Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Memerangi Kerja Paksa Dan Perdagangan - ILO

Memerangi Kerja Paksa Dan Perdagangan - ILO

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

 
Proyek Pekerja Migran menangani kebutuhan, hak dan kepentingan pekerja migranIndonesia di sepanjang siklus migrasi. Proyek difokuskan pada pekerja rumah tangga,yang termasuk kelompok paling rentan terhadap kerja paksa dan perdagangan.
Tujuan:
Memerangi Kerja Paksa dan PerdaganganPekerja Migran Indonesia
 
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian
Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)
Kementerian Luar Negeri
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kementerian Dalam Negeri
Kementerian Kesehatan
Dinas-dinas terkait
Komite Nasional Perempuan dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
Serikat Buruh Migran Indonesia dan organisasi-organisasi Pekerja Migran sertaPekerja Rumah Tangga di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Hong Kong
Konfederasi Serikat Pekerja
Organisasi non pemerintah dan organisasi berbasis masyarakat yang peduli padapekerja rumah tangga, pekerja migran, kerja paksa dan perdagangan.
Mitra Utama:Donor:
USD 2,300,000
Anggaran
3 tahun (2008 2011)
Jangka Waktu:CakupanGeografis:
Dibenahi dan diperbaikinya manajemen pengiriman pekerja migran ke luar negeri untukmeningkatkan perlindungan terhadap mereka, khususnya yang bekerja sebagai pekerjarumah tangga di luar negeri.
Referensi ProgramNasional:
Sub-Regional, yaitu:
Negara Asia Tenggara Pengirim Tenaga Kerja – Indonesia.
Negara Asia Tenggara Penerima Tenaga Kerja – Malaysia, Hong Kong, dan Singapura
Sinergi dengan negara-negara kawasan teluk.Pemerintah Norwegia
OrganisasiPerburuhanInternasional
 
R
in
g
k
a
sa
n
 
P
r
o
yek
Lotte Kejser|Penasihat Teknis Utama|kejser@ilo.org
Hubungi:
 
Februari 2011
Memerangi Kerja Paksa dan Perdagangan Pekerja Migran Indonesia
hak yang setara atas perlindungan dan pengakuan,tanpa memandang status dan sektor mereka. Olehsebab itu, pekerja migran, termasuk pekerja rumahtangga migran, berhak atas perlindungan tersebut.Panduan Kerangka Multilateral ILO mengenai MigrasiKerja
(ILO Multi-Lateral Framework on Labour Migration) 
memberikan panduan bagi negara anggotadan konstituen guna memastikan terpenuhinya secarautuh kebutuhan pekerja migran akan perlindungan,sekaligus memperkuat dan merampingkan kebijakanmanajemen migrasi tenaga kerja nasional besertamekanisme pelaksanaannya.Salah satu prioritas Program ILO tentang Pekerjaanyang Layak untuk Indonesia adalah
Menghentikan Eksploitasi di Tempat Kerja 
, yang secara spesifikmeliputi upaya memerangi kerja paksa danperdagangan pekerja migran. Kedua persoalan ini telahmenjadi prioritas bagi konstituen ILO di Indonesia.
Tujuan dan Strategi Proyek
Proyek Pekerja Migran bertujuan memberikankontribusi pada penanggulangan diskriminasi daneksploitasi pekerja migran di Indonesia dan di negara-negara penerima utama di Asia Tenggara. Untukmencapai tujuan ini, diterapkan suatu pendekatanterpadu untuk menangani penyebab maupun dampakkerja paksa dan perdagangan pekerja rumah tangga.Aksi kongkret yang telah diidentifikasi adalah:
Advokasi dan Kerja Sama Teknis
 Proyek ini mendukung advokasi dan kerja sama teknisuntuk memperkuat kebijakan dan kerangka hukum bagiperlindungan pekerja rumah tangga. Ini meliputi bekerjadengan mitra proyek untuk menyusun dan memperkuatrancangan perjanjian bilateral, peraturan perundang-undangan nasional, ordonansi setempat, peraturan danpraktik administrasi, kode etik dan kontrak model. Halini penting karena di sebagian besar negara, pekerjarumah tangga saat ini dikecualikan dari perundanganketenagakerjaan dan perundangan perlindungan sosial.Proyek pun secara teknis mendukung dan memfasilitasidebat tripartit dan pemangku kepentingan nasionalterkait serta kertelibatan dalam proses penetapanstandar internasional ILO untuk pekerja rumah tangga2009 – 2011.
Sosialisasi
Masyarakat, media massa, pemerintah atau serikatpekerja kurang memberikan perhatian kepada nasibpekerja migran dan pekerja rumah tangga. Pekerjarumah tangga dan majikan pun umumnya tidakmenyadari hak dan kewajiban masing-masing dalamrumah tangga. Karenanya, proyek mendukung upayasosialisasi agar para pihak terkait sadar akan danmemiliki kepekaan terhadap pentingnya keselamatanmigrasi dan pengakuan terhadap pekerja di sektorrumah tangga.
Migrasi dan Pekerjaan Rumah Tangga
Setiap tahun sekitar 700.000 tenaga kerja migranIndonesia yang terdokumentasi meninggalkan tanahair untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Tujuanutama mereka adalah Timur Tengah dan Asia,dengan dua tujuan paling umum yaitu Malaysiadan Saudi Arabia. Data terakhir BNP2TKI padaAgustus 2009 menyatakan bahwa terdapat 4,3juta pekerja saat ini sedang bekerja di luar negeri,setiap tahunnya memberikan kontribusi bagiperekonomian nasional Indonesia sebesar US$6dan 8,2 milyar yang mereka kirim ke tanah air pada2007 dan 2008.
1
Jumlah tenaga kerja migran tidakterdokumentasi diperkirakan 2–4 kali lebih tinggi.Kira-kira 75 persen dari semua pekerja migranIndonesia adalah perempuan, dengan mayoritasterbesar bekerja sebagai pekerja rumah tangga.Meskipun pekerja migran Indonesia memainkanperan sentral dalam menopang perekonomiannasional Indonesia, nasib dan kebutuhan merekaakan perlindungan hukum yang memadai diIndonesia maupun di luar negeri masih belumditangani secara memadai oleh pemerintahIndonesia. Akibatnya, pekerja domestik rentanterhadap perdagangan dan kerja paksa yangterorganisir di sepanjang keseluruhan siklus migrasi.
Kerja Paksa dan Perdagangan Manusia
Pekerjaan rumah tangga itu sendiri bukanlah kerjapaksa. Akan tetapi, pekerja rumah tangga acapkalimengalami bentuk-bentuk eksploitasi berat diluar batas kewajaran, termasuk kerja paksa danperdagangan manusia. Oknum yang melakukanpraktik semacam itu umumnya makelar, perusahaanpenyalur tenaga kerja, pengusaha dan pejabatpemerintah yang ikut bersekongkol. Praktik kerjapaksa dan perdagangan manusia yang paling umummenimpa pekerja rumah tangga adalah: terjeratdalam ikatan utang karena keharusan membayarbiaya perekrutan ilegal yang sangat berlebihan;bepergian dengan dokumen perjalanan yangdipalsukan; kontrak kerja diganti dengan kontrakyang lebih rendah tingkatannya; ditipu soal kondisikerja; dokumen perjalanan dan upah ditahanmajikan; dikurung/tidak boleh keluar rumah; tidakboleh berkomunikasi; diberi jam kerja berlebihantanpa mendapat hari libur; mengalami kekerasanfisik maupun seksual; dan mengalami kehancuranidentitas, pelecehan dan pemerasan secara ilegal,penahanan dan penganiayaan oleh lembaga penegakhukum, majikan dan lembaga swasta.Menurut Deklarasi ILO mengenai Prinsip-prinsip danHak-hak Mendasar di Tempat Kerja (1998), yangwajib dijunjung tinggi oleh seluruh anggota ILO termasuk Indonesia— semua pekerja mempunyai
1 The Jakarta Globe, “The Misery of Our Migrant Workers”, 19Agustus 2009
 
Ringkasan
Proyek
Kesempatan-kesempatanuntuk Memerangi KerjaPaksa dan PerdaganganPekerja Migran Indonesia
Pesatnya laju globalisasi dancepatnya pertumbuhan jumlahpekerja migran dari berbagainegara yang tidak mendapatkanperlindungan mendasar sejalandengan hak-hak mereka sebagaipekerja telah mendorongdiberikannya perhatian yanglebih besar kepada nasib pekerjamigran di tingkat nasionalmaupun internasional, dantelah menciptakan momentumuntuk memerangi kerja paksadan perdagangan pekerja rumahtangga migran.Perkembangan-perkembangan terakhir di bidangkebijakan di Indonesia telah memberikankesempatan untuk memperkuat kerangkaperlindungan bagi pekerja migran. Misalnya,Instruksi Presiden No. 6/2006 memberikan garisbesar rencana aksi dan reformasi sektoral untukmemperbaiki sistem penempatan dan perlindunganpekerja migran di Indonesia, dan sejalan denganPeraturan Presiden No. 81/2006 dibentuk lembaganasional baru yang menangani penempatan danperlindungan pekerja migran pada awal 2007.Di samping itu, Undang-Undang No. 39/2004tentang Penempatan dan Perlindungan TenagaKerja Indonesia saat ini sedang dikaji ulang gunamemastikan keselarasannya dengan instruksi danperaturan presiden tersebut.Di tingkat ASEAN, penyusunan perangkat ditingkat regional bagi perlindungan pekerja migranmenawarkan kesempatan untuk memperkokohperlindungan hukum dan keselarasan peraturanrekrutmen dan penempatan serta kondisi kerja parapekerja migran.
Pencapaian-pencapaian hingga saat ini 
Kerangka Kebijakan dan Hukum
1.
Penguatan kerangka kebijakan inernasional bagi pekerjaan rumah tangga: 
Bantuan teknis kepadamitra tripartit nasional ILO mengenai penetapanstandard bagi pekerja rumah tangga, termasukkegiatan-kegiaan persiapan, kampanye publik,debat dan konsultasi mengenai perkembanganadopsi dari Konvensi dan Rekomendasi ILOmengenai Pekerjaan yang Layak bagi PekerjaRumah Tangga.
Pembangunan Kapasitas
Para pemangku kepentingan yang memunyaimandat untuk memastikan adanya perlindunganbagi pekerja migran dan pekerja rumah tanggakerapkali menghadapi masalah yang berkaitan dengankurangnya kapasitas yang dimiliki. Oleh sebab itu,proyek bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaanbadan pemerintah di tingkat nasional dan daerah,serta memperkuat organisasi pekerja migran danpekerja rumah tangga dalam hal menjangkau danmenjalin aliansi dengan serikat pekerja dan organisasilain yang mendukung kepentingan pekerja rumahtangga dan pekerja migran.
Bantuan Langsung dan Penyediaan Pelayanan
Proyek ini menjalin kerja sama dengan mitra ditingkat nasional dan daerah yang sedang memberikanpelayanan penjangkauan, perlindungan, matapencaharian dan reintegrasi kepada pekerja rumahtangga migran di negara pengirim dan penerima.Ini meliputi konseling hukum dan kejiwaan, mejabantuan
(help desks) 
, saluran-saluran telepon yanglangsung dapat dihubungi dalam keadaan darurat
(hotlines) 
, pelatihan kewirausahaan, pelayananpengiriman uang ke tanah air, dan penyediaanasuransi bagi pekerja migran dan keluarga mereka.
Penelitian dan Dokumentasi
 Karena rumitnya praktik perdagangan tenaga kerjadan kerja paksa, kesenjangan pengetahuan yang adaharus diatasi dan informasi harus disebarluaskan.Oleh sebab itu, proyek melakukan penelitian, analisiskebijakan dan kajian, serta mengumpulkan danmenyebarluaskan informasi yang berkaitan dengankondisi pekerja rumah tangga migran.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->