Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pimnas 07 Naskah UGM Hari Efektivitas Ekstrak Bunga Karang

Pimnas 07 Naskah UGM Hari Efektivitas Ekstrak Bunga Karang

Ratings:

4.33

(6)
|Views: 8,130|Likes:
Published by setiawanhn

More info:

Published by: setiawanhn on Feb 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

04/04/2013

 
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Wilayah laut meliputi dua pertiga bagian luas permukaan bumi. Luas laut di AsiaTenggara sebesar 2,5% luas seluruhnya tetapi terumbu karang dunia sebesar 25-30%terdapat di wilayah ini sehingga daerah ini merupakan salah satu pusat terumbu karangdunia. Sebagian terumbu karang terdapat di wilayah Indonesia dan Filipina. Indonesiamerupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya perairan sehinggamenyimpan potensi sumberdaya hayati laut yang sangat besar baik dalam jumlah maupun jenisnya (
biodivesity
) tetapi kondisi terumbu karang di Indonesia sangat memprihatinkanyaitu sekitar 31,7% mengalami kerusakan parah dan hanya sekitar 6,1% dalam keadaaansangat bagus (Supriyono, 2000).Bunga karang merupakan salah penyusun terumbu karang. Bunga karang merupakanbentuk primitif hewan karang yang sangat sederhana dengan hidup melekat secarapermanen pada suatu lokasi di laut (
sessile
) dan salah satu komponen biota penyusunterumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan.Terdapat sebanyak 5.000 - 10.000 spesies bunga karang yang menghuni dari lautan dalamhingga tepi laut (Anonim, 2006a). Bunga karang tidak mempunyai alat untuk bergerak atauberpindah tempat untuk menghindari predator. Umumnya bunga karang mempertahankandiri dengan menggunakan zat kimia yang dihasilkan dari tubuhnya. Zat kimia ini didugasebagai bahan penolak terhadap serangan mikrobia atau parasit yang mengelilingi tubuhnya(Hooper, 2000).Bunga karang mengandung senyawa aktif yang aktivitasnya lebih besar dibandingkansenyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat (Munarsih dan Rachmaniar, 1999).Bunga karang laut menghasilkan ekstrak kasar dan fraksi yang bersifat antibakteri, anti jamur, antibiofouling, menghambat aktivitas enzim dan
ichtyotoksik 
(Suparno, 2006).Bioaktivitas antibakteri ekstrak kasar bunga karang laut terdapat pada beberapa jenisseperti:
Halichondria
sp,
Callyspongia pseudoreticulata, Callyspongia
sp. dan
Auletta
sp.(Parenrengi
et al
., 1999). Bunga karang
Parahigginsia
sp. mampu menghambatpertumbuhan sel kanker (P-388), sel penyebab kanker mulut (KB16), sel penyebab kankerparu-paru (A549) dan sel penyebab kanker usus besar (HT-29) (Chen, 2000).
 
2
Parahigginsia
sp. juga memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang sangat potensialuntuk dikembangkan sebagai sumber antibiotik (Isnansetyo
et al
., 2005).Streptococcicosis adalah penyakit yang disebabkan oleh
Streptococcus
sp. yang banyak menyerang ikan air tawar terutama ikan nila (
Oreochromis
sp.), katak (
 Rana
sp.) dan ikan-ikan air laut seperti ikan kerapu macan, kerapu tikus, ikan sidat (
 Anquilla
sp.) (Anonim,2006d), ikan kakap merah, beronang (Anonim, 2006b). Penyakit ini mengakibatkan
meningoencephalitic
otak, di bagian luar terdapat luka seperti
hemorrhagic
dan luka
congestive
,
petechia
di bagian dalam operkulum,
congestion
di bagian pektoral dan siripekor serta mulut, eksoptalmia, distensi bagian perut, nanah tumbuh disekitar orbit danoperkulum. Pada bagian dalam
Streptococcus
menimbulkan luka antara lain
ascites
atau
 peritonitis
, seringkali menimbulkan warna merah atau
fibrinous
, jika berasosiasi dengan
 peritonitis
,
hemorrhage
sering terdapat di dalam usus,
focal necrosis
di lemak atau hatiberwarna pucat,
congestion
dan
hemorrhage
pada hati,
spleen
, ginjal, otak dan usus dengankarakteristik 
hemorrhagic
enteritis di dalam enterococcosis (Anonim, 2006e).Di Indonesia, streptococcicosis banyak menyerang ikan-ikan yang dibudidayakan(Widiyati
et al
., 2004). Daerah persebaran Streptococcicosis ialah pulau Jawa, Sumateradan Sulawesi (Anonim, 2006d).
Streptococcus iniae
adalah contoh spesies patogen darigenus
Streptococcus
dengan dosis 10
11
cfu/ikan dapat mematikan ikan nila budidaya dalamwaktu singkat (Widiyati
et al
., 2004).
S
.
iniae
mulai menyerang ikan yang beratnya mulaidari 10-3000 gram dan menimbulkan kematian hingga 70% dalam beberapa hari. Gejalapenyakit ini ditandai dengan cara berenang ikan yang tidak normal (sekarat), mataberselaput, luka berwarna merah dikulit dan internal septicemia (Komar
et al
., 2006).Streptococcicosis tergolong ke dalam golongan II yang artinya penyakit yang dapatdisembuhkan sehingga perlu dicari antibiotik untuk dapat menanggulanginya (Anonim,2006d). Biasanya penyakit ini diamati melalui pemeriksaan laboratorium. Pencegahan danpengobatan yang telah dilakukan yaitu dengan tes sensitivitas antibiotik denganpenambahan
Amphicilin
0,5 gram per kg makanan ikan untuk 2 hari,
Oxytetracycline
0,5gram per kg makanan ikan untuk 7 hari,
Erythromycin estolate
1,0 gram per kg makananuntuk 5 hari atau dengan menggunakan penicilin 3.000 unit per kg berat ikan yang disuntik secara
intramascullar 
(Anonim, 2006b).Ikan nila (
Oreochromis
sp.) dipilih sebagai ikan uji karena banyak terserangstreptococcicosis. Penggunaan antibiotik sering digunakan tetapi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan budidaya maupun terhadap ikan yaitu menyebabkan akumulasi
 
3residu dalam daging, resistensi pada mikroba patogen serta menghambat perkembanganorganisme non target seperti plankton dan bakteri pengurai sehingga mengganggukeseimbangan ekosistem dalam lingkungan budidaya.Berdasarkan penapisan dan uji pendahuluan, diketahui bahwa ekstrak metanol (MeOH)beberapa bunga karang yang dikoleksi dari pantai Wediombo, Yogyakarta memiliki dayahambat yang besar terhadap bakteri
Streptococcus
sp.. Salah satunya yaitu bunga karangyang diindentifikasi sebagai
Parahigginsia
sp. (Isnansetyo
et al
., 2005).
B. Perumusan Masalah
Salah satu kendala dalam kegiatan budidaya perikanan adalah timbulnya seranganpenyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri
Streptococcus
sp. banyak menyerang ikannila atau keluarga ikan tilapia sehingga merugikan pebudidaya ikan air tawar khususnya.Selain itu, Streptococcicosis juga menyerang ikan air laut seperti pada ikan kakap merahdan baronang (Anonim, 2006b). Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengobatitimbulnya Streptococcicosis yang ditimbulkan tetapi hasilnya belum memuaskan.Penggunaan antibiotik sering digunakan tetapi menimbulkan dampak negatif terhadaplingkungan budidaya maupun terhadap ikan yaitu menyebabkan akumulasi residu dalamdaging, resistensi pada mikroba patogen serta menghambat perkembangan organisme nontarget seperti plankton dan bakteri pengurai sehingga mengganggu keseimbanganekosistem dalam lingkungan budidaya. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif lain untuk mengganti antibiotik dengan bahan alami yang ramah lingkungan dan mudah terurai.Bunga karang merupakan komunitas terumbu karang yang mengandung bahan aktif yang banyak digunakan dalam industri farmasi obat-obatan untuk hewan dan manusia.Belum banyaknya penelitian tentang pemanfaatan bunga karang sebagai sumber senyawaantibakteri khususnya dalam bidang perikanan, maka perlu dilakukan penelitian tentangpenggunaan senyawa bioaktif yang terkandung dalam bunga karang untuk menggali potensibahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti obat-obatan yang beredarsaat ini.
C. Tujuan Program
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas anti-
Streptococcus
sp. ekstraMeOH bunga karang
Parahigginsia
sp. secara
in vitro
dan pengaruhnya terhadap

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Shanty Rizki W liked this
Agni Novistiani liked this
titikivo3884 liked this
mantaray_09 liked this
mantaray_09 liked this
Ummi'na Faris liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->