Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
catur_ITN 2010

catur_ITN 2010

Ratings: (0)|Views: 12|Likes:

More info:

Published by: Widianto Eka Pramana on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

 
SISTEM PEMANTAUAN TATA RUANG KOTA DENGAN WAHANA UDARA NIR- AWAK SEBAGAI PENYEDIA FOTO UDARA MURAH
Catur Aries Rokhmana
email:caris@ugm.ac.idv; website: http://www.potretudara.com/
Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta 55281,
 ABSTRAK 
Idealnya, kegiatan pemantauan terhadap perkembangan Tata Ruang Kota dilakukan secara berkala.Kenyataannya kendala dana dan sumber data manusia menjadi penghalang untuk melaksanakankegiatan pemantaun wilayah. Fakta lain, umumnya perubahan pada wilayah Kota hanya terjadi padasebagian wilayah dengan luas lebih kecil dari 3000 Ha. Keberadaan foto udara skala besar yang murah,cepat, dan akurat untuk diproduksi dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan sistem pemantauan wilayah.Tulisan ini menjelaskan potensi penggunaan wahana udara nir-awak untuk menyediakan foto udaramurah sebagai sistem pemantauan tata ruang kota. Sistem pemotretan udara murah dihasilkan denganmemanfaatkan wahana aeromodeling dan kamera digital yang banyak dipasaran. Pemrosesan terhadapdata hasil pemotretan udara dilakukan dengan teknologi fotogrametri digital. Sistem dapat menghasilkancitra orto-mosaik kota yang detail, model kota 3D, dan mengukur dimensi obyek yang terekam dalamFoto Udara. Kualitas geometrik dari sistem pemantauan ini dapat memenuhi akurasi peta skala 1/1000.Pada kasus pemantauan wilayah, keberadaan data spasial yang lama sangat diperlukan untuk mereferensikan data baru yang dihasilkan oleh sistem pemantauan wilayah.Kata kunci: Foto udara detail, wahana udara nir-awak, fotogrametri, tata ruang kota
PENDAHULUAN
Kombinasi antara luas wilayah Indonesia, karakteristik kepulauan dengan jumlah penduduk yang banyak merupakan tantangan dan pekerjaan yang besar bagi kegiatan survey-pemetaan.Sampai tahun 2006, dari sekitar 195 juta Ha wilayah Indonesia (Sumarto, dkk. 2008) hanyakurang dari 10 persen dari luas tersebut telah tergambar dalam peta skala besar pada skala1:1000 dan 1:2500. Luas wilayah pemukiman total 10 Juta Ha, tersebar di 70.000 lokasidesa/kelurahan. Sehingga apabila dibagi maka luas satuan pemukiman per lokasi desa + 140Ha. Fakta lain, umumnya perubahan pada wilayah Kota/Pemukiman hanya terjadi padasebagian wilayah dengan luas lebih kecil dari 3000 Ha. Penggunaan teknologi pemotretan udaradengan standar kamera tidak akan ekonomis, sebab pekerjaan minimal harus 20.000 Ha untuk dapat nilai yang efisien. Sehingga dibutuhkan teknologi tepat guna untuk percepatanpenyelesaian kebutuhan survey-pemetaan di wilayah perkotaan. Dari sisi teknologi perludikembangkan sistem pemetaan lahan/persil yang bercirikan: biaya rendah, mudahdioperasikan, cepat dalam proses produksi, dan kualitas yang memadai. Penggunaan teknologiwahana udara nir-awak menjadi efisien untuk kisaran luasan 500 Ha.Tulisan ini menjelaskan potensi penggunaan wahana udara nir-awak (UAV:
Unmanned Aerial Vehicle 
) untuk menyediakan foto udara murah sebagai sistem pemetaan atau pemantauan tataruang kota. Hasil foto udara dari wahana nir-awak dapat diproses dengan fotogrametri digitaluntuk produksi berbagai jenis data spasial seperti citra mosaik wilayah perkotaan, model elevasidigital, Peta Foto, dan model 3D. Hasil pemrosesan data juga dapat digunakan untuk keperluanpengukuran bentuk, dimensi dan volume suatu obyek yang terekam dalam citra foto udaranya.
 
 
CITRA FOTO UDARA VS CITRA SATELIT
Saat ini citra satelit resolusi sangat tinggi seperti citra satelit IKONOS dan QUICKBIRD semakinbanyak diminta untuk keperluan terkait Tata Ruang Perkotaan. Citra satelit memiliki kelemahanutama adanya liputan awan yang menghalangi pandangan obyek di bumi. Disamping itu, citrasatelit tidak dapat digunakan untuk produksi Peta dengan skala yang lebih besar dari 1/2500. Dilain pihak, citra foto udara menjadi substitusi yang melengkapi kebutuhan pengguna untuk produksi skala 1/5000 – 1/1000. Penggunaan foto udara terkendala pada keterbatasan dana,karena biaya pengadaannya jauh lebih mahal dibandingkan citra satelit. Tabel 1mengilustrasikan perbandingan praktis antara citra satelit dengan citra foto udara.Tabel 1. Perbandingan praktis karakter citra satelit dengan citra foto udara
Citra Satelit Citra Foto Udara
Citra Satelit IKONOSCotra Foto Udara dengan Wahana Nir-AwaResolusi Spasial: IKONOS (1m); QuickBird(0.6m); WorldView (0.5m); GeoEye (0.45m)Resolusi Spasial: 5cm 25cmProduksi Peta skala 1/10.000 1/5.000 Produksi Peta skala 1/5.000 1/1.000 Akurasi posisi terbaik > 1m Akurasi posisi terbaik < 1m (Sub-meter)Biaya pengadaan Citra per Ha: Rp. 2.800 –4.000
 
Biaya pengadaan citra per Ha: Rp. 20.000 –40.000 Ada luas pemesanan minimal Tidak ada batas luas minimal pemesananTidak bebas awan Dapat bebas awan (terbang dibawah awan)Penggunaan wanaha udara nir-awak untuk pemotretaan udara menjadi lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pemotretaan wilayah perkotaan pada lokasi tertentu dengan biaya yang jauh lebih murah. Sistem pemotretan dengan wahana udara nir-awak memiliki tingkatportabilitas yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan pesawat udara standar. Penggunaanwahana udara nir-awak dapat mereduksi kebutuhan biaya sewa pesawat yang mahal. Sehinggapada luasan < 100Ha pun dapat efisien untuk dilakukan pemotretan udara.
 
 
SISTEM PENCITRAAN DENGAN WAHANA NIR-AWAK 
Saat ini telah ada sejumlah riset tentang penggunaan wahana nir-awak untuk kegiatan survei-pemetaan pada skala besar (lihat Rokhmana, 2007, Rokhmana, 2008, Rokhmana, 2009). Salahsatunya dikembangkan di Laboratorium Fotogrametri dan Inderaja Teknik Geodesi UniversitasGadjah Mada yang disebut
UAV-Based 
Fotogrametri (lihathttp://www.potretudara.com). Arsitektur sistem dapat dilihat pada Gambar 1. Hakekat dari sistem ini adalah penggunaansuatu wahana udara (model
aeromodelling 
) sebagai
 platform 
pembawa kamera digital (sensorpencitraan) untuk melakukan pekerjaan pemotretan dari udara pada posisi eksposur yang telahdirencanakan (jalur terbang). Selanjutnya dari foto udara tersebut dapat diproses secarafotogrametrik menjadi data spasial seperti citra ortofoto, data elevasi digital, pengukuranbentuk dan dimensi, dll.Gambar 1. Ilustrasi salah satu sistem wahana nir-awak untuk pemotretan udara.Hamper seluruh tipw kamera digital jenis
 pocket camera 
dapat digunakan sebagai sensorpencitraan. Kelemahan utama dari kamera ini adalah kualitas geometric akibat distorsi lensayang tidak stabil. Penggunaan fotogrametri digital untuk proses kalibrasi kamera ataupun tekni
self-callibration 
pada saat pemrosesan data dapat mereduksi kesalahan ini. Pada umumnyakesalahan 2 (dua) piksel dapat dicapai dari hasil pemrosesan fotogrametri ini. Sehingga apabilapemotretan udara menghasilkan citra dengan resolusi spasial 5cm, maka produk akhir dapatmemiliki kualitas geometrik 10cm. Hasil pengujian untuk aplikasi pemetaan persil di bidangpertanahan memberikan hasil yang memuaskan (lihat Rokhmana, 2009).
PRODUKS DASAR DAN APLIKASINYA UNTUK TATA RUANG
Sistem
UAV-Based 
fotogrametri memiliki kemampuan produksi yang hampir sama denganpenggunaan citra foto udara standar. Perbedaannya terletak pada kemampuan cakupan volumeluas wilayah yang terbatas. Batasan cakupan wilayah sesuai dengan kemampuan jangkauansistem kendali jarak jauhnya yang umumnya < 3km. Tabel 2 memberikan ilustrasi kemampuanproduk dasar dari sistem
UAV-Based 
fotogrametri.Jadi skenario aplikasi sistem ini pada aplikasi tata ruang sebagai berikut:
 
Wahana AeromodellingKamera Digital dan GPS NavigasiMembawa Video Sender untukmengirimkan data ke groundstation secara real time. Dayapancar sistem kontrol wahanaini mencapai 1 – 6 km

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->