Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
93Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Problematika Guru Di Sekolah

Makalah Problematika Guru Di Sekolah

Ratings:

4.8

(15)
|Views: 27,040|Likes:
Published by Moh. Mujib

More info:

Published by: Moh. Mujib on Feb 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

12/22/2013

 
PROBLEMATIKA YANG DIHADAPI GURU DI SEKOLAH
 Moh. Mujib Zunun @lmisri 
IPENDAHULUAN
1
Sekolah belum menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan danmemberikan pengetahuan yang bermakna bagi peserta didik. Saat ini, sekolah terlalu banyak membebani siswa dengan pengetahuan yang banyak, namun tidak bermakna.Tidak heran kalau pengetahuan yang diberikan itu tidak bias dijadikan topanganketerampilan yang berkembang secara dinamis. Akibatnya, jangankan untuk bersaing, peserta didik kita bahkan tidak mampu untuk membantu dirinya agar mandiri.Pernyataan diatas terkait denggan pemahaman siswa terhadap materi ajar.Walaupun seingkali kita mengetahui banyak siswa uyang mungkin mampumenyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi yang diterimanya, tetapi padakenyataannya mereka seringkali tidak memahami/mengerti secara mendalam pengetahuan yang bersifat hafalan tersebut. Siswa memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan, yaitumenggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Perlu disadari bahwa program pembelajaran bukanlah sekedar rentetan topic/pokok bahasan, tetapi sesuatuyang harus dipahami oleh siswa dan dapat dipergunakan untuk kehidupannya.Rasionalisasi dari pernyataan di atas ditunjukkan oleh hasil penelitian yangmenjelaskan bahwa konsep terdahulu tentang sesuatu yang dimiliki siswa merupakanhal yang penting dalam proses pembelajaran. Siswa pada semua usia memilikikopnsep tentang berbagai fenomena yang dibawanya ke dalam kelas. Konsep awal inidapat bersumber antara lain dari latar belakaang kebudayaan, keluarga dan mediamaupun hal-hal lain di mana siswa secara langsung mendengar, melihat, mengalamidan sekaligus menggunakannya. Konsep ini terbuikti sangat membantu dan bernilaidalam konteks kehidupan keseharian siswa. Sementara itu, konsep baru yangdipelajari siswa di dalam kelas akan lebih mudah diterima siswa jika dikaitkandengan skema pengetahuan yang telah dimilikinya itu, sehingga terjadi prosesasimilasi dan asosiasi. Jika konsep baru tersebut menambah atau memperkaya skema pemikiran yang sebelumnya telah dimiliki siswa, hal ini dapat dikatakan telah terjadiasimilasi, sementara itu proses asosiasi terjadi jika skema yag sebelumnya sudah ada.Persoalan sekarang adalah bagaimana menemukan pendekatan yang terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajarantertentu, sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingat lebih lama konseptersebut. Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yangsaling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh. Bagaimana seorangguru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya
1
Jamaluddin Idris,
 Kompilasi Pemikiran Pendidikan
(Yogyakarta : Taufiqiyah Sa’adah-Suluh Press,2005), hal. 73-75
1
 
tentang alas an dari sesuatu, arti dari sesuatu, dan hubungan dari apa yang mereka pelajari. Bagaimana guru membuka wawasan berpikir yang beragam dari seluruhsiswa, sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannyakehidupan nyata, sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selamahidupnya. Hal ini merupakann tantangan yang dihadapi oleh guru setiap hari dantantangan bagi pengembangan kurikulum.Pokok bahasan dalam makalah yang berjudul “Problematika Yang DihadapiGuru di Sekolah” adalah sebagai berikut :
o
Apakah hakekat Guru itu ?
o
Apakah Problematika yang dihadapi Guru di Sekolah ?
IIPEMBAHASAN
A.Pengertian GuruDalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikanilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalahorang yang melaksanakan pendidikan di ttempat-tempat tertentu, tidak mesti dilembaga pendidikan formal, tetapi bias juga di masjid, di surau/mushalla, dirumah, dan sebagainya.
2
Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat.Kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati, sehingga masyarakat tidak meragukan figure guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak didik mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia.Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat, maka di pundak gurudiberikan tugas dan tanggung jawab yang berat. Mengemban tugas memang berat.Tapi lebih berat lagi mengemban tanggung jawab. Sebab tanggung jawab gurutidak hanya sebatas dinding sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Pembinaan yangharus guru beerikan pun tidak hanya secara kelompok (klasikal), tetapi jugasecara individual. Hal ini mau tidak mau menuntut guru agar selalumemperhatikan sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didiknya, tidak hanya dilingkungan sekolah tetapi di luar sekolah sekalipun. Karena itu, tepatlah, bahwaguru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual ataupun klasikal, baik di sekolahmaupun di luar sekolah.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru adalah semua orangyang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah.B.Problematika yang dihadapi Guru di Sekolah
2
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan TeoretisPsikologis, (Jakarta : Renika Cipata, 2005), hal. 32
2
 
Menurut Chandler dan Petty, yang dikutip oleh M. Ngalim Purwanto, bahwa masalah-masalah yang dihadapi guru pada umumnya dapatdikelompokkan sebagai berikut :
3
o
Kebutuhan akan perumahan/tempat tinggal yang sesuai atau wajar bagiseorang guru;
o
Memperoleh perkenalan dengan personel sekolah (guru-guru dan pegawai)
o
Memperoleh pengertian tentang system dan tujuan sekolah.
o
Mengerti tentang peraturan-peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahitu.
o
Mengerti dan dapat mengenal masyarakat serta lingkungan sekitar.
o
Mengenal organisasi-organisasi professional dan etika jabatan, dan
o
Masalah-masalah penting lainnya yang berhubungan langsung dengan tugas pekerjaannya sebagai guru di sekolah itu.Masalah pokok yang dihadapi guru, baik pemula maupun yang sudah professional adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas merupakan masalahyang kompleks. Guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankankondisi kelas untuk mencapai tujuan pengajaran secara efisien danmemungkinkan anak didik dapat belajar. Dengan demikian pengelolaan kelasyang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif. Tugas utama dan yang paling sulit dilakukan guru adalah pengelolaan kelas, lebih-lebih tidak ada satu pun pendekatan yang dikatakan paling baik.Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memeliharakondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi edukatif. Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan untuk menciptakandan mempertahankan konsisi yang optimal bagi terjadinya proses interaksiedukatif. Yang termasuk ke dalam hal ini adalah misalnya penghentian tingkahlaku anak didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagiketepatan waktu penyelesaian tugas nak didik, atau penetapan norma kelompok yang produktif.Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampumengatur anak didik dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalamsuasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Pengelolaankelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses interaksiedukatif yang efektif.Adapun tujuan keterampilan mengelola kelas adalah sebagai berikut :
3
M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung : Remaja Rosdakarya,2005), hal. 151-152. Lihat juga : Chandler and Petty,
 Personal Management in School Administration
,World Book Company, New York, Inc., 1963, hal. 159-166
3

Activity (93)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Qotrun Nada liked this
BC Kandangan liked this
Rhisyah Mubharok added this note|
semangat tuk maju,,,jadikan bangsa ini bangsa yang berpendidikan,,
Rozipgsd liked this
Adri Yudi added this note|
makasih untuk infonya
Soedirman Bagas liked this
Vido Ciepiet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->