P. 1
Spek Teknis

Spek Teknis

Ratings: (0)|Views: 117 |Likes:
Published by ragilven

More info:

Published by: ragilven on Dec 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

 
BAB VII
SPESIFIKASI TEKNIS
A. STRUKTUR DAN ARSITEKTUR
1. LINGKUP PEKERJAAN 
Pekerjaan yang dilaksanakan adalah : Pembangunan Gedung KantorPengadilan Agama Bontang Tahap III Lanjutan (finishing)
2. STANDAR YANG BERLAKU
Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhipersyaratan-persyaratan teknis dalam persyaratan NormalisasiIndonesia (NI), Standar Industri Indonesia (SII) dan Peraturan-peraturanNasional maupun Peraturan-peraturan setempat lainnya yang berlakuatas jenis-jenis pekerjaan yang bersangkutan antara lain :NI 2 (1971) PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIANI 3 (1970) PERATURAN UMUM UNTUK BAHAN BANGUNAN DIINDONESIANI 8 (1974) PERATURAN SEMEN PORTLAND DI INDONESIANI 5 (1961) PERATURAN KONSTRUKSI KAYU INDONESIAUntuk pekerjaan yang belum termasuk dalam standar-standar diatas,maka diberlakukan standar-standar Nasional ataupun Internasionalyang berlaku atas pekerjaan-pekerjaan tersebut atau setidak-tidaknyaberlaku standar-standar Persyaratan Teknis dari negara asal/ pekerjaanyang bersangkutan.
3. MEREK-MEREK DAGANG 
Kecuali ditentukan lain, maka nama-nama atau merek-merek dagangdari bahan yang disebutkan dalam Persyaratan Teknis ini ditujukanuntuk maksud-maksud perbandingan terutama dalam hal mutu, model,bentuk, jenis dan sebagainya.Pemborong boleh mengusulkan merek-merek dagang lainnya yangsetaraf dalam mutu, model, bentuk, jenis dan sebagainya setelahmendapat persetujuan Pemilik.Bilamana Pemborong mengusulkan bahan dengan merek lain, makadiusulkan adalah setaraf atau lebih baik, melalui data teknis bahan,pengujian bahan dari Lembaga Pengujian Bahan yang disetujuiPengawas, referensi dan lain-lain yang dapat meyakinkan Pengawasdan Pemilik.
 
 Dalam hal dimana disebutkan 3 (tiga) merek dagang atau lebih untuk jenis bahan/pekerjaan yang sama, maka Pemborong diharuskan untukdapat menyediakan salah satu dari padanya sesuai dengan persetujuanPengawas.Pada material-material tertentu atas persetujuan Pemilik dapatdisebutkan 1 (satu) merk dagang, dan mutunya dipastikan baik,Pemborong dapat mengusulkan langsung kepada Pengawas untukdisetujui.
4. DATA UMUM LAPANGAN 
Titik-titik UkurSeluruh titik ukur sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan padaukuran setempat, yaitu titik-titik ukur yang ada di lapangan proyekseperti direncanakan dalam gambar-gambar dan yang disetujuiPengawas.Data FisikData sehubungan dengan ketinggian-ketinggian tanah yang ada, tinggiair tanah, dan lai-lain yang diterakan pada gambar-gambardimaksudkan sebagai informasi umum dan titik-titik tolak untukpelaksanaan pekerjaan ini oleh pemborong.Penawaran yang diserahkan Pemborong, harus sudah meliputi semuabiaya untuk pelaksanaan-nya sesuai dengan ketinggian-ketinggian yangdtentukan pada gambar-gambar pelaksanaan.
B. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAHB.1 U m u m
Lingkup PekerjaanPekerjaan meliputi ;Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Bontang Tahap IIILanjutan (Finishing)Pengukuran Peil (Levelling)Sebagai patokan tinggi peil (level) 0,00 Lantai 1 adalah ketinggiankeramik lantai 1 Ruang Hall bangunan Kantor eksisting.Penentuan ini harus diperiksa kembali dan mendapat persetujuandari KONSULTAN PENGAWAS
 
Bilamana terdapat perbedaan ukuran-ukuran harus segeramelaporkan kepada KONSULTAN PENGAWAS sebelumdilaksanakan.Pemakaian ukuran yang bkeliru sebelum dan selama Pelaksanaanpekerjaan, menjadi tanggungjawab KONTRAKTOR.KONTRAKTOR diharuskan menggunakan alat-alat (instrumen) yangperlu dan tidak rusak untuk mendapatkan ukuran, sudut-sudut danukuran tegak secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Untukitu dihindari cara-cara penguikuran dengan perasaan, penglihatandan secara kira-kira.Bahan-bahan dan Syarat BahanSemenSemua semen yang digunakan adalah semen portland yangmemenuhi syarat-syarat sebagai berikut :Standar Industri Indonesia dalam SII-0013-81Tata cara perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung 191(SK.SNI T-15-1991-03)Tata Cara Perancangan dan Pelaksanaan Konstruksi Beton 1989(SK.BI-1.453.1989)Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986Mempunyai Sertifikat uji (test certificate)Mendapat persetujuan KONSULTAN PENGAWAS.Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang samauntuk suatu konstruksi/struktur yang sama, dalam kedaan baru danasli, dikirim dalam kantong-kantong semen yang masih disegel dantidak pecah.Semua semen disimpan dalam gudang yang tertutup dan terlindungdari kerusakan-kerusakan akibat salah penyimpanan dan cuaca.Untuk semen yang tidak memenuhi persyaratan diatas dapat ditolakpenggunaannya. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkandari lapangan paling lambat dalam waktu 2x24 jamAgregat (Aggregates)Semua pemakaian split (batu pecah) dan Pasir Beton harusmemenuhi syarat berikut :Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982Specification for Concrete Aggregates (ASTM 33)Specification for Lightweight Aggregates for Structural Concrete(ASTM 33)Standar Industri Indonesia (SII) 0052-80Tidak mudah hancur (tetap keras), tidak porusBebas dari Tanah/Tanah Liat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->