Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 1, 1-6

Bab 1, 1-6

Ratings: (0)|Views: 34 |Likes:
Published by bawani125

More info:

Published by: bawani125 on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah
Kesehatan merupakan hak azasi manusia (UUD 1945, pasal 28 ayat 1 danUU Kes. No. 36 Tahun 2010) dan sekaligus sebagai investasi, sehingga perludiupayakan, diperjuangkan dan ditingkatkan oleh setiap individu dan seluruhkomponen bangsa, agar masyarakat dapat menikmati hidup sehat, pada akhirnyadapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Salah satunyaadalah dengan memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau kepadamasyarakat dengan diselenggarakannya pos pelayanan terpadu (Posyandu), bagianak balita.Program Posyandu kurang berkembang dimsyarakat, hal ini disebabkankarena para petugas lapangan sebagai motivator dari program tersebut kurang atautidak memberikan dorongan/motivasi kepada masyarakat khususnya kepada ibubalita kesehatannya secara terus menerus. Faktor dari masyarakat yaitu kader jugadapat memberikan dukungan/dorongan kepada masyarakat agar dapatmempengaruhi peran serta masyarakat, apabila kader aktif mengajak ibu balitauntuk ikut dalam kegiatan posyandu maka diharapkan ibu balita pun akan tertarik untuk ikut serta.Posyandu adalah Pos Pelayanan Terpadu yang diselenggarakan olehmasyarakat di tingkat desa yang di selenggarakan setiap bulan sekali. Posyanduyang berfungsi dengan baik di masyarakat dapat menjadi harapan dalam mencapaiderajat kesejahteraan masyarakat yang semakin baik. Oleh karena itu, peningkatankapasitas posyandu melalui penilaian atas kemampuan dalam mengelola program
 
2yang transparan,
akuntabel
,
 partisipatif 
, serta demokratis, merupakan suatu halyang perlu dilakukan. Dalam melaksanakan program posyandu diperlukandukungan partisipasi masyarakat terutama ibu balita. (Depkes RI, 2006).Pemanfaatan posyandu oleh balita belum seperti yang diharapkan.MenurutSusenas 2001, hanya 40% balita dilaporkan dibawa ke Posyandu dalam 1 bulanterakhir dan sekitar 28% balita tidak pernah dibawa mengunjungi ke Posyandu.Jika ditinjau dari kelompok umurnya, yang terbanyak memanfaatkan Posyanduadalah bayi 0-11 bulan. Selanjutnya proporsi tersebut menurun seiring denganmeningkatnya umur anak. Di perkotaan lebih banyak yang tidak memanfaatkanPosyandu dibandingkan di perdesaan (30,6% untuk di pedesaan dan 25,7% untuk di perkotaan). Rendahnya pemanfaatan posyandu oleh ibu dipengaruhi olehtingkat pengetahuan ibu yang masih rendah tentang manfaat posyandu, olehkarenanya ibu tidak termotivasi untuk membawa bayi ke posyandu. Selain itu adaanggapan ibu bahwa tidak perlu membawa bayinya ke posyandu jika anak tidak mengalami sakit. (Azwar, 2005). Sampai saat ini di Jawa Timur jumlah Posyanduyang tercatat ada 226.829 dan yang aktif sebanyak 226.227. Sampai pada 2013mendatang ditargetkan ada 10 ribu Taman Posyandu berdiri di Jawa Timur. Datamenunjukkan pada tahun 2010, diperkirakan sekitar 74,5 % balita di bawa kePosyandu sekurang-kurangnya satu kali selama enam
 
bulan terakhir
,
seharusnyabalita di bawa ke Posyandu sekali sebulan untuk memantau pertumbuhan balita.Saat ini posyandu yang ada di kota Semarang berjumlah 1.476 buah, terdiri dari77 posyandu pratama (5,22%), 2433 posyandu madya (29,34), 655 posyandupurnama (44,38%) dan 311 posyandu mandiri (21,07%) (Dinkes Semarang,2008).
 
3Berdasarkan Dari hasil study pendahuluan terhadap 10 responden perilakuibu dalam pemanfaatan posyandu guna meningkatkan status kesehatan balitadidapatkan perilaku ibu positif sejumlah 6 responden dan didapatkan perilakunegative ibu sejumlah 4 responden.Kunjungan balita di posyandu berkaitan dengan peran ibu sebagai orangyang paling bertanggung jawab terhadap kesehatan balitanya, karena balita sangatbergantung dengan ibunya. Kunjungan ibu dengan membawa balita ke posyandukarena adanya motif tertentu misalnya agar anaknya mendapatkan pelayanankesehatan yang maksimal. Untuk itu, motivasi ibu dalam pemanfaatan posyandubalita mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan kesehatan balitanya.Menurut Uphoff (2002) dengan membawa balita ke posyandu maka akanmendapatkan manfaat yaitu anak mendapatkan kesehatan ke arah yang lebih baik,mendapatkan kemudahan pelayanan di satu kesempatan dalam satu tempatsekaligus, dapat menghindari pemborosan waktu, tingkat partisipasi masyarakatmencapai target yang diharapkan dan cakupan pelayanan dapat diperluas sehinggadapat mempercepat terwujudnya peningkatan derajat kesehatan balita.Dengan adanya partisipasi masyarakat perencanaan program posyandudiupayakan menjadi lebih terarah, artinya rencana atau program yang disusunsesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat, berarti dalam penyusunanprogram ditentukan prioritas, dengan demikian pelaksanaan program tersebutakan terlaksana secara efektif dan efisien. Salah satu indikasi pemanfaatanpelayanan kesehatan adalah keaktifan kedatangan masyarakat ke pusat pelayanankesehatan yang dalam hal ini khususnya pemanfaatan posyandu. Kehadiran ibu diposyandu dengan membawa balitanya sangat mendukung tercapainya salah satu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->