Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Dan Faktor

Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Dan Faktor

Ratings: (0)|Views: 507 |Likes:
Published by Wiwit Granger

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Wiwit Granger on Dec 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2013

pdf

text

original

 
Hubungan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan ASI Eksklusif danfaktor-faktor yang mempengaruhi
Abstrak
Tujuan
: mengetahui peran inisiasi menyusu dini(IMD) dalam waktu keluarnya plasenta,keluarnya ASI dan tercapainya ASI eksklusif.
 Metode
: penelitian kohort prospektif dengan pengambilan 68 sampel dibagi atas 34 sampelyang IMD dan 34 yang tidak IMD pada bulan januari 201 di kamar bersalin IGD lantai 3Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo, dilakukan penghitungan waktupengeluaran plasenta dan waktu keluarnya ASI serta pengamatan dalam 6 bulan untuk pemantauan keberhasilan ASI eksklusif.
 Hasil 
: dari karakteristik sampel didapatkan 38,2% berusia 25-29 tahun, 52,9% multipara,72,1% berpendidikan menengah (SMP sampai tamat SMA). 39,7% berada dalam tingkatpenghasilan rendah dan sebagian besar tidak bekerja (73,5%). Dari jumlah sampel penelitianini terdapat 48 orang (70,6%) yang tercapai ASI eksklusif dan 20 orang (29,4%) yang tidak ASI eksklusif dengan 50 % alasan pasien yang tidak ASI eksklusif karena bekerja, wakturerata yang dibutuhkan untuk tercapainya IMD adalah 46,5 menit, rerata waktu pengeluaranplasenta pada pasien dengan IMD adalah 7,35 menit(SD ±2,695) dengan terdapat hubunganbermakna antara IMD dengan waktu keluarnya plasenta (
 p
= 0,005), rerata waktu keluarnyaASI pada pasien dengan IMD adalah 10,65 jam (SD ± 4,947) dan terdapat hubunganbermakna antara IMD dengan waktu keluarnya ASI (
 p
= 0,000). Pada analisis hubunganantara pasien yang berhasil IMD dengan keberhasilan ASI eksklusif di dapatkan hasil yangbermakna secara statistik (
 p
= 0,033). Didapatkan hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan dengan tercapainya ASI eksklusif (
 p
=0,005) dengan perbandingankemungkinan ibu yang tidak bekerja dibandingkan ibu yang bekerja untuk tercapainya ASIeksklusif adalah sebesar 1.8 kali(RR : 1.800,IK 95% :1,054-3,073.
 Kesimpulan
: IMD memiliki hubungan dengan cepatnya waktu pengeluaran plasenta ,waktukeluarnya ASI dan keberhasilan ASI eksklusif dengan faktor yang berpengaruh adalahpekerjaan.(Maj Obstet Ginekol Indones 2011 : 35-4. 161-6)
 Kata kunci
: inisiasi menyusu dini,ASI eksklusif,waktu keluar nya plasenta,waktu keluarnyaASI.
 
Pengantar
telah menjadi kodrat wanita untuk menyusui anak-anak mereka segera setelah merekalahir, namun hanya sedikit yang bisa memahami dan menghargai peran mereka dalam hal ini,dan kemungkinan karena kurangnya pengetahuan yang memadai atau konsep yang salahmengenai payudara menyusui dan peran ibu.
1,2
menyusui masih merupakan cara terbaik untuk memberi makan bayi, terutama bagibayi yang kurang dari 6 bulan, karena ASI mengandung nutrisi penting dan cairan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi selama bulan pertama kehidupan.
3,4
SDKI tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 48% dari seluruh bayi di bawah usiadua bulan menerima ASI eksklusif dan hanya 4 dari 10 bayi di bawah usia empat bulanmenerima ASI eksklusif Data WHO menunjukkan hanya 32% dari semua bayi di bawah 6 bulan yangmendapat ASI eksklusif.
4,5
ASI eksklusif selama jam pertama postpartum telah terbukti mengurangi angka kematianneonatal, memberikan ibu dan bayi yang baru lahir kesempatan untuk merangsang satu samalain selama satu jam pertama interaksi mereka, Pada saat itu, refleks dan naluri bayi menjadilebih kuat setelah dalam pelukan ibu, bayi mulai mencari puting dan memulai inisiasi refleksmenyusui.cepatnya pemberian ASI dan ASI eksklusif itu sendiri adalah dua langkah pentinguntuk kelangsungan hidup yang baik.beberapa penelitian menunjukkan bahwa inisiasimenyusui segera setelah persalinan dikaitkan dengan tingkat keberhasilan pemberian ASIeksklusif selama 6 bulan berikutnya. Cepatnya pengeluaran plasenta, tingkat estrogen turuntiba-tiba. Konsentrasi prolaktin dalam darah ibu meningkat karena refleks prolaktindirangsang oleh bayi. dalam 10 hari pertama post partum, payudara memproduksi kolostrumdan selama 10 hari berikutnya ASI matang akan diproduksi. proses ini akan menjadi lebihpendek jika bayi disusui segera setelah mereka lahir.Di Indonesia praktek inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif masihrendah. Proporsi inisiasi menyusui dalam waktu 30 menit, 1 jam dan 1 hari postpartum adalahmasing-masing 8,3%,4-36%, dan 27%. sebuah studi di jakarta menunjukkan bahwa proporsipemberian ASI eksklusif sampai 4-6 bulan usia 8,5% dan hanya 7,8% dari bayi yang diberiASI eksklusif sampai 6 bulan usia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam rangka untuk melakukan praktek pemberian ASI terbaik sesuai dengan rekomendasi, yaitu segera setelahmelahirkan sampai periode 6 bulan pertama,ibu menyusui menghadapi banyak kendalaterkait dengan pelayanan kesehatan di ruang bersalin, kurangnya dukungan yang diberikanoleh anggota keluarga di rumah. Termasuk tantangan di tempat kerja.METODEPenelitian ini menggunakan metode kohort analitik retrospektif yang dimulai pada januari2011 dengan proses pengumpulan sampel berdasarkan cepatnya waktu pengeluaranplasenta,waktu keluarnya ASI, dan pengamatan selama 6 bulan untuk menilai keberhasilanASI eksklusif.subjek di penelitian ini subjek dari penelitian ini adalah populasi yang

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ika Zyevietz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->