memasukanpembakaran desa Wailete ini kedalam program rehabilitasi, dianggap bukan dalamrangka kerusuhan Ambon.3)
Serangan Massa Kristen ke Desa Air Bak Akhir Desember 199827 Desember 1998
: Desa Air Bak, yang hanya berpenduduk sekitar 8 keluarga beragama Islam(desa kecil) diserbu warga Desa Tawiri yang mayoritas beragama Kristen. Pertikaian ini diawaliketika ada Babi peliharaan masyarakat Tawiri memasuki kebun masyarakat desa Bak Air, halseperti ini biasa terjadi. Menghalau dengan lemparan batu saja Babi akan keluar dari kebun. Kaliini, kejadian ini dijadikan masalah oleh orang Kristen Tawiri. Orang-orang Muslim dilempari batu. Tidak ada penyelesaian, malah warga Muslim yang ditahan polisi.
5 Januari 1999
: Di tengah masyarakat beredar isu akan tejadinya kerusuhan pada Hari RayaIedul Fithri, meski beberapa penyampaian di antaranya dengan bahasa yang disamarkan. Di bagian lain bisa dibaca bagaimana isu itu berkembang di Kampung Batu Gantung Waringin.Seluruh rumah di situ dibakar dan diruntuhkan. Kampung ini dihuni oleh mayoritas orang Bugis.
Tragedi Berdarah di Dobo, Maluku Tenggara14 Januari 1999
: Kerusuhan pecah di Dobo, kecamatan Pulau Aru (Kepulauan Tanimbar,Maluku Tenggara). Korban tewas delapan orang. Penyerangan dilakukan oleh kelompok Kristentersebut bukanlah yang pertama kali. Sekitar satu bulan sebelumnya sempat terjadi kontak senjata tradisional meski dengan skala yang lebih kecil di tempat yang sama.
19 Januari 1999
: Hari Raya Iedul Fithri. Kerusuhan pecah lagi di Dobo, setelah umat Islammelaksanakan sholat Ied. Dikabarkan 14 orang terbunuh, 10 orang di antaranya adalah orangKristen. Sebanyak 55 rumah habis terbakar.Ketiga peristiwa di atas jelas telah direncanakan sebelumnya dalam rangka mencoba rencana besar mereka, yakni pembantaian Muslim Ambon di Hari Raya Iedul Fithri. Kerusuhan Dobo(14/1) layak dianggap sebagai awal meletusnya Kerusuhan Ambon. Cukup banyak anggota TNIyang dikirim ke Dobo sehingga kekuatan TNI di Ambon berkurang dalam jumlah yang berarti.Jumlah sisanya tidak mampu berbuat apa-apa di kota Ambon pada tanggal 19 dan 20 Januari,sebelum datangnya bala bantuan TNI dari tempat lain. Apalagi kemudian, di Dobo, pada IedulFithri, juga pecah kerusuhan lanjutan yang cukup besar.4)Dikaitkan dengan Tragedi Iedul Fithri Berdarah, rentetan ketiga peristiwa di atas harus dianggapsebagai bagian yang tak terpisahkan, atau sebagai 'babak pertama' dari seluruh babak yang berjudul 'Tragedi Iedul Fithri Berdarah'. Seandainya ummat Islam di Ambon menyatakan proteskeras kepada pihak Kristen yang berpura-pura tidak tahu maka mereka akan ragu memasuki'babak kedua', yaitu adegan 'Tragedi Iedul Fithri Berdarah'. Dengan kata lain Tragedi Iedul FithriBerdarah itu belum tentu bisa terjadi karena uji cobanya tidak berhasil, Ummat Islam masih siapdan kompak, siaga menghadapi setiap kemungkinan.
Leave a Comment
Tolong di pertanggung jawabkan peristiwa ini... Jangan seenaknya memakai nama agama! karena mungkin saja ada ajaran sesat yang memakai nama agama itu!
anda yang sesat! Orang muslim di seluruh dunia selalu teraniyaya, dibantai, tapi jika kaum muslimin membalas maka akan dibilang teroris. Rasakan pengadilan akhirat yang adil kelak!!!