Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
uji-hipotesis.doc

uji-hipotesis.doc

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:
Uji Hipotesis

BAB V UJI HIPOTESIS

P

ada bab ini akan membahas mengenai uji hipotesis terhadap pernyataan tentang parameter populasi. Sebagai contoh adalah: bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga

di kabupaten tertentu adalah Rp550.000, rata-rata indeks prestasi kumulatif lulusan sebuah PTN adalah 3,14, dan rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia adalah 60 tahun. 5.1. Hipotesis Sebuah hipotesis adalah pernyataan tentang populasi yang kemudian akan dibuktikan oleh data. Kalau dalam bidang
Uji Hipotesis

BAB V UJI HIPOTESIS

P

ada bab ini akan membahas mengenai uji hipotesis terhadap pernyataan tentang parameter populasi. Sebagai contoh adalah: bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga

di kabupaten tertentu adalah Rp550.000, rata-rata indeks prestasi kumulatif lulusan sebuah PTN adalah 3,14, dan rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia adalah 60 tahun. 5.1. Hipotesis Sebuah hipotesis adalah pernyataan tentang populasi yang kemudian akan dibuktikan oleh data. Kalau dalam bidang

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rofieqoh Istighfarin on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
Uji Hipotesis
BAB VUJI HIPOTESIS
ada bab ini akan membahas mengenai uji hipotesisterhadap pernyataan tentang parameter populasi. Sebagaicontoh adalah: bahwa rata-rata pendapatan rumah tanggadi kabupaten tertentu adalah Rp550.000, rata-rata indeks prestasikumulatif lulusan sebuah PTN adalah 3,14, dan rata-rata usiaharapan hidup orang Indonesia adalah 60 tahun.
P
5.1. Hipotesis
Sebuah hipotesis adalah pernyataan tentang populasi yangkemudian akan dibuktikan oleh data. Kalau dalam bidang hukumkita sering mendengar ada istilah praduga tak bersalah, di manaseseorang dalam pengaduan sebagai tersangka akan diasumsikantak bersalah sampai hakim membuktikan ia bersalah. Dalamstatistika kita juga menggunakan suatu penduga terhadap populasi
 
Uji Hipotesis
dan kemudian kita perlu membuktikan kebenarannya. Jadihipotesis adalah sebuah pernyataan tentang parameter populasiyang perlu dibuktikan kebenannya.
5.2. Pengujian Hipotesis
Dalam pengujian hipotesis, sebelum mengadakan pengujianhipotesis kita harus memahami dahulu asumsi yang diperlukandalam pengujian hipotesis. Asumsi ini penting sebab dalampengujian hipotesis, perbedaan asumsi akan membedakan alat ujiyang digunakan.Contoh dalam hipotesis tentang
mean
adalah
uji Z
yang dihitungdengan rumus:
n x Z 
σ  µ 
=
Penggunaan rumus uji Z untuk menguji hipotesis
mean
diatas membutuhkan asumsi bahwa deviasi standar populasidiketahui serta sampel harus berjumlah besar, sehingga jikaasumsi di atas tidak dipenuhi kita harus menggunakan alat uji yanglain berupa uji t.
Tahap-tahap dalam pengujian hipotesis
Dalam pengujian hipotesis tahaptahap yang harusdilakukan adalah:
 
Uji Hipotesis
Tahap 1. Menentukan hipotesis null dan alternatif 
.Dalam menentukan hipotesis
null
dan alternatif kita harusmengetahui tentang hipotesis yang akan diuji. Hipotesis
null
adalahhipotesis yang akan diuji kebenarannya. Sebagai contoh kita inginmenguji tentang rata-rata laba perusahaan di BEJ adalah samadengan 100 juta, maka hipotesis
null
-nya adalah H
o
: =100 juta.
μ
Tahap 2. Memilih tingkat signifikansi.
Dalam memilih tingkat signifikansi kita harusmemperhatikan hasil penelitian terdahulu terhadap penelitiansejenis. Masing-masing bidang ilmu mempunyai standar yangberbeda dalam menentukan tingkat signifikansi. Ilmu sosialbiasanya menggunakan tingkat signifikansi antara 90% (
α
10%)sampai 95% (
α
5%), sedangkan ilmu-ilmu eksakta biasanyamenggunakan tingkat signifikansi antara 98% (
α
2%) sampai 99%(
α
1%).
Tahap 3. Mengidentifkasi uji statistik.
Setelah menentukan tingkat signifikansi langkah selanjutnyaadalah menentukan uji statistik yang akan digunakan. Hal inikarena masing-masing uji statistik memerlukan asumsi yangberbeda dalam penerapannya.
Tahap 4. Membuat aturan keputusan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->