Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRESYUS Tetanus.docx

PRESYUS Tetanus.docx

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:
Published by Edy Ground

More info:

Published by: Edy Ground on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Tetanus adalah penyakit dengan tanda utama kekakuan otot spasmetanpa disertai gangguan kesadaran. Gejala ini bukan disebabkan kuman secaralangsung, tetapi sebagai dampak eksotosin (tetanospasmin) yang dihasilkan olehkuman pada sinaps ganglion sambungan sumsum tulang belakang, sambunganneuro muscular (neuro muscular junction) dan saraf autonom (Soedarmo
et al
,2002).Tetanus sering terjadi dalam wilayah tanah pertanian, di area rural, dalam iklim yanghangat, dan selama bulan-bulan musim panas. Reservoir utama kuman ini adalah tanahyang mengandung kotoran ternak sehingga resiko penyakit ini di daerahpeternakan sangat tinggi. Spora kuman
Clostridium tetani
yang tahan kering dapatbertebaran di mana-mana. Kuman C. tetani tersebar luas ditanah, terutama tanahgarapan, dan dijumpai pula pada tinja manusia dan hewan. Perawatan luka yangkurang baik di samping penggunaan jarum suntik yang tidak steril (misalnya padapecandu narkotik).merupakan beberapa faktor yang sering dijumpai sebagaipencetus timbulnya tetanus. Tetanus dapat menyerang semua golongan umur,mulai dari bayi (tetanus neonatorum), dewasa muda (biasanya pecandu narkotik)sampai orang-orang tua. Dari Program Nasional Surveillance Tetanus di Amerikaserikat diketahui rata-rata usia pasien tetanus dewasa berkisar antara 50-57 tahun(Shulman
et al
, 2000).Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, terutama pada daerah resiko tinggidengan cakupan imunisasi DPT yang rendah. Tetanus adalah sebuah penyakit yangpenting di banyak negara, tetapi pelaporan diketahui tidak akurat dan tidak lengkap, terutama pada negara-negara berkembang. Sebagai hasilnya, WHOmempertimbangkan jumlah kasus yang dilaporkan masih dibawah angka yangsesungguhnya dan secara periodis melakukan perkiraan kasus/kematian untuk menilai beban penyakit. Pada tahun 2002, jumlah perkiraan kematian yangberhubungan dengan tetanus pada semua kelompok adalah 213.000, dimana
 
180.000 (85%) adalah tetanus neonatal. Sebaliknya, hanya18.781 total kasus dan11.762 kasus neonatal yang benar-benar dilaporkan pada tahun itu (Depkesmas, 2006).Walaupun C.tetani tersebar dimana-mana, tetanus termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun neonatal tetanus [NT] masih merupakan masalah seriuspada negara-negara berkembang, dimana tetanus menjadi penyabab dari 8%hingga 69% dari mortalitas neonatus. Asia selatan dan Afrika sub-Sahara yangpaling dominant. Di India, NT, merupakan penyebab kedua terbanyak mortalitasneonatus dibawah septisemia. Lebih dari 300.000 bayi meninggal tiap tahunnyaakibat NT. Survey berbasis komunitas telah mengidentifikasi faktor resikoterjadinya NT, termasuk tidak diberikannya imunisasi tetanus toxoid padakehamilan, persalinan dirumah, pemotongan tali pusar yang tidak higienis, perbanyang tidak steril yang diberikan pada tali pusar, dan riwayat NT pada persalinansebelumnya. Penyakit ini dapat dicegah terjadi pada neonatus dengan memberikanimunisasi kepada wanita baik sebelum atau selama kehamilan dan meningkatkanfrekuensi pertolongan persalinan oleh ahli medis berkompeten. Faktanya, denganperalatan modern, teknik asepsis, dan imunisasi aktif, tetanus tetap merupakanpenyakit yang tidak dapat dieliminasi (Depkesmas, 2006).Berdasar pada bahaya tetanus dan tingkat kejadian (epidemiologi) yangterurai di atas maka pengetahuan tentang diagnosis tetanus perlu dibahas agardapat menentukan terapi yang tepat waktu dan guna sehingga dapat mencegahmanifestasi klinis yang tidak diinginkan..
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA1.
 
Definisi dan Klasifikasi
Tetanus adalah penyakit yang mengenai sistem saraf yangdisebabkan oleh tetanospasmin yaitu neurotoksin yang dihasilkan olehClostridium tetani. Penyakit ini ditandai oleh adanya trismus, disfagia,dan rigiditas otot lokal yang dekat dengan tempat luka, sering progresif menjadi spasme otot umum yang berat serta diperberat dengan kegagalanrespirasi dan ketidakstabilan kardiovaskular. Gejala klinis tetanus hampirselalu berhubungan dengan kerja toksin pada susunan saraf pusat dan sistemsaraf autonom dan tidak pada sistem saraf perifer atau otot (Suraatmaja,2000).Variasi masa inkubasi sangat lebar, biasanya berkisar anatara 5-14 hari.Makin lama masa inkubasi, gejala yang timbul makin ringan. Derajat beratpenyakit selain berdasarkan gejala klinis yang tampak juga dapat diramalkandari lama masa inkubasi atau lama period of onset. Kekakuan dimulai padaotot setempat atau trismus, kemudian menjalar ke seluruh tubuh, tanpadisertai gangguan kesadaran. Kekakuan tetanus sangat khas, yaitu fleksikedua lengan dan ekstensi pada kedua kaki, fleksi pada kedua kaki, tubuhkaku melengkung bagai busur (Suraatmaja, 2000)..Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan ototyang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan (Suraatmaja, 2000) :1. Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-ototmastikatoris.2. Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erectortrunki)3. Ketegangan otot dinding perut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->