakinan dan rasa suka pada suatu produk akan mendorong konsumenmelakukan tindakan sebagai wujud dari keyakinan dan perasaannya (Ferrinadewi, 2008).Sebagian dari perilaku konsumen seperti memandangi produk di rak, memungut dan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->