Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahasa Indonesia Hukum

Bahasa Indonesia Hukum

Ratings: (0)|Views: 316|Likes:
Published by Hendrik Manuhutu

More info:

Published by: Hendrik Manuhutu on Dec 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

 
BAHASA INDONESIA HUKUM
PENGEMBANGAN HUKUM NASIONALPERLU DIDUKUNG PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA HUKUMYANG BAIK DAN BENAR 
1.PENDAHULUAN:
Penggunaan bahasa Indonesia dalam bidang hukum sampai saat ini masih jauh dariharapan. Bahasa Indonesia yang dituangkan dalam peraturan perundangan dan berbagai putusandi bidang hukum kerap mengundang multitafsir dan tak lugas. Hal itu terjadi karena para pembuat aturan dan penegak hukum kurang menguasai bahasa Indonesia secara baik. Disamping itu, minimnya padanan kosakata bahasa Indonesia membuat berbagai dokumen hukumyang ada masih menggunakan bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan Belanda. Untuk itu, para pakar bahasa Indonesia dan pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk merumuskan bahasa hukum yang baku, lugas, singkat, modern, dan mudah dicerna secara jelas, tegas dantepat.Peraturan yang multitafsir merupakan gambaran dari kelemahan penguasaan bahasaIndonesia oleh para pembuat aturan dan penegak hukum. Salah satu contohnya adalah putusanhakim yang sering menimbulkan ketidakpastian bagi para pihak yang berperkara. Keputusanhakim malah menimbulkan perdebatan. Seharusnya hakim, jaksa, dan pengacara bisamerumuskan semua tuntutan, pandangan, pertahanannya, dalam bahasa Indonesia yang baik dantidak menimbulkan banyak interpretasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.Ketidakmampuan menggunakan bahasa Indonesia juga tampak dalam proses legislasi atau pembuatan produk hukum Kalau masih ada peraturan yang multitafsir berarti penguasaan bahasanya yang perlu diperhatikan. Untuk mengatasi persoalan, perlu adanya antisipasi yangdimulai dari mahasiswa hukum diwajibkan mengambil mata kuliah bahasa Indonesia dankemahiran bantuan hukum. Mahasiswa diajarkan dasar-dasar penulisan akademik yang benar,dari sisi gramatikal, tata kalimat, serta memahami makna dari kata-kata kunci. Meski masihdianggap kurang, penambahan mata kuliah itu akan membuat lulusannya lebih paham bahasahukum. Pendidikan yang bias dikatakan tinggi bidang hukum harus memandang bahasaIndonesia setara dengan bahasa asing. Dengan demikian diharapkan setiap produk hukum bisamengandung kepastian dan keadilan.
 
2Bahasa Indonesia dalam hukum di Indonesia hubungannya sangat erat, tidak dapatdipisahkan karena bahasa dengan hukum saling mengkait baik dalam arti dan penggunaannya,tidak tepat dalam penempatan kata dan penulisan maka akan mempengaruhi arti dalam suatukalimat hukum, hal tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap penerapan hukum yangsesungguhnya. Jika kita ingin mengembangkan Hukum Nasional maka diperbaikiterlebih dahulu Bahasa Indonesia Hukum yang saat ini masih banyak multitafsir dan terapkan bahasa Indonesia yang benar, sehingga terbentuk hukum sebagai salah satu sarana untuk menciptakan keteraturan dalam kehidupan sosial masyarakat, sedangkan bahasa merupakansarana komunikasi dan penerapan hukum itu sendiri kepada masyarakat. Hukum hanya dapat berjalan dengan efektif manakalah dirumuskan dengan bahasa yang tegas dan benar sertamempunyai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat serta dapat dikomunikasikan dengan baik ditengah masyarakat, apabila tidak dapat pahami oleh masyarakat maka akan berdampak terhadap penegakan hukum itu sendiri.
II.BAHASA HUKUM INDONESIA DAN PERMASALAHANNYA
Sesuai dengan pokok persoalannya, ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bidang hukum disebut bahasa hukum Indonesia. Manurut Prof Mahadi SH (1983:215), bahasahukum Indonesia adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam duniahukum. Perhatian yang besar terhadap pemakaian bahasa hukum Indonesia sudah dimulai sejak diadakan Kongres Bahasa Indonesia II tanggal 28 Oktober –2 November 1954 di Medan.Bahkan, dua puluh tahun kemudian, tahun 1974, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN)menyelenggarakan simposium bahasa dan hukum di kota yang sama, Medan. Simposium tahun1974 tersebut menghasilkan empat konstatasi berikut (Prof Mahadi dan Drs. Sabarudin Ahmad1979 dalam Sudjiman 1999).1. Bahasa hukum Indonesia (BHI) adalah bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam bidanghukum, yang mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri; oleh karena itu bahasahukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.2. Karakteristik bahasa hukum terletak pada kekhususan istilah, komposisi, serta gayanya.3. BHI sebagai bahasa Indonesia merupakan bahasa modern yang penggunaannya harustetap, terang, monosemantik, dan memenuhi syarat estetika.4. Simposium melihat adanya kekurangsempurnaan di dalam bahasa hukum yang sekarangdipergunakan, khususnya di dalam semantik kata, bentuk, dan komposisi kalimat.
 
3Terungkapnya kekurangsempurnaan di dalam bahasa hukum, seperti terdapat dalamkonstatasi keempat di atas, yang tercermin dalam penulisan dokumen-dokumen hukum dapatditelusuri dari sejarahnya. Sejarah membuktikan bahwa bahasa hukum Indonesia, terutama bahasa undang-undang, merupakan produk orang Belanda. Pakar hukum Indonesia saat itu banyak belajar ke negeri Belanda karena hukum Indonesia mengacu pada hukum Belanda. Para pakar banyak menerjemahkan langsung pengetahuan dari bahasa Belanda ke dalam bahasaIndonesia tanpa mengindahkan struktur bahasa Indonesia (Adiwidjaja dan Lilis Hartini 1999:1 —2). Di samping itu, ahli hukum pada masa itu lebih mengenal bahasa Belanda daripada bahasa asing lainnya (Inggris, Perancis, atau Jerman) karena bahasa Belanda wajib dipelajari,sedangkan bahasa Indonesia tidak tercantum di dalam kurikulum sekolah (Sudjiman 1999).Menurut Mahadi (1979:31), hukum mengandung aturan-aturan, konsepsi-konsepsi,ukuran yang telah ditetapkan oleh penguasa pembuat hukum untuk :1. Disampaikan kepada masyarakat,2. Dipahami/disadari maksudnya,3. Dipatuhi. Namun, kenyataannya sebagai sarana komunikasi, bahasa Indonesia di dalamdokumen-dokumen hukum sulit dipahami oleh masyarakat awam. Pemakaian bahasa Indonesiadalam bidang hukum masih perlu disempurnakan (Mahadi 1979:39). Banyak istilah asing(Belanda atau Inggris) yang kurang dipahami maknanya dan belum konsisten, diksinya belumtepat, kalimatnya panjang dan berbelit-belit (lihat Mahadi 1979).Senada dengan Mahadi, Harkrisnowo (2007) menambahkan bahwa kalangan hukumcenderung (a) merumuskan atau menguraikan sesuatu dalam kalimat yang panjang dengan anak kalimat; (b) menggunakan istilah khusus hukum tanpa penjelasan; (c) menggunakan istilahganda atau samar-samar; (d) menggunakan istilah asing karena sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia; (e) enggan bergeser dari format yang ada (misalnya dalam akta notaris). Hal-hal tersebut menempatkannya dalam dunia tersendiri seakan terlepas dari dunia bahasaIndonesia umumnya. Tidak heran jika dokumen hukum, seperti peraturan perundang-undangan,surat edaran lembaga, surat perjanjian, akta notaris, putusan pengadilan, dan berita acara pemeriksaan, sulit dipahami masyarakat awam.Akan tetapi, sebagian orang menganggap semua itu merupakan karakteristik bahasahukum dalam hal kekhususan istilah, kekhususan komposisi, dan kekhususan gaya bahasa.Meskipun diakui bahasa hukum Indonesia memiliki karakteristik tersendiri dalam hal istilah,komposisi, dan gaya bahasanya, bukan berarti hanya dapat dimengerti oleh ahli hukum atauorang-orang yang berkecimpung di dalam hukum (Natabaya 2000:301). Bahkan, sebetulnya di

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->