rasa solidaritas yang tinggi, contoh Riau pos Tgl. 13 Oktober 2008, memberitakan bahwakaryawan PTPN V, mendapat bonus seluruh karyawan sebesar enam bulan gaji. Disisilain masyarakat masih berkutat pada penderitaan dan kekuarangan alias kemiskinan.Seharusnya juga disini peran DPR, DPRD untuk membuat UDD yang adil dan merata.
Keempat
, Standarisasi gaji, seharusnya ada standarisasi gaji minimal pada disemua jenis pekerjaan. Minimal gaji tersebut adalah sebesar Rp. 1.200.000,-(satu juta dua ratus riburupiah) per bulan/orang. Jika seseorang tidak bekerja/menganggur secara otomatisdiketahui oleh pemerintah secara institusi dan langsung menjadi tanggung jawab pemerintah. Dan ada solusi penanganan yang dilakukan.
Kelima
, Penangan infrastruktur yang berkualitas dan daya tahan maksimal. Saat inikondisi jalan hampir semua rusak, karena penanganan jalan yang keliru, jika perhatikansama saja perlakuan dalam pembuatan jalan, pada tanah yang keras atau tanah gambut,ketebalan
base
dan aspalnya sama saja. Agar tercipta jalan yang kualitas bagus,seharusnya membuat jalan terlebih dahulu dilakukan penelitian. Dan waktu pengerjaannya sesuai dengan musim, malah yang terlihat selama ini pada saat musimhujan malah disitu pula jalan di perbaiki atau di buat. Untuk itu perlu Adanya jaminandaya selama kurun waktu 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) tahun. Kita lihat lagi kasusdalam pembuatan parit disamping jalan, modelnya sama semua; segi empat, besarnyasama dari hulu kehilir, tidak berdasarkan volume air yang akan ditampung. Seharusnyalebih besar di hilir dari pada di hulu. Perhatikan model parit/saluran di sekitar kita.
Keenam
, Data yang akurat, Riau perlu memiliki data yang jelas dan akurat mengenai penduduk dan di
update
sekali dalam enam bulan. Data dari kelahiran, pra sekolah,sekolah, angkatan kerja, sampai pada kematian. Sebenarnya data sudah sudah banyak,dari BPS dan pendataan Pemilu sebelumnya. Sebenarnya data dapat diambil dari peserta pemilihan gubernur yang ada di KPU, hanya menambah dan melengkapinya saja saja.Data ini seharusnya dipegang secara keselurahan oleh gubernur, dan begitu juga Bupati,Camat, Lurah, di setiap daerah masing-masing. Jangan pendataan selalu dimulai dari nol jika ada kebijakan baru, dan dijadikan pula proyek, sehingga akan menghabiskan uangrakyat.Semua kebijakan mengacu pada data ini. Seperti kasus yang membuka pendaftaran murid baru pada sekolah dasar, ternyata tidak ada murid yang mendaftar. ini merupakan salahsatu kekeliruan memahami data, atau memang tidak ada data. Demikian juga data pengangguran, seharusnya lengkap dengan nama-nama dan juga alamatnya. Sehingga ada penanganan yang kongkrit, pemberian pelatihan, pengiriman keluar negeri (tapi untuk mereka yang mempunyai
skill
), atau pemberian informasi lowongan kerja.Jika sudah banyak pengangguran, juga akan menjadi koreksi kepada dunia pendidikan,tidak dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul sesuai kebutuhan. Sehingga pihak sekolah/perguruan tinggi juga dapat mengubah/memperbaiki kurikulum/mencarimodel sekolah/perguruan tinggi yang cocok.
Leave a Comment