• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
 
||
1 dari 4
||
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Abu Salma al-Atsari | Mail : abu.salma81@gmail.com
Sebuah Koreksi dan Klarifikasi Tentang LabelWahhabi
Oleh :Abu Imraan ‘Abdurrahman as-Sharkhasi
Ibuku yang tinggal di Rusia pernah berkata kepadaku : “Aku harap engkaubukanlah seorang Wahhabi.” Saya berkata kepada beliau, “Ibu, apakahanda tahu apa arti kata tersebut?”, beliau menjawab : “tidak”. Sayasebenarnya tahu bahwa beliau tidak mengetahui sedikitpun tentang katatersebut. Namun, hanya karena kata ini dulunya dan sampai saat ini masihdigunakan oleh media Rusia (mungkin boleh saya tambahkan juga mediadunia) digambarkan sebagai sesuatu yang “jahat, buruk dan monster hausdarah dengan jenggot yang tebal yang menyebut diri mereka sebagaimuslim” serta label negatif lainnya yang seseorang dapat dikaitkan dengankata ini, beliau pun turut berkonklusi bahwa segala hal yang dikatakankepada beliau adalah benar. Selain itu, harian utama Republik Uni Sovietterdahulu yang disebut Pravda, yang bermakna kebenaran, masih eksis[dan sering menggunakan kata wahhabi untuk mendiskreditkannya, pent].Hal ini menunjukkan bagaimana orang-orang dikondisikan untuk tidakberfikir, menganalisa dan kritis, namun hanya menerima secara buta apayang diutarakan kepada mereka tanpa bukti ataupun justifikasi sedikitpunatau dengan beberapa bukti yang patut dipertanyakan (hal inilah penyebabmengapa anda tidak pernah mempertanyakannya!). Seakan-akan sepertiseekor domba, bukan seperti manusia yang dianugerahi kekuatan dankemampuan besar yang dimilikinya berupa keintelektualitasannya.Agama kita tidaklah menerima bentuk pengkondisian dan pemutarbalikkanrealita semacam itu. Kita hanya diharuskan untuk mengikuti fakta dan buktisaja, bukannya praduga, hasrat ataupun hawa nafsu kita, walaupunkebaikan yang mereka lihat pada kita [maksudnya : walaupun pandanganmereka baik, namun karena berangkat dari dugaan dan hawa nafsu, initetap suatu hal yang salah, pent.]. Kita juga tidak diizinkan untukmenyalahkan orang lain dengan berkata tentang mereka sesuatu hal yangtidak benar atau bahkan tidak akurat.
 
 
||
2 dari 4
||
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Abu Salma al-Atsari | Mail : abu.salma81@gmail.com
Jadi, apa yang berada di belakang label ini, yaitu ”wahhabi”, pasalnya kataini telah menjadi sebuah label, sebuah gelar yang digunakan untukmenggelari orang lain yang berada di luar batas, yang tidak sepakat, yangbahkan tidak berani untuk mengkritisi ataupun meminta bukti! Kata inisendiri sebenarnya berasal dari nama seorang ulama Islam, Muhammad bin’Abdul Wahhab at-Tamimi, yang hidup dan berdakwah di suatu daerah yangdikenal sebagai Najd yang pada hari ini dikenal sebagai Arab Saudi,semenjak tahun 1115 H, bertepatan dengan tahun 1703 sampai sekitartahun 1206 H atau tahun 1792 menurut kalender Gregorian.Beliau senantisa menyeru masyarakat daerahnya kepada tauhid dan sunnahdan mengingkari praktek kesyirikan (yaitu menjadikan sekutu bagi Alloh didalam peribadatan) yang telah menjadi suatu hal yang lazim di wilayah itupada pada zaman beliau, serta mengingkari bid’ah-bid’ah di dalam agama.Anda mungkin akan bertanya, ”hanya itu saja?”, singkatnya iya, memangdemikian. Lantas, bagaimana dengan semua bentuk percekcokan mengenaiorang ini dan namanya? (nama ini sebenarnya merupakan nama ayahbeliau, namun lupakanlah! Orang-orang yang bersikeras di dalam mencacimaki seseorang dan menodai kehormatan nama beliau tidaklah akanmempedulikan detail ”kecil” semacam ini.)Jawaban pertanyaan di atas sebenarnya sederhana saja, yaitu pada zamanbeliau berdakwah dan menyeru, sama seperti sekarang dan masa laluketika nabi kita Muhammad (
Shallallahu ’alaihi wa Salam
) berdakwah,banyak orang yang sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yangdilakukan oleh syaikh. Bahkan dalam kenyataannya, mereka merendahkansyaikh dan dakwah beliau. Kenapa? Banyak alasannya, namun tidak adasatupun alasannya yang agamis. Apabila orang-orang dapat meninggalkantuhan-tuhan palsu yang mereka diajak untuk menyembahnya kemudianmenyembah hanya kepada pencipta mereka saja serta berkomunikasidengan-Nya secara langsung (tanpa perantara-perantara, pent.), kritikan-kritikan tersebut akan menyebabkan kehilangan para pengikut, termasuk,uang, kedudukan yang berpengaruh dan segala bentuk keinginan yangdatang bagai percikan ketika anda adalah seorang pemimpin pencuci otakmasyarakat.Untuk apa seseorang menyebut dirinya sebagai muslim, namun begitusemangatnya memusuhi seorang yang berdakwah dengan apa yangdidakwahkan oleh Nabi Muhammad
Shallallahu ’alaihi wa Salam
, yangmengarahkan semua bentuk peribadatan hanya kepada Alloh dan hanyamengikuti jalan Nabi Alloh
Shallallahu ’alaihi wa Salam
? Hanya seorangmunafik, ahli bid’ah atau seseorang yang tidak mau kehilangan bagiandunia atau kedudukannya, belum lagi harta yang dimilikinya, yang akanberkeberatan dengan dakwah tersebut.Jika anda tidak mempercayai saya, silakan periksa biografi syaikh yangsebenarnya, semoga Alloh merahmati beliau, dan bandingkanlah dakwahbeliau dan apa yang beliau tulis di dalam buku-buku beliau dengan al-
 
 
||
3 dari 4
||
Copyleft 2007 – 1428 @ Maktabah Abu Salma al-Atsari | Mail : abu.salma81@gmail.com
Qur`an dan as-Sunnah. Janganlah anda mendengarkan orang-orang yanghidup di masyarakat muslim yang mengatakan : ”Kamu tidak akan dapatmembaca dan memahami al-Qur`an dan hadits dengan diri anda sendiri,karena anda bukanlah orang pada tingkatan tersebut. Anda harus punyaimam untuk melakukan hal itu. Anda harus menerima segala hal yangdikatakan imam karena anda tidak mengetahui ilmunya.” Memang benar bahwa seseorang memerlukan seorang guru untukmembimbingnya di dalam proses belajar. Tujuan utamanya adalah untukmengetahui dan mengikuti nash (teks) Islam kemudian mengaplikasikannyake dalam hidup kita, tidak hanya berhenti sampai mengetahui apa yangdikatakan oleh fulan dan fulan. Tujuan kita adalah meneladani Nabi
Shallallahu ’alaihi wa Salam
di dalam segala perkara yang beliau sampaikankepada kita, bukannya malah mengikuti orang selain beliau di dalam segalahal yang ia katakan kepada kita.Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa label ”wahhabi” itu pertamakali diciptakan oleh musuh-musuh dakwah tauhid dan sunnah, yangkemudian diwariskan kepada generasi setelahnya para pembenci sunnah dizaman kita ini. Sebagaimana para pencinta sunnah mewarisi kecintaan danrespek mereka terhadap sunnah dari orang-orang sebelum mereka yangmengikuti dan mendakwahkan sunnah, demikian pula dengan musuh-musuh dan pembenci sunnah yang mewarisi kebencian dan kedengkianmereka dari orang-orang sebelum mereka yang dulunya memusuhi danmembenci sunnah dan ahlus sunnah.Saya benar-benar muak dan lelah... terhadap orang-orang yang mengakusebagai ”pakar”/”ahli”, baik dari kalangan muslim ataupun non muslim,yang muncul di TV dan radio, serta menulis di media massa lalumenggunakan label ”wahhabi” ini seenak hati mereka. Terlebih-lebihapabila ada seorang teroris yang menyerang suatu tempat di suatu wilayahdi dunia, dengan serta merta seseorang dari mereka (orang-orang sok”ahli” ini, pent.) dengan menampakkan tampang yang sok pintar diwajahnya sekonyong-konyong akan mengatakan, ”Ohya, hal ini persisseperti apa yang diyakini dan didorong oleh wahhabi...”, atau ”wahhabi,salah satu cabang dalam Islam mengatakan...”, atau bahkan ada yangmengatakan, ”al-Qaida sebagian besar dianggotai dan didukung olehwahhabi...”! Jangan membuatku mulai berbicara tentang al-Qaida, atauCIAeda, sebagaimana sebagian orang menyebutnya.Saya menantang anda untuk membawa ke hadapanku, seorang muslimsaja, yang mengetahui tentang organisasi yang disebut dengan al-Qaida inisebelum peristiwa 9/11 terjadi, satu saja! Hal ini merupakan bentukpengkondisian yang sama, dimana kita disodorkan dengan kata-katatertentu yang kita dianggap berhubungan dengan ide atau gagasantertentu, sedangkan kita tidak mempertanyakannya ataupunmenantangnya, kita hanya menerimanya saja. Kenapa? Karena kitadiberitahu bahwa hal itu adalah kebenaran.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...