Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekatan Sistem

Pendekatan Sistem

Ratings: (0)|Views: 497|Likes:
Published by Tri Munzilawati

More info:

Published by: Tri Munzilawati on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
PENDEKATAN SISTEMA.Sifat Dasar Sistem
1.PengantaDari uraian yang telah disajikan, telah diketahui bahwa ada sifat dasar tertentu yangmencirikan sesuatu sistem sebagai sebuah entitas. Sifat-sifat tersebut melekat secaraumum pada semua sisitem yang ada. Sifat-sifat dalam sistem itu penting untuk dijadikan landasan dalam memahami bidang teori sistem yang sedang berkembangdapat diterapkan terhadap organisasi dan manajemen pada umumnya.2.Perilaku yang Memiliki TujuanSalah satu sifat pokok semua sistem adalah orientasi objektifnya dan perilaku yangmemiliki tujuan. Pada umumnya, dapat dikatakan bahwa tujuan suatu sistem adalahmenciptakan nilai dengan jalan mengombinasi dan memanfaatkan sumber dayadengan cara tertentu. Contoh :a.Mobil Sumber Daya yang Digunakan b.Bensin atau solar c.Minyak pelumasd.Aie.Manusia Pangan dan air f.Sandangg.Bukuh.Nilai yang diciptakan dengan bantuan sumber daya tersebutmencerminkan tujuan sisitem yang bersanagkutan.Contoh :a.Mobil Tujuan Sistem yangBersangkutan b.Transportasic.Bepergian secara ekonomisd.Kenyamanane.Statusf.Penggunaan dalam bidang bisnisCatatan :
1
 
Masing-masing sistem memiliki tujuan berganda yang masing-masing mungkinmemiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan lain.3.Pengertian “Wholism” (Kadang-kadang “Holism”)Hal yang bersifat sentral bagi konsep wholism, yaitu teori yang menyatakan bahwafaktor-faktor yang mendeterminasi merupakan keseluruhan yang tidak dapat diuraiadalah ide bahwa keseluruhan melebihi jumlah dari bagian-bagiannya. Ide tersebut juga merupakan landasan sinergi, atau tindakan yang terkombinasi.Contoh untuk menjelaskan konsep
wholism
adalah :a.Sebuah mobil, melebihi suatu kumpulan logam, karet, dan bagian-bagian sertakomponen-komponen plastik; b.Seorang manusia melebihi suatu kombinasi tulang, otot, syaraf, dan sebagainya;c.Sebuah organisasi bisnis melebihi suatu bauran sumber daya manusia dan sumbedaya fisik;d.Sebuah tim sepak bola melebihi sebelas orang pemain bola;e.Sebuah perkumpulan mahasiswa, melebihi satu kelompok mahasisiwa.Dari contoh-contoh yang disajikan dapat ditarik kesimpulan bahwa sinergi berkaitandengan kemampuan bagian-bagian untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran umum bersama, untuk keseluruhan. Dalam pengertian wholism, terkandung pula maknaadanya suboptimasi sasaran individual dalam rangka mengoptmalkan pencapaiansasaran sistem yang bersangkutan secara keseluruhan.4.Soal keterbukaanInterksi dengan lingkungan merupakan sebuah filsafat dasar dari semua sistemterbuka. Andaikata ada sisitem tertutup riil, berarti mereka gagal berinteraksi denganlingkungan mereka dalam satu atau lain cara. Sistem riil, sebagai sistem terbukadipengaruhi oleh lingkungan, tetapi juga memengaruhi lingkungan. Lingkunganmerupakan sumber penyuplai sumber daya yang digunakan oleh sistem terbuka, dansebagai pemakai nilai yang diciptakan oleh sisem tersebut. Sistem terbuka jugamenunjukkan ciri yang disebut equifinality, yang berarti yang berarti bahwa suatukeadaan final sistem tertentu dapat dicapai dari berbagai macam kondisi awal yang
2
 
 berbeda, dan sebaliknya. Konsep equifinality menimbulkan implikasi penting bagimanajemen sistem keorganisasian. Artinya, bahwa dimunculkan kebutuhan akan pendekatan situasional multidimensional terhadap pemecahan problem dan pengambilan keputusan. Inilah intisari pandangan sistem yang dihubungkan denganmanajemen.5.Persoalan TransportasiSeperti sudah dinyatakan sebelumnya, suatu sistem menciptakan nilai melalui jalanmemenfaatkan dan mengonversi atau mentransformasi sumber daya menjadi outputguna merealisasi tujuan-tujuannya.Contoh berikut lebih menjelaskan apa yang dimaksud.6.Persoalan AntarketerkaitanKonsep antarketerkaitan berhubungan dengan interaksi internal dan interdependensi berbagai bagian dari sesuatu sistem, beserta interaksi sistem yang bersangkutandengan lingkungan. Konsep tingkatan juga penting bagi suatu sistem keorganisasian.Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa sebuah perusahaan bisnis besar secara tipikaldibagi dalam berbagai macam divisi, yang dibagi lagi dalam berbagai departemen,dan sebagainya. Pembagian tingkatan secara tradisional demikian, memusatkan perhatian pada antarketerkaitan vertiakal dari berbagai bagian sesuatu organisasi,sedangkan sifat transformasi input-output memusatkan perhatian padaantarketerkaitan horizontal dari berbagai kesatuan fungsional yang ada.7.Persoalan Mekanisme PengawasanMengingat sifat terbuka suatu sistem dan keterkaitan antarbagian-bagiannya, setiapsisitem harus responsif terhadap lingkungan dan kebutuhan internalnya. Dengan perkataan lain, setiap sistem harus dapat mengatur dirinya sendiri sewaktu berkembang melalui siklus kehidupan. Kebanyakan sistem nyata menunjukkan ciri-ciri “lingkaran tertutup” (close loop) yang memungkinkan mereka bertahan danmengatur diri mereka sendiri. Untuk kebanyakan sistem terbuka yang beroperasidalam lingkungan-lingkungan yang kompleks, keadaan keseimbangan yang terus-menerus mengalami perubahan, kadang disebut sebagai “keseimbangan dinamik”.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->