Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
METABOLISME MIKROORGANISME

METABOLISME MIKROORGANISME

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:
Published by Thea Widi Indiani

More info:

Published by: Thea Widi Indiani on Dec 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

 
METABOLISME MIKROORGANISME
METABOLISME MIKROORGANISME
 
BY: JULIANTY S. SIBUEA
 
Perbedaan enzim ekstraseluler dengan enzim intraseluler
 
Sekalipun semua enzim pada mulanya dihasilkan di dalam sel, beberapa enzimdiekspresikan melalui dinding sel dan dapat berfungsi di luar sel. Ada dua tipe enzim,eksoenzim atau enzim eksraseluler atau enzim di luar sel dan endoenzim atau enzimintraseluler atau enzim di dalam sel.
 
Berdasarkan tempat bekerjanya, bakteri memiliki juga jenis enzim yaitu endoenzimdan eksoenzim. Endoenzim yaitu enzim yang berkerja dalam sel. Sistem endoenzim selainbersifat anabolik dapat juga bersifat katabolik.sedangkan eksoenzim yaitu enzim yangdisekresikan ke luar sel dan berdifusi ke dalam media. Sebagian besar eksoenzim bersifathidroliktik, yang berarti bahwa eksoenzim menguraikan molekul kompleks menjadi molekul-molekul lebih sederhana. Molekul-molekul yang lebih kecil ini kemudian dapat memasuki seldan digunakan untuk kepentingan sel.
 
(Waluyo, 2004).
 
Pembeda Enzim Ektraseluler Enzim IntraselulerSebutan lainTempat kerjanyaSifat enzimFungsiUtamanyaEksoenzimAktifitasnya di luar sel yangmenghasilkan enzim.Sebagian besar eksoenzimbersifat hidroliktik, yangberarti bahwa eksoenzimmenguraikan molekulkompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhanaAtau molekul yang lebihkecil.Melangsungkan perubahanperubahan pada nutrien disekitarnya sehinggamemungkinkan nutrientersebut memasuki sel;dengan perkaaan lainmengambil zat makanan zatmakanan yang ada disekililingnya. Misalnya,enzim amilase menguraikanzat pati menjadi unit-unit gulayang lebih kecil.
(Waluyo. 2004)
 EndoenzimAktifitasnya di dalam selBersifat anabolik dapat jugabersifat katabolik Enzim intraselulermensintesis bahan selulerdan menguraikan nutrienuntuk menyediakan energiyang dibutuhkan oleh sel,misalnya heksokinasemengkatalisis fosforilasiglukosa dan heksosa(senyawa-senyawa gulasederhana) di dalam sel.
(Waluyo. 2004)
 
 
 Reaksi yangdilakukanEnergi yangdibebaskanEnergiMelakukan reaksi danhidrolisisMembebaskan hanyasejumlah kecil energi.Energi yang dibebaskan tidak berguna bagi sel.
(Tarigan, 1988)
 Melakukan reaksi oksidasidan reduksiMembebaskan sejumlahbesar energi.Energi yang dihasilkanberguna atau dimanfaatkanoleh sel mikroorganisme.
(Tarigan, 1988)
 
Perbedaan penghambat enzinm komtetituf dengan penghambat enzim non komtetitf.
 
Pada banyak organisme, inhibitor dapat merupakan bagian dari mekanismeumpanbalik.Jika enzim memproduksi terlalu banyak produk, produk tersebut dapat berperansebagai inhibitor bagi enzim tersebut. Hal ini akan menyebabkan produksi produk melambatatau berhenti. Bentuk umpan balik ini adalah umpan balik negatif. Enzim memiliki bentuk regulasi seperti ini sering kali multimerik dan mempunyai tapak ikat alosterik. Kurvasubstrat/kelajuan enzim ini tidak berbentuk hiperbola melainkan berbentuk S.
 
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Competitive_inhibition.svg&filetimestamp=20080528183227 
 
Laju reaksi enzim dapat diturunkan menggunakan berbagai jenisinhibitor enzim.
 
Inhibisi kompetitif 
 
 
Pada inihibisi kompetitif, inhibitor dan substrat berkompetisi untuk berikatandengan enzim. Seringkali inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sangat mirip dengansubstrat asli enzim. Sebagai contoh,metotreksatadalah inihibitor kompetitif untuk enzimdihidrofolat reduktase.Kemiripan antara struktur asam folat dengan obat iniditunjukkan oleh gambar di samping bawah. Perhatikan bahwa pengikatan inhibitor tidaklahperlu terjadi pada tapak pengikatan substrat apabila pengikatan inihibitor mengubahkonformasi enzim, sehingga menghalangi pengikatan substrat. Pada inhibisi kompetitif,kelajuan maksimal reaksi tidak berubah, namun memerlukan konsentrasi substrat yang lebihtinggi untuk mencapai kelajuan maksimal tersebut, sehingga meningkatkan K
m
.
 
Inhibisi tak kompetitif 
 
Pada inhibisi tak kompetitif, inhibitor tidak dapat berikatan dengan enzim bebas,namun hanya dapat dengan komples ES. Kompleks EIS yang terbentuk kemudian menjaditidak aktif. Jenis inhibisi ini sangat jarang, namun dapat terjadi pada enzim-enzimmultimerik.
 
Inhibisi non-kompetitif 
 
Inhibitor non-kompetitif dapat mengikat enzim pada saat yang sama substratberikatan dengan enzim. Baik kompleks EI dan EIS tidak aktif. Karena inhibitor tidak dapatdilawan dengan peningkatan konsentrasi substrat, V
max
reaksi berubah. Namun, karenasubstrat masih dapat mengikat enzim, K
m
tetaplah sama.
 
Inhibisi campuran
 
Inhibisis jenis ini mirip dengan inhibisi non-kompetitif, kecuali kompleks EISmemiliki aktivitas enzimatik residual.
 
Pada inhibitor kompetitif, inhibitor akan bersaing dengan sunstrat untuk bergabung dengan enzim sehingga kerja enzim akan terganggu. Sementara itu, inhibitornonkompetitif,tidak akan bersaing dengan substrat untuk bergabung dengan enzim karenamemiliki sisi ikatan yang berbeda.
 
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Inhibition.png&filetimestamp=20080205204432
 
Pembeda penghambat enzim komtetitf (Inhibitor Kompetitif)penghambat enzim nonkompetitif (Inhibitor Non-kompetitif)Reaksi terhadapsubstratInhibitorkompetitif akan bersaingdengan substrat untuk bergabung dengan enzimsehingga kerja enzim akanterganggu.Inhibitor kompetitif mengikatInhibitor nonkompetitif tidak akan bersaing dengansubstrat untuk bergabungdengan enzim karenamemiliki sisi ikatan yangberbeda.Pada Inhibitor Non-kompetitif pengikatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->