Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL

PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL

Ratings: (0)|Views: 210|Likes:
Published by M Abdi Abdul Afis

More info:

Published by: M Abdi Abdul Afis on Dec 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL
 Kehidupan bangsa Indonesia dalam Negara Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila tidak bebas dari aneka ragam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan . Itu ada yang datang dariluar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, sebab tidak semua pihak setuju dengan apa yanghendak dituju negara kita.Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya melalui Dwi Tunggal Sukarno
 – 
 Hatta, kita tidak pernah bebas dari ancaman , tantangan, hambatan dan gangguan. Setelah tahun1966, ketika kita berhasil mengakhiri pemberontakan Gestapu/PKI , boleh dikatakan bahwaancaman tidak ada lagi. Sebab yang kita maksudkan dengan ancaman adalah satu kondisi yangdapat menyebabkan berakhirnya kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia berdasarkanPancasila. Namun meskipun ancaman sudah tidak kita alami lagi, tantangan, hambatan dangangguan tetap ada dan bahkan meningkat.Bangsa Indonesia, berdasarkan pengalamannya, telah menetapkan satu cara untuk mengatasiancaman, tantangan, hambatan dan gangguan itu. Cara itu adalah
Ketahanan Nasional
. Yangkita maksudkan dengan Ketahanan Nasional adalah
kondisi dinamis bangsa berisikan keuletandan ketangguhan yang membentuk kekuatan nasional
yang dapat mengatasi setiap ancaman,tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang secaralangsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta pencapaiantujuan nasional.
 
Dengan cara Ketahanan Nasional kita telah berhasil mengatasi semua ancaman di masa lampausehingga Republik Indonesia selamat dari segala ujian itu. Dan di masa depan KetahananNasional harus selalu kita pelihara agar dapat mencegah timbulnya ancaman baru. Meskipunbegitu tantangan-tantangan baru terus timbul dan harus kita atasi.Ketahanan Nasional mempunyai aspek utama, yaitu
Kesejahteraan dan Keamanan.
 Kesejahteraan dan Keamanan adalah dua aspek dari Ketahanan Nasional yang dapat dibedakantetapi tak dapat dipisahkan. Sebab itu, mengusahakan terwujudnya Ketahanan Nasionalhakikatnya merupakan satu proses membentuk Kesejahteraan dan Keamanan buat negara danbangsa. Ada kalanya bangsa berada dalam tingkat perjuangan yang memerlukan titik berat padaKesejahteraan, sedangkan pada tingkat perjuangan lain mungkin juga titik berat harus padaKeamanan . Namun sekalipun titik berat diletakkan pada salah satu aspek, aspek yang lain tidak boleh hilang sama sekali. Sebab seperti dalam ilmu hitung apabila kita kalikan satu angkadengan nol, hasilnya menjadi nol pula. Jadi kalau salah satu aspek sama sekali tidak diperhatikan, Ketahanan Nasional akan sama dengan nol atau tidak ada Ketahanan Nasional.Paling baik adalah kalau kita dapat membentuk kondisi harmonis antara Kesejahteraan danKeamanan, meskipun hal itu tidak mudah tercapai.Ketahanan Nasional hanya dapat terwujud kalau meliputi seluruh segi kehidupan bangsa yangbiasanya kita namakan aspek sosial kehidupan, meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial,Budaya dan Hankam. Juga meliputi aspek alam , yaitu Geografi, Penduduk dan Kekayaan Alam.Di lingkungan Lembaga Ketahanan Nasional seluruh segi kehidupan bangsa itu dinamakan
 Asta
 
Gatra,
terdiri dari
Panca Gatra (Sosial)
dan
Tri Gatra (Alam)
. Seluruhnya itu harus selaludiusahakan untuk memberikan perannya dalam perwujudan Kesejahteraan dan Keamanan.
KEMISKINAN MERUPAKAN KELEMAHAN
 Adalah satu kenyataan bahwa kemiskinan masih terdapat dalam jumlah besar di Indonesia.Meskipun jumlah rakyat yang hidup di bawah
garis kemiski
n
an
sudah dapat kita kurangi secaramencolok, yaitu dari sekitar 70 persen pada tahun 1970 menjadi sekitar 15 persen pada tahun1993, namun itu masih meliputi tidak kurang dari 27 juta orang. Satu jumlah yang sama dengan jumlah penduduk satu negara ukuran menengah seperti Canada (28 juta) dan jauh di ataspenduduk Malaysia (19 juta). Padahal rakyat Indonesia yang hidup sedikit di luar gariskemiskinan juga masih tergolong miskin sekali. Maka dengan begitu jumlah penduduk Indonesiayang masih hidup miskin banyak sekali.Kondisi penduduk demikian tidak mendukung adanya Ketahanan Nasional yang kuat, malahanmelemahkannya. Seperti telah diuraikan, Ketahanan Nasional terdiri dari Kesejahteraan danKeamanan yang dapat dibedakan tetapi tidak dipisahkan. Kalau masih banyak sekali penduduk Indonesia miskin, sekalipun ada kecenderungan akan membaik, maka Kesejahteraan pada waktuini belum tinggi. Karena itu juga Keamanan belum dalam kondisi yang cukup baik. Oleh karenaitu Kemiskinan merupakan tantangan yang harus dapat diatasi secepat mungkin untuk dapatmewujudkan Ketahanan Nasional yang tangguh.Kemiskinan itu dapat dilihat secara absolut dan relatif. Dilihat secara absolut kita mempunyaitingkat kemiskinan sebagaimana diindikasikan oleh penghasilan per capita yang sekarangsebesar 730 dollar AS atau sekitar Rp 1.500.000 per tahun. Pada umumnya penghasilan yangdinilai memadai adalah kalau sudah di atas 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 4.500.000 per tahun.Jadi keadaan kita secara absolut baru sepertiga yang dinilai normal. Padahal angka Rp 1.500.000per capita / tahun itu jauh dari gambaran keadaan penghasilan penduduk yang sebenarnya. Sebabada yang segolongan kecil yang kaya sekali dengan penghasilan per capita mungkin tidak kalahdari penduduk di negara maju, jadi lebih dari 20.000 dollar AS atau Rp 45 juta setahun.Sedangkan mayoritas penduduk di bawah Rp 1.500.000, bahkan mungkin sekali di bawah Rp1.000.000 per tahun.Secara relatif kondisi penghasilan bangsa Indonesia masih amat parah juga, karena harusdibandingkan dengan penghasilan per capita bangsa-bangsa yang lain, khususnya yang tinggalsekitar kita. Kita adalah bangsa termiskin di lingkungan ASEAN menurut laporan World Bank Atlas 1995. Singapore adalah terkaya dengan $ 19.310, Malaysia $ 3.160, Thailand $ 2.040,Filipina $ 830, sedangkan Brunei Darussalam menurut majalah Asia Week 10 Februari 1995 $18.500. Maka jelas sekali bahwa kita baik secara absolut maupun relatif masih tergolong bangsayang miskin, apalagi kalau melihat penghasilan mayoritas penduduk yang di bawah Rp1.000.000 atau $ 500. Meskipun sekitar 5 persen penduduk Indonesia tidak kalah hidupnya darirata-rata penduduk Singapore.Akan tetapi kita tidak boleh berkecil hati. Sebab kalau kita bandingkan penghasilan per capitasekarang dengan tahun 1969 ketika kita mulai dengan Pembangunan Nasional, yaitu hanyasebesar $ 80 saja, maka nampak bahwa keadaan kita sekarang sudah sembilan kali lipat. Bahkan
 
mayoritas yang masih di bawah $ 500 sudah meningkat sekurang-kurangnya tiga kali lipat. Itumenunjukkan bahwa Pembangunan Nasional kita berhasil, tidak hanya untuk yang golongankecil saja, tetapi juga untuk mayoritas penduduk. Itu berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyaikekuatan untuk tumbuh. Dan perkiraan yang diberikan oleh Presiden Soeharto bahwa pada akhirPJP Kedua kita sudah mencapai penghasilan per capita di atas $ 2.000 bukan hal yang mustahil.Namun itu masih dua puluh lima tahun lagi, sedangkan sekarang bangsa kita masih diliputikemiskinan. Dan karena kemiskinan yang masih sangat luas itu timbul banyak kelemahan dalamKetahanan Nasional kita.Kalau orang itu miskin dan ia mempunyai keluarga yang menjadi tanggung jawabnya, makaseluruh keluarga itu hidup dalam kemiskinan. Itu membawa akibat yang bersifat material danmental.Keluarga itu secara material kurang dapat menyediakan makanan yang cukup, apalagi yang sehatdan cukup bergizi. Buat mereka yang penting adalah asalkan setiap hari dapat makan dan peruttidak terlalu keroncongan. Akibat dari kurang makan makanan bergizi kesehatan menjadi rawan,tenaga bekerja tidak besar karena kurang mampu mengeluarkan energi dan kemampuan berpikirmenjadi lemah karena otak kurang mendapat peredaran darah. Kalau ada anggota keluarga yangmasih sekolah, maka sukar dapat belajar dengan baik. Kalau sudah bekerja, maka kurang dapatbekerja dengan produktivitas tinggi. Dan mudah terserang penyakit yang membuat kehidupanmakin sengsara karena kurang mampu membeli obat. Dengan begitu harapan hidup menjaditidak terlalu panjang.Ada orang yang sanggup mengatasi kekurangan material itu dengan sikap mental yang kuatsekali. Sekalipun kurang makan yang bergizi tetapi masih sanggup mengeluarkan energi cukupuntuk menghasilkan tenaga fisik yang memadai. Juga masih dapat membuat dirinya mampuberpikir secara tajam. Ini semua adalah hasil dari pemusatan pikiran dan perasaan yang dapatdicapai orang, apabila ia mampu menyatukan diri dengan Tuhan Yang Maha Kuasa melaluikontemplasi. Itu berarti bahwa orang itu dapat menggunakan kekuatan mentalnya untuk menguasai seluruh kehidupannya, termasuk kehidupan materialnya. Buat orang seperti itukemiskinan tidak harus berarti kelemahan.Akan tetapi orang yang sanggup berbuat demikian biasanya terbatas jumlahnya. Mayoritasrakyat Indonesia termasuk manusia yang mentalnya sama perannya dalam kehidupannya denganperan kondisi materialnya. Jadi kalau keadaan materialnya miskin, itu juga mempengaruhikondisi mentalnya. Orang itu menjadi acuh tak acuh dan tidak mempunyai perhatian terhadaphal-hal di luar masalah kehidupannya secara langsung. Ia menjadi mudah dipengaruhi oleh pihak lain yang dapat memberikan sesuatu kepadanya dan akibatnya ia kurang mempunyai pendiriansendiri. Kemauan dan keuletan mentalnya lemah dan mudah menyerah terhadap kesulitan. Tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang menunjukkan kekuatan. Tidak adakeinginan untuk mengubah kehidupannya sehingga dapat keluar dari kemiskinan. Kalaumempunyai satu pekerjaan , sama sekali tidak ada niat untuk menghasilkan pekerjaan yangbermutu tinggi. Jadi tidak ada padanya pengertian efisiensi dan efektivitas, melainkan asal jadi.Atau orang itu menjadi a-sosial dan melawan masyarakat. Bentuk umum adalah melakukantindakan kriminal untuk membalas keburukan kehidupan yang harus ia alami, seakan-akan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->