Tentang Hidup IIIBanyak masalah yang datang dan pergi dalam hidup kita. Kadang kita merasa kalo kitagak bisa menjalaninya. Setiap detik, setiap menit, setiap jam setiap hari, setiap bulan,setiap tahun. Tapi kadang juga kita ternyata dapat mengatasinya, dan yang lebih hebatlagi, ternyata caranya nggak sesulit yang kita bayangkan. Hidup yang aneh bukan?Hidupyang penuh filosofi! Bayangkan jika berada dalam masalah yang paling berat seumur hidup kita. Apa yang akan kita lakukan? Yang pasti kalo aku, pasti inget kalo "Tuhannggak akan ngasih ujian yang melebihi kemampuan kita", itu aja. Tinggal bagaimana kita berusaha mencari rumus untuk menyelesaikannya, seperti halnya matematika. Tapi dalamsatu soal matematika nggak cuman ada satu rumus untuk menyelesaikannya. ada beberapa rumus, dan tentu saja kita akan memilih yang paling mudah dan cepat. Tapi belum tentu hasilnya benar, bukan? Mungkin rumusnya salah? Mungkin juga soalnyayang salah? Atau mungkin yang mengkoreksi jawaban kita salah?Lalu kenapa kita tidak pernah bertanya pada diri kita sendiri, mungkin kita yang salah menghitungnya? Ataumungkin kita terlalu terburu-buru menghitunya? Kenapa kita tidak pernah mencoba untuk mulai bertanya pada diri kita sendiri sebelum menghakimi soal dan rumus itu? Semuakarena ke-AKU-an dalam diri kita. Karena ada 'aku' dalam diri kita, maka kita nggak akan pernah ngerasa salah, kita akan ngerasa jadi manusia yang paling benar. Kita nggak akan mempedulikan eksistensi orang lain. Mungkin ke-aku-an pasti ada dalam setiap dirimanusia, walopun kuantitasnya berbeda. Ada yang banyak, ada yang sedikit, tapi nggak ada manusia yang nggak punya 'aku' dalam dirinya. Sedikit atau banyak ke-aku-an dalamdiri kita, bukan berarti tidak dapat bertambah ataupun berkurang. Semua tergantung pada'aku' dalam diri kita juga. Ke-aku-an untuk mengurangi ke-aku-an yang terlampau tinggimenjadi ke-aku-an yang luar biasa cantik.* * * * * * *Seandainya ada malaikat, atau mungkin Tuhan yang bertanya padaku, apa yang akuinginkan dan Dia pasti mengabulkannya, aku ingin meminta KEBIJAKSANAAN.Seandainya kamu? Apa yang akan kamu minta? Mungkin itu cuma mulut besarku yangmunafik. Tapi setelah hal itu dikabulkan, apa aku masih akan tetap bermulut besar? Itulah permintaanku, dan aku tak akan pernah menjilat ludah sendiri.* * * * * * *Bagaimana dengan orang yang selalu menasehati orang, tapi dia sendiri melakukan yangsebaliknya? Apakah itu sikap yang pantas kita hindari? Mungkin juga. Atau mungkin juga tidak. Toh orang itu selalu menasehati hal-hal yang baik, walopun dia sendiri berperilaku sebaliknya. Ada kata-kata bijak, entah siapa yang membuatnya "Jangandilihat siapa yang bicara, tapi dengarkan apa yang dibicarakannya". cukup bijak, bukan?Seperti halnya kita memfilterisasi diri kita dari hal-hal yang buruk, kita cukup mengambilhal yang baik saja. Mungkin juga kita akan sulit melakukan, karena orang yang memberinasehat melakukan yang bertentangan dengan nasehatnya. Kenapa? Lalu kita merasa dirikita yang paling benar? Kenapa? Apa yang kita punya? Apa kita akan mencari dan terusmencari orang yang perilaku dan omongannya sama-sama baik? Nggak ada manusiayang sempurna seperti itu. Aku? Aku adalah manusia dengan seribu macam cacat dalamdiriku, aku adalah manusia paling bercela di antara manusia yang lain, aku adalah
Leave a Comment
regards
great