• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Analisis Gerombol
Analisis Gerombol merupakan suatu metode untuk mengelompokkan individu-individu ke dalam beberapa kelompok dimana setiap unit pengamatan dalam satukelompok akan mempunyai ciri yang relatif sama sedangkan antar kelompok unit pengamatan memiliki sifat yang berbeda.Asumsi yang harus dipenuhi dalam penerapan Analisis Gerombol adalah:1.Sampel yang diambil harus dapat mewakili populasi yang ada.Dalam penelitian ini, digunakan data populasi, sehingga asumsi ini tidak perlu diujilagi.2.MultikolinieritasMultikolinieritas adalah kemungkinan adanya korelasi antar peubah bebas. Sebaiknyatidak ada atau seandainya ada, besar multikolinieraitas tersebut tidaklah tinggi. Biladata yang digunakan dalam Analisis Gerombol adalah data skor komponen dari hasilAKU, maka tidak akan ditemukan lagi adanya Multikolinieritas.Sebelum melakukan penggerombolan terlebih dulu ditentukan jarak kedekatan(
 similarity
) antar individu. Penentuan ukuran individu ini meliputi ukuran keragamandalam kelompok yang terbentuk dan ukuran keragaman antar kelompok. Ukurankeragaman dalam kelompok relatif lebih kecil daripada keragaman antar kelompok.Keragaman antar kelompok dapat ditetapkan oleh taksiran jarak diantara dua nilai pusatkelompok dalam membandingkan dengan jarak dari anggota kelompok terhadap pusatkelompok. Berdasarkan uraian yang ada di atas kita dapat menyimpulkan bahwa penghitungan ukuran kemiripan atau jarak diantara dua objek secara berturutanmerupakan suatu hal yang fundamental untuk menggunakan tehnik analisis gerombol. .
 
Ukuran kedekatan yang digunakan adalah jarak 
 Euclidus
. Jarak ini digunakanapabila antar peubah-peubah individu tidak berkorelasi. Ukuran jarak Euclidus untuk dua buah unit X dan Y adalah:
d(X,Y) = ((X – Y)’ I (X – Y))
1/2
dimana I adalah matrik identitas berukuran p x p.Secara umum, analisis gerombol dibagi menjadi dua bagian utama yaitu metode berhierarkhi (
hierarchical clustering method 
) dan metode tak berhierarki (
nonhierarchical clustering method 
). Metode berhierarkhi digunakan apabila banyaknyagerombol yang akan dibentuk tidak diketahui dan metode tak berhierarkhi digunakanapabila banyaknya gerombol yang akan terbentuk dianggap telah diketahui sebelumnya.Analisis gerombol (
Cluster Analysis
) yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode tidak berhierarki (
 K-means Clustering)
. Banyaknya gerombol yang ingindibentuk terlebih dahulu ditentukan. Di dalam metode ini diasumsikan bahwa analisisterdiri dari n individu dan p pengukuran.
 X 
(i,j) adalah nilai dari individu ke-i dalamvariabel ke-j; i = 1,2,…,n dan j = 1,2,…,p. Misal P (n,K) adalah pengelompokkan yangmerupakan hasil dari masing-masing individu yang dialokasikan ke dalam sebuahgerombol (cluster) 1,2,…,K. Rata-rata variabel ke-j dalam gerombol (cluster) ke-l akandinotasikan dengan
 X 
(l,j), dan jumlah individu-individu yang termasuk dalam gerombol(cluster) ke-l dinyatakan dengan n(l). Dalam notasi ini kita dapat menampilkan jarak antara individu ke-i dan gerombol ke-l sebagai berikut:
[ ]
=
=
 p j
 j X  ji X i D
1212
)),(),((),( dengan komponen kesalahan tiap-tiap kelompok dapat didefinisikan sebagai berikut:
[ ] [ ]
21
)(,),(
=
=
ni
ii D K n P  E 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...