Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERDA_RTRW_SUBANG

PERDA_RTRW_SUBANG

Ratings: (0)|Views: 288|Likes:
Published by nicky_sapoetra4971

More info:

Published by: nicky_sapoetra4971 on Dec 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANGNOMOR 2 TAHUN 2004TENTANGRENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SUBANGDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESABUPATI SUBANGMenimbang
: a. bahwa untuk mengarahkan pembangunan di Kabupaten Subang denganmemanfaatkan ruang wilayah secara berdaya guna, berhasil guna, serasi,selaras, seimbang dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkankesejahteraan masyarakat dan pertahanan keamanan perlu disusunRencana Tata Ruang Wilayah; b. bahwa dalam rangka mewujudkan keterpaduan pembangunan antarasektor, derah dan masyarakat maka Rencana Tata Ruang Wilayahmerupakan arahan lokasi investasi pembangunan yang dilaksanakanPemerintah, masyarakat dan/atau dunia usaha;c. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Subang Nomor 28 Tahun 1996 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten DaerahTingkat II Subang perlu disesuaikan dengan visi dan misi KabupatenSubang sampai dengan tahun 2013;d. bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a, huruf b dan huruf cserta sebagai pelaksanaan Undang-Undang No.24 Tahun 1992 tentangPenataan Ruang, dipandang perlu menetapkan Rencana Tata Ruangwilayah Kabupaten Subang dengan Peraturan Daerah.
Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan KabupatenPurwakarta dan Subang (LNRI Nomor 3 Tahun 1968, TLNRI Nomor 2851);2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan (LNRI Nomor 85 Tahun 1974, TLNR Nomor 3046);3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (LNRI Nomor 22 tahun 1984 TLNRI 3274);4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1985 tentang Jalan (LNRI Nomor 83Tahun 1985, TLNRI Nomor 318);5. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konsekuensi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (LNRI Nomor 49 Tahun 1990,TLNRI 3419);6. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan (LNRI Nomor 49 Tahun 1990 TLNRI 3437);7. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan danPermukiman (LNRI Tahun 1992 Nomor 23, TLNRI Nomor 3469);8. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (LNRITahun 1992 Nomor , TLNRI Nomor 3507);9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang PengelolaanLingkungan Hidup (LNRI Tahun 1997 Nomor 68, TLNRI Nomor 3699);10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang PengelolaanLingkungan Hidup (LNRI Tahun 1997 Nomor 68, TLNRI Nomor 3839);11. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan KeuanganAntara Pusat dan Daerah (LNRI Tahun 1999 Nomor 72, TLNRI Nomor 
 
3848);12. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata PengaturanAir (LNRI Nomor 1982, TLNRI Nomor 3225);13. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai (LNRITahun 1991 Nomor 44, TLNRI Nomor 3445);14. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakatdalam Penataan Ruang (LNRI Tahun 1996 Nomor 104, TLNRI Nomor 3721);15. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana TataRuang Wilayah Nasional (LNRI Tahun 1997 Nomor 96, TLNRI Nomor 3721);16. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis mengenaiDampak Lingkungan;17. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang KewenanganPemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;18. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang PengelolaanKawasan Lindung;19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah;20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentangPenyelenggaraan Penataan Ruang di Daerah;21. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1998 tentang Bentuk Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah Perubahan;22. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Subang Nomor 32Tahun 1996 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Zona IndustriKabupaten Subang;23. Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 12 Tahun 2001 tentangKawasan Lindung.
DENGAN PERSETUJUANDEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUBANGMEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANG TENTANGRENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SUBANGBAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :1.
 
Daerah adalah Kabupaten Subang.2.
 
Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat daerah Otonomi yang lainsebagai Badan Ekskutif Daerah Kabupaten Subang.3.
 
Bupati adalah Bupati Subang.4.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalahDewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Subang.5.
 
Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kabupaten Subang.6.
 
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten yang selanjutnya disingkat RTRWK adalah rencana struktur tata ruang Kabupaten yang mengatur struktur dan polatata ruang wilayah Kabupaten.
 
7.
 
Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruangudara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lainnyahidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya.8.
 
Tata ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang baik direncanakan maupun tidak.9.
 
Penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.10.
 
Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang.11.
 
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenapunsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan atau aspek fungsional.12.
 
Kawasan adalah wilayah dengan fungsi utama lindung atau budidaya.13.
 
Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan, dengan fungsi utamamelindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alamdan sumber daya buatan.14.
 
Kawasan budidaya adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utamauntuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam sumber daya manusia dan sumber daya buatan.15.
 
Kawasan perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsikawasan sebagai tempat permukiman, pedesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.16.
 
Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanansosial dan kegiatan ekonomi.17.
 
Kawasan Pertahanan Keamanan adalah kawasan yang ditetapkan denganfungsi utama untuk kepentingan kegiatan pertanahan keamanan yang terdiridari kawasan latihan militer, kawasan pangkalan TNI Angkatan Undara danKawasan Militer lainnya.18.
 
Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkanoleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.19.
 
Hutan adalah satu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisisumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alamlingkungannya yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.20.
 
Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan,dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hiduplain.21.
 
Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.22.
 
Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidupuntuk menyerap zat, energi dan atau komponen lain yang masuk ataudimasukkan ke dalamnya.23.
 
Ekosisitem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuanutuh, menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan,stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup.24.
 
Daerah Pengairan Sungai yang selanjutnya disingkat DPS adalah suatukesatuan wilayah tata air yang terbentuk secara alami dimana air meresap danatau mengalir melalui sungai dan anak sungai yang bersangkutan.25.
 
Garis sempadan adalah garis batas luar dari wilayah pengamanan jalan, sungai,danau, situ, pantai dan mata air.26.
 
Wilayah Pengembangan adalah satuan wilayah yang mempunyai kesamaanfungsi utama terdiri atas beberapa kecamatan yang dilayani oleh satu pusatwilayah pengembangan.27.
 
Pusat Wilayah Pengembangan adalah pusat kegiatan yang mempunyai potensisebagai pusat jasa, pusat pengolahan dan simpul transportasi yang melayani beberapa kecamatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->