Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ikatan Kimia

Ikatan Kimia

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by Teuku Badlisyah
Materi Ajar Kimia Kelas X Semester I
Materi Ajar Kimia Kelas X Semester I

More info:

Published by: Teuku Badlisyah on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2014

pdf

text

original

 
IKATAN KIMIA
Materi ikatan kimia dipelajari pada Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun di Madrasah Aliyah (MA) yaitupada kelas satu semester satu. Menurut kurikulum tahun 2009 materi-materi yang dipelajari pada pokok bahasanikatan kimia meliputi kestabilan unsur, struktur lewis, ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, senyawakovalen polar dan nonpolar, dan ikatan logam. Ikatan kimia merupakan gaya tarik-menarik kuat antaratom atauantarmolekul yang bertanggungjawab terhadap kestabilan atom dan molekul serta berbagai sifat fisiknya. Konsepikatan kimia menurut Lewis dan Kossel adalah:1.
 
Unsur gas mulia (golongan VIII A ) susunan elektron stabil sehingga gas mulia sukar membentuk senyawa(sulit untuk berikatan).2.
 
Setiap atom cenderung untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti unsur gas mulia. Maka untukmencapai kestabilan ada atom yang melepas elektron dan ada atom yang menagkap elektron.3.
 
Susunan elektron yang stabil suatu atom hanya dapat dicapai jika atom tersebut berikatan dengan atomyang lain.Menurut teori di atas, suatu atom mempunyai kecendrungan untuk membentuk konfigurasi elektron yangstabil yaitu konfigurasi elektron seperti gas mulia. Dengan demikian, atom-atom akan cenderung membentukkonfigurasi elektron seperti unsur gas mulia dalam pembentukan ikatan. Pembentukan molekul dari atom-atomnyaterjadi melalui ikatan kimia. Ikatan kimia yang terbentuk bergantung pada elektron valensi (elektron yang beradapada kulit terluar). Unsur dengan elektron valensi bernilai kecil, yaitu 1, 2 dan 3 mempunyai kecendrungan untukmelepaskan elektron agar stabil. Kecuali unsur H yang dapat menerima dan melepaskan elektron.Tabel 1. Contoh unsur yang melepaskan elektron.No Unsur Konfigurasi ElektronElektronValensiBanyaknyaElektron yangdilepaskanKonfigurasi ElektronGas Mulia1
3
Li 2 1 1 1 22
11
Na 2 8 1 1 1 2 83
19
K 2 8 8 1 1 1 2 8 84
4
Be 2 2 2 2 25
12
Mg 2 8 2 2 2 2 86
20
Ca 2 8 8 1 2 2 2 8 8
 
Unsur yang memiliki elektron valensi 4 dapat menerima dan melepaskan elektron. Unsur dengan elektronvalensi bernilai besar yaitu 5, 6 dan 7 mempunyai kecendrungan untuk menerima elektron supaya membentukkonfigrasi elektron seperti unsur gas mulia.Tabel 2.. Contoh unsur yang menerima elektron.No Unsur KonfigurasiElektronElektronValensiBanyaknya Elektronyang diterimaKonfigurasi Elektron GasMulia1
7
N 2 5 5 3 2 82
8
O 2 6 6 2 2 83
9
F 2 7 7 1 2 84
15
P 2 8 5 5 3 2 8 8
 
Gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 elektron (khusus untuk He 2 elektron). Susunan elektronvalensi pada unsur gas mulia sudah stabil karena membentuk oktet. Hal tersebut menyebabkan unsur gas muliatidak reaktif. Jumlah elektron valensi pada unsur golongan VII A adalah 7 elektron sehingga cenderung menerima 1elektron untuk membentuk konfigurasi elektron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaam satuelektron oleh atom golongan VII A membentuk ion negatif bermuatan satu. Jumlah elektron terluar golongan VI Aadalah 6 elektron sehingga cenderung menerima dua elektron untuk membentuk konfigurasi elektron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaam dua elektron oleh atom golongan VI A membentuk ion negatif bermuatan dua.Contohnya sebagai berikut:Cl ( 2 8 7 ) + e
Cl
-
( 2 8 8 )
unsur golongan VII AS ( 2 8 6 ) + 2e
S
2-
(2 8 8 )
unsur golongan VI A
1.
 
Ikatan Ion (Ikatan Elektrovalen)
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom yang lain. Ikatanion terbentuk antara atom logam (atom yang melepaskan elektron) dengan atom nonlogam (atom yang menerimaelektron). Ikatan ion terjadi karena adanya perbedaan keeltronegatifan yang cukup besar pada atom logam dannonlogam. Atom logam setelah melepaskan elektron berubah menajdi ion positif, sementara atom nonlogam setelahmenerima eletron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik menarik (gaya
 
elektrostatis). Jadi proses tarik menarik ion positif dengan ion negatif dikarenakan adanya gaya elektrostatis ini,akibatnya terjadilah pembentukan ikatan ion. Atom golongan I A seperti Na berikatan dengan atom golongan VII seperti Cl. Untuk membentuk ikatan,atom golongan IA melepaskan 1 elektron, sedangkan atom golongan VIIA menerima 1 elektron. Jumlah elektronyang dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima. Jumlah elektron yang dilepaskan sebanyak 1elektron, maka harus terdapat 1 atom untuk menerima 1 elektron.Contoh ikatan ion adalah ikatan antara atom Na dan atom Cl yang membentuk senyawa NaCl. Dengankonfigurasi masing-masing:
11
Na = 2 8 1 dan
17
Cl = 2 8 7, agar memiliki delapan elektron di kulit terluar atom Naharus melepas 1 elektron dan atom Cl harus menerima 1 elektron. Akibatnya atom Na berubah menjadi Na
+
danatom Cl berubah menjadi Cl
-
. Antara keduanya saling tarik menarik sehingga bergabung membentuk NaCl. Senyawayang terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa-senyawa ionik. Contoh pembentukan senyawa ionik:Na
Na
+
+ eCl + e
Cl
-
Na
+
+ Cl
-
 
NaCl
 
2.
 
Ikatan Kovalen
Pada umumnya ikatan kovalen terbentuk antara unsur-unsur bukan logam. Menurut Lewis, atom-atomdapat berikatan dengan menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama supaya mencapai kestabilanseperti unsur gas mulia. Ikatan antaratom yang dibentuk dengan penggunaan bersama pasangan elektron oleh duaatom atau lebih disebut ikatan kovalen. Ikatan kovalen terjadi karena atom-atom yang berikatan memilikikeelektronegatifan sama atau hampir sama. Jadi, atom tidak melepaskan atau menerima elektron, tetapimenggunakan pasangan elektron secara bersama-sama. Contohnya adalah pada atom C dan H dengan bedakeelektronegatifan 0.35 (skala
 polling 
).Dalam melukiskan ikatan kovalen digunakan struktur lewis yaitu setiap elektron di kulit terluar dilambangkandengan tanda titik. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a.
 
Pasangan elektron yang dipakai secara bersama-sama diletakkan diantara lambang kedua atom yangberikatan.
b.
 
Sesudah berikatan setiap atom harus dikelilingi oleh 8 elektron (kecuali hidrogen yang hanya 2 elektron).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->