Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
wawancara

wawancara

Ratings: (0)|Views: 249|Likes:
Published by Dedison Asanab

More info:

Published by: Dedison Asanab on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara
This entry was posted on July 30, 2010, inAustralia, Books,Contemplations,Geodesi UGM,  Leadership, Renungan,Scholarship, Tips. Bookmark the permalink .19 Comments 
 
Beberapa jam terakhir, saya dihubungi beberapa orang terkaitseleksi beasiswa Australian Leadership Awards (ALA). Rupanya pengumuman seleksi tahap pertama sudah keluar dan beberapa orang telah dinyatakan lolos ke tahap wawancara.Sebenarnya saya sudah pernah menulis tips wawancara ALA di blog initetapi rupanya masih adayang kurang. Saya akan tambahkan di posting kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.Sebelum lanjut, Anda mungkin bertanya-tanya, apa kualifikasi saya sehingga berani menuliskantips wawancara ini. Jawaban saya sederhana, saya tidak memiliki kualifikasi resmi. Yang sayatuliskan adalah pengalaman pribadi ketika diwawancarai tiga tahun lalu ditambah hasil bacaandan ngobrol dengan teman.Seleksi ALA sangatlah kompetitif. Hanya kandidat luar biasa yang dipanggil untuk wawancara.Oleh karena itu, bersenang hati dan bersyukurlah karena panggilan wawancara itu adalah bentuk lain dari sebuah pengakuan. Kalau ada pengakuan yang patut membuat seseorang senang, maka pengakuan dari ALA adalah salah satunya. Anda telah menyisihkan ratusan atau mungkin ribuanorang hebat lainnya untuk bisa diwawancarai.Hal pertama yang harus Anda ingat adalah bahwa mewawancara ini sama sekali bukan untuk menghakimi atau menguji Anda, apalagi mencari-cari kelemahan Anda. Sama sekali tidak.Mereka sudah tahu kemampuan dan potensi Anda, makanya Anda dipanggil wawancara. Yangingin mereka lakukan hanyalah berbicara dalam suasana yang lebih akrab, dari hati ke hati untuk mengkonfirmasi bahwa dugaan mereka terhadap Anda tidaklah salah. Itu saja. Artinya, Andatidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri, seperti apa yang pernah Anda tulis di berkaslamaran terdahulu. Meski demikian, persiapan tetaplah diperlukan. Saya termasuk orang yangtidak bisa tampil tanpa persiapan, terutama ketika berbicara dengan orang lain dalam suasanayang resmi. Ketika akan presentasi saya selalu persiapan dan bahkan latihan. Ketika akan berdiskusi dengan supervisor, saya mencoba menghafalkan satu atau dua kalimat penting. Ketikaakan bertemu pejabat, saya menyiapkan ‘talking points’. Setiap kali mau presentasi di forum
 
internasional, saya belum berhenti berlatih sampai saya bisa melakukan presentasi dalam waktuyang ditetapkan. Saya berlatih dengan stop watch. Bagi saya, bersiap-siap tidak ada salahnya,dan selalu lebih bagus dibandingkan tidak bersiap-siap. Pernah melakukan presentasi di berbagai benua tentu akan membuat seseorang lebih tenang dalam melakukan presentasi tetapi bukan berarti sudah tidak memerlukan persiapan lagi. Wawancara juga demikian.Saat wawancara ALA tiga tahun lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi hotel tempatwawancara sehari sebelumnya. Saya mengukur waktu tempuh dengan taksi dari tempat sayamenginap. Saya harus pastikan, saya tahu persis tempatnya, tidak hanya sekedar mengira-ngira.Sehari sebelumnya saya juga cek kembali kemeja, celana kain, sepatu dan kaos kaki, dasi dansemua perangkat pakaian. Yang terutama, saya siapkan kembali berkas-berkas yg akan dibawa.Semua salinan berkas lamaran saya siapkan, termasuk publikasi (paper, buku) yang akandijadikan bukti saat bercerita tentang kiprah akademik saya.Saya sempatkan mengingat-ingat kembali apayang saya tuliskan di berkas lamaran terdahulu. Semuanya mudah karena apa yg saya tulisadalah kebenaran. Saya tidak perlu merekayasa apapun sehingga tidak perlu menghafalkanapapun. Jika ditanya soal kiprah, semuanya ada dalam ingatan saya. Meskipun persiapan harusmatang, sekali lagi harus diingat bahwa Anda akan melakukan obrolan santai dengan dua atautiga orang yang pada dasarnya sudah mengakui kehebatan Anda. Tidak ada yang perludirisaukan. Anda akan menghadapi tiga orang yang santun, professional dan sangat menghargaiorang lain. Anda adalah kolega sejajar, bukan pesakitan yang akan diinterogasi.
 
Coba bayangkan, Ada akan bertemu dengan seseorang yang ingin meminta bantuan Anda untuk mengerjakan sesuatu. Orang tersebut menjanjikan imbalan yang sangat menarik jika Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan itu. Orang ini sudah mendengar kepiawaian Anda sehinggamenaruh rasa hormat sejak awal. Dalam situasi demikian, saya bayangkan Anda akan berada diatas angin karena Anda akan bisa menjawab segala hal yang ingin diketahui orang itu. Tentutidak ada hal yg tidak Anda ketahui tentang diri sendiri kan? Anda bisa menjelaskan denganmudah pekerjaan serupa yang sudah berhasil ditangangi, Anda juga bisa sedikit menambah‘bunga-bunga’ karena pada dasarnya orang yang Anda hadapi bukanlah ahli di bidang yangAnda bicarakan, meskipun memiliki pemahaman yang cukup. Orang pintar menyebut kelompok orang seperti ini sebagai ‘
non-expert but intelligent audience
’. Singkat kata, anda tampil percayadiri. Sementara itu, Anda pun tetap sopan kepada orang itu dan berusaha tampil prima karenaAnda tetap mengharapkan akan mendapatkan pekerjaan itu. Begitulah kurang lebih situasinyaketika Anda wawancara beasiswa ALA.Saat masuk ruangan, tersenyumlah yang wajar sambil mengangguk sopan. Jikamemungkinkankan, dekati pewawancara dan bersalaman sambil menatap matanya lekat saatmengucapkan salam “
 Hi, I am Andi, how are you doing?
” Bayangkanlah Anda bertemu dengancalon kolega atau partner bisnis. Anda ingin tampil percaya diri, santun, dan hangat. Jangan lupaucapkan “
nice to meet you
” atau “
welcome to Indonesia
” jika Anda tahu mereka tidak tinggal diJakarta. Pengalaman saya tiga tahun lalu sangat positif. Pewawancaranya ramah dan hangat.Saya merasa tidak canggung menambahkan sedikit kelakar “
it might be a bit too hot for you in Jakarta. You have just passed winter in Australia, right?!
”. Intinya, ini adalah pertemuan orang-orang berkedudukan setara, saling menghormati dan menghargai. Di ruangan itu, tidak ada pemberi sedekah dan penerima berkah. Kedua belah pihak setara.Saat dipersilakan duduk, duduklah dengan rileks tanpa menjadi sembrono. Tegakkan posisi badan, sebaiknya tidak bersandar jika sandaran kursinya miring. Namun jika sandaran kursinyategak, silakan sedikit bersandar agar tidak terlihat tegang. Ucapkan terima kasih sambil tetapmenebar senyum wajar. Secara bergantian tatap ketiga pewawancara Anda. Umumnya merekaakan memulai dengan mengucapkan terima kasih dan menjelaskan maksud dan proseswawancara tersebut. Sampaikan terima kasih atau sekedar mengangguk dengan mantap. Saya pribadi biasanya menempatkan kedua tangan di atas pangkuan, bukan di atas meja, dengan jari- jari terjalin satu sama lain.Saya ingatkan kembali, Anda sedang ngobrol hal penting dengan kolega Anda. Anda tidak sedang diuji. Kondisikan bahwa Anda adalah seorang yang ahli sesuatu, dan kolega Anda ini juga ahli sesuatu yg tidak persis sama dengan keahlian Anda. Kenyataannya memang demikian.Pewawancara ini biasanya adalah profesional AusAID dan atau diplomat kedutaan Australiauntuk Indonesia di Jakarta. Tentu saja sangat mungkin mereka tidak tahu persis bidang yangakan Anda pelajari. Meski demikian, mereka tentulah orang yang cerdas dan intelek. Bukankahsangat menyenangkan berbicara dengan orang yang pintar dan baik hati dengan keahlian yang bebeda dengan Anda? Dengan kemampuan yang dimiliki, Anda bisa memberikan sesuatu dalam percakapan dan sekaligus bisa mendapatkan banyak hal dari lawan bicara. Singkatnya, Anda bisasaling mengisi dengan pewawancara. Demikianlah suasana wawancara beasiswa ALA. Tidak ada yang perlu dirisaukan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->