Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Surat at Tin

Surat at Tin

Ratings: (0)|Views: 142 |Likes:

More info:

Published by: Tegar 'Efron' Stongker on Dec 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
Surat At-Tin
(http://www.crayonpedia.org/mw/Al-Quran_Surat_at-Tin_9.1)
 
Surat At Tiin ( ) adalah surah ke
-95 dalam Al-Quran. Surah ini terdiri dari 8 ayat,termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Buruuj. Nama At Tiin diambildari kata At Tiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah Tin.
Pokok isi
 Manusia makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniah, tetapi mereka akan dijadikan orang yangamat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh; Allah adalah Hakim Yang Maha Adil.
Isi surah
 
     
: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.1.
 
    
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,2.
 
   
dan demi bukit Sinai,3.
 
      
dan demi kota (Mekah) ini yang aman,4.
 
               
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yangsebaik-baiknya.5.
 
        
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya(neraka),6.
 
                   
kecuali orang-orang yang beriman danmengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.7.
 
      
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasansesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?8.
 
         
Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Makna
Dalam surat at-Tin, Allah terlalu amat sangat jelas sekali ketika ingin benar2 mengatakan danmenetapkan bahwa manusia itu adalah makhluk ciptaan-Nya yang sempurna. Bila kita perhatikan ayatpertama, kedua dan ketiga, 3 ayat tersebut diawali dengan sumpah semua.-Sumpah tentang buah Tin dan Zaitun
 – 
Bukit Tursina dan Negeri MakahSebagian mufasir mengartikan buah Tin dan Zaitun secara dhohir seperti termaktub dalam alquran.Buah Tin dan Zaitun adalah buah yang banyak mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan adasatu riwayat dari Abu Darda yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa, kalauseandainya ada buah yang turun dari langit maka itulah dia buah Tin......dan buah Zaitun sebagaimanayang kita ketahui selain dia juga mengandung banyak manfaat kesehatan, buah tersebut adalah buahyang diberkahi oleh Alloh. Bahkan ada juga yang meriwayatkan ketika Adam dan Hawa diturunkandari langit dan dalam keadaan tanpa busana mereka berdua mengambil dedaunan Zaitun untuk dijadikan penutup aurat.Yang tersebut diatas adalah yang memaknai buah Tin dan Zaitun sebagai dhohirul ayah. Tapi ada jugayang memaknai Tin dan Zaitun disini sebagai kalimat isti'arah yang menunjukan tempat. Tin yangdimaksud disini ada yang berpendapat tempat dimana pohon buah Tin banyak tumbuh yaitu diDamaskus, sedangkan Zaitun yang dimaksud disini adalah Baitul Muqaddas atau daerah Palestina.Pendapat yang mengatakan hal tersebut dikuatkan dengan ayat2 selanjutnya yang menerangkantentang tempat-tempat dimana tiga agama samawi diturunkan oleh Alloh sebelum diselewengkan olehkaumnya sendiri.
 
Baitul Muqaddas adalah tempat dimana Nabi Isa As diutus oleh Alloh untuk kaum Nashrani
 
 
Bukit Tursina adalah tempat dimana Nabi Musa As diutus oleh Alloh untku kaum Yahudi
 
Sedangkan Makah adalah tempat dimana Sayyidina Muhammad menerima wahyu ilahi untuk kita semua.Setelah tiga sumpah [qasm] tersebut Allah memulai ayat keempat dengan jawaban sumpah [jawab al-qasm], itulah bentuk lain dari penekanan bahwa manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna.(http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_At-Tin)
at-TinTafsir Surat At-Tin (http://www.riwayat.web.id/2009/07/tafsir-surat-at-tin.html)
AT TIINsurat KE-95 : 1 - 8 ayat1. Wat tiini waz zaituun"Demi Tin dan Zaitun,"Kata Tin dalam Al Quran hanya disebut satu kali, yaitu dalam surat ini. Ada ahli tafsir yangmenyebutkan bahwa 'tin' adalah sejenis buah yang terdapat di Timur Tengah. Bila matang,warnanya coklat, berbiji seperti tomat, rasanya manis, berserat tinggi, dan dapat digunakan sebagaiobat penghancur batu pada saluran kemih dan obat wasir. Oleh sebab itu, pada Al Quranterjemahan Departemen Agama, kalimat Wattiin diartikan dengan "Demi buah Tin"Kata Zaitun disebut empat kali dalam Al Quran. "Zaitun" adalah sejenis tumbuhan yangbanyak tumbuh di sekitar Laut Tengah, pohonnya berwarna hijau, buahnya pun berwarna hijau,namun ada pula yang berwarna hitam pekat, bentuknya seperti anggur, dapat dijadikan asinan danminyak yang sangat jernih. Zaitun dinamai Al Quran sebagai syajarah mubaarakah (tumbuhan yangbanyak manfaatnya).Tidak semua ahli tafsir sependapat bahwa yang dimaksud Tin dan Zaitun adalah nama buahsebagaimana dijelaskan di atas. Ada juga yang berpendapat bahwa 'Tin' adalah nama bukit tempatNabi Ibrahim a.s. menerima wahyu, sedangkan 'Zaitun' adalah nama bukit di dekat Yerusalemtempat Nabi Isa menerima wahyu. Jadi 'Tin' dan 'Zaitun' adalah dua tempat yang dianggapbersejarah, karena di tempat itulah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Isa a.s. menerima wahyu.
 
 Kedua pendapat tersebut sama-sama memiliki alasan yang kuat. Namun, kalau kita cermatikonteks ayatnya, kelihatannya pendapat terakhir lebih logis karena pada ayat berikutnya, yaitu ayatkedua dan ketiga, Allah swt. berfirman tentang bukit Sinai dan kota Mekah.2. Wa thuuri siiniin3. Wa haadzal baladil amiin" dan demi bukit Sinai, dan demi kota Mekkah ini yang aman"Hampir seluruh ahli tafsir sependapat kalau yang dimaksud 'Thuur Sinin' pada ayat tersebutadalah bukit Tursina atau lebih dikenal dengan nama bukit Sinai, yaitu bukit yang berada diPalestina, tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu. Sementara yang dimaksud 'Baladil Amiin' adalahkota Mekkah, tempat Nabi Muhammad saw. menerima wahyu.Dengan ayat-ayat di atas Allah swt. bersumpah dengan empat tempat penting, yaitu Tin, Tursina(bukit Sinai), Zaitun, dan Baladil Amin (kota Mekah), dimana pada empat tempat tersebut NabiIbrahim as., Musa as., Isa as., dan Muhammad saw. menerima wahyu untuk memberikan bimbingandan pencerahan hidup pada umat manusia.Bimbingan yang diberikan para nabi dan rasul ditujukan untuk menjaga agar manusia tetapberada dalam kemuliaannya karena manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah swt. dalambentuk yang terbaik, sehingga dijelaskan pada ayat berikutnya,4. Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya,"Allah swt. dalam ayat ini menegaskan secara eksplisit bahwa manusia itu diciptakan dalambentuk yang paling sempurna. Ar-Raghib Al-Asfahani, seorang pakar bahasa Al Quranmenyebutkan bahwa kata 'taqwiim' pada ayat ini merupakan isarat tentang keistimewaan manusiadibanding binatang, yaitu dengan dikaruniainya akal, pemahaman, dan bentuk fisik yang tegak dan lurus. Jadi 'ahsani taqwiim' berarti bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya.Kalau kita cermati lebih jauh, sesungguhnya kesempurnaan manusia bukan hanya sekedar padabentuk fisik dan psikisnya saja, kedudukan manusia di antara makhluk Allah lainnya punmenempati peringkat tertinggi, melebihi kedudukan malaikat, "Dan sesungguhnya Kami telahmemuliakan anak Adam (manusia) dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kamimelebihkan mereka atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol."(Q.S. Al Isra 17:70)Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk mulia. Namun jika manusia beriman dan taat kepadaAllah swt., ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan yang mendukungpernyataan tersebut. Pertama, Allah swt. memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud (hormat)kepada Adam a.s. Saat awal penciptaan manusia Allah berfirman, "Dan ingatlah ketika Kamiberfirman kepada para Malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecualiIblis,ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk golongan kafir." (Q.S. Al Baqarah 2:34)Kedua, malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al asma (nama-nama ilmupengetahuan), sedangkan Adam a.s. mampu karena memang diberi ilmu oleh Allah swt., "Dan Diamengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada paramalaikat, lalu berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memanggolongan yang benar. Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selainapa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagiMaha Bijaksana." Allah berfirman, "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-namabenda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->