Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
motivasi kerja

motivasi kerja

Ratings: (0)|Views: 186|Likes:
Published by Yudi Setio
tentang macam-macam teori tentang motivasi kerja ada macam-macam coy, terserah dah mau nyari apaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
tentang macam-macam teori tentang motivasi kerja ada macam-macam coy, terserah dah mau nyari apaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yudi Setio on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
DEFINISI MOTIVASI
 
KERJA
 
Motivasi Kerja (edit)
I. Definisi
 Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah danketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.Selanjutnya, Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorongdari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan.Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.
Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (
attitude
) karyawan dalam menghadapisituasi kerja di perusahaan (
situation
). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan dirikaryawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yangpro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja
maksimal”.
 Berdasarkan pengertian di atas, maka motivasi merupakan respon pegawai terhadap sejumlah pernyataanmengenai keseluruhan usaha yang timbul dari dalam diri pegawai agar tumbuh dorongan untuk bekerja dantujuan yang dikehendaki oleh pegawai tercapai.
II. Teori Motivasi
 Secara garis besar, teori motivasi dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu teori motivasi denganpendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teorimotivasi dengan pendekatan penguat (reinforcement theory)
Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
 Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataandengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebutakan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi amak pegawai tersebut akanmemperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puasnya.Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilakutanpa mengerti kebutuhannya.Abraham Maslow (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagaiberikut :1.
 
Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernapas, seksual.Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang palingdasar2.
 
Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, danlingkungan hidp3.
 
Kebutuhan untuk rasa memiliki (sosial), yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi,berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai
 
4.
 
Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain5.
 
Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill danpotensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, gagasan dan kritik terhadapsesuatu
Teori Keadilan
 Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi perusahaan harusbertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harusdilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensiberdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007).
Teori X dan Y
 Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnyanegative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007).McGregor menyimpulkan bahwa pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapakelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawanberdasarkan asumsi-asumsi tersebut.
Teori dua Faktor
 
Herzberg
 Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang individu denganpekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias sangat baik menentukankeberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007)Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bawaketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik (kontekspekerjaan) meliputi : (1) Upah, (2) Kondisi kerja, (3) Keamanan kerja, (4) Status, (5) Prosedur perusahaan, (6)Mutu penyeliaan, (7) Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahanKeberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu memotivasi mereka. Tetapiketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan, karena mereka perlu mempertahankan
setidaknya suatu tingkat ”tidak ada kepuasan”, kondisi ekstrinsik disebut ketidakpuasan,atau faktor hygiene.
Faktor Intrinsik meliputi : (1) Pencapaian prestasi, (2) Pengakuan, (3) Tanggung Jawab, (4) Kemajuan, (5)Pekerjaan itu sendiri, (6) Kemungkinan berkembang. Tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berartimembuktikan kondisi sangat tidak puas. Tetapi jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yangmenghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai pemuas ataumotivator.
Teori Kebutuhan McClelland
 Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori ini berfokuspada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :a) Kebutuhan pencapaian (need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan mengungguli, mencapaistandar-standar, dan berusaha keras untuk berhasilb) Kebutuhan akan kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku sedemikianrupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->