• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
IPEMBUKAAN
Kurikulum adalah seperangkat materi pendidikan dan pengajaran yangdiberikan kepada peserta didik. Definisi lain, "suatu rencana yang disusun untumelancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggungjawabsekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya."
1
Ralp Tayler dalamBasic Principles of Curriculum and Instruction, berpendapat ada empat faktor  penentu dalam perencanaan kurikulum, yakni faktor filosofis, sosiologis, psikologis dan epistimologis.
2
Faktor-faktor ini, terutama faktor sosiologis,mengalami perkembangan sangat dinamis, sehingga menuntut evaluasi untumelakukan pengembangan serta perubahan kurikulum secara periodik. Namun,karena aspek sosiologis ini juga berbeda antara satu tempat dengan tempat lain,maka di samping penyeragaman kurikulum secara nasional, perlu juga pengembangan kurikulum sesuai dengan kondisi dan potensi lokal masing-masinglembaga pendidikan.Institut Agama Islam Negeri (IAIN) telah memainkan peran penting dalamkehidupan keagamaan dan pendidikan di Indonesia. Peran tersebut kemungkinan besar akan semakin penting pada masa mendatang. IAIN secara resmi berdiri pertama kali pada tahun 1960 di Yogyakarta, dengan cabang di Jakarta. Padatahujn 1997 hampir semua IAIN Cabang diubah menjadi Sekolah Tinggi AgamaIslam Negeri (STAIN), termasuk STAIN Tulungagung.Pokok bahasan pada makalah ini terbagi dalam kisi-kisi sebagai berikut :
o
Paradigma Kurikulum Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)
o
Analisis Kritis Kurikulum Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)
1
S. Nasution,
 Kurikulum dan Pengajaran
(Jakarta: Bumi Aksara cet. II, 1995), hal 5.
2
Ibid 
, halaman 6
Seminar Kelas 2B, Analisis Kritis Kurikulum PTAI Oleh Moh. Mujib Zunun @l-Misri@2008
1
 
IIPEMBAHASAN
A.
Paradigma Kurikulum Perguruan Tinggi Islam
Dilihat dari perspektif perkembangan nasional dan global yangdisinggung sedikit di atas, namun tidak perlu diuraikan secara rinci maka konsep“paradigma” bagi Perguruan Tinggi di Indonesia merupakan sebuah keharusan.Dalam dunia yang tengah berubah sangat cepat, terdapat kebutuhan mendesak  bagi adanya visi dan paradigma baru Perguruan Tinggi. Paradigma baru itu, mautidak mau, melibatkan reformasi besar yang mencakup perubahan kebijakan yanglebih terbuka, transparan, dan akuntabel. Dengan reformasi dan perubahanPerguruan Tinggi dapat melayani kebutuhan yang lebih beragam bagi lebih banyak orang dengan kandungan pendidikan (
contents
), metode, dan penyampaian pendidikan berdasarkan jenis dan bentuk-bentuk baru hubungandengan masyarakat dan sektor-sektor masyarakat lebih luas.Paradigma Perguruan Tinggi yang sekarang ini di Indonesia menjadikerangka dan landasan pengembangan Perguruan Tinggi merupakan hasil dari pembahasan dan perumusan yang telah dilakukan sejak waktu yang lama baik  pada tingkat nasional maupun internasional. Sekali lagi, PTAI/IAIN sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional juga tidak bisa melepaskan diridari perumusan-perumusan yang berkembang dari waktu ke waktu itu.Kajian ulang terhadap kinerja Perguruan Tinggi secara komprehensif,yang menghasilkan pemikiran dan konsep baru tentang pengembangan PerguruanTinggi, bisa kita lihat misalnya dalam kerangka yang diajukan oleh D.A. TisnaAmijaya.
3
 Sebelum memberikan kerangka pengembangan Perguruan Tinggi jangka panjang, ia mengidentifikasi lima masalah besar yang dihadapi PerguruanTinggi pada umumnya.
 Pertama
, produktivitas yang rendah;
kedua
, keterbatasandaya tampung;
ketiga
keterbatasan kemampuan berkembang;
keempat 
,kepincangan di antara berbagai Perguruan Tinggi; dan
kelima
, distribusi yangtidak seimbang dalam bidang-bidang ilmu yang disediakan Perguruan Tinggi,
3
 
D.A. Tisna Amijaya,
 Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 1976-1985
(Jakarta: Dirjen Dikti, 1976).
Seminar Kelas 2B, Analisis Kritis Kurikulum PTAI Oleh Moh. Mujib Zunun @l-Misri@2008
2
 
khususnya di antara ilmu-ilmu sosial dan humaniora dengan ilmu-ilmu eksakta.Untuk mengatasi berbagai kelemahan ini, Amijaya mengajukan lima program besar.
 Pertama
, peningkatan produktivitas Perguruan Tinggi;
kedua
, peningkatandaya tampung;
ketiga
, peningkatan pelayanan kepada masyarakat;
keempat 
 peningkatan bidang keilmuan eksakta atau iptek;
kelima
, peningkatankemampuan berkembang.Harus diakui, program di atas tidak banyak berhasil, karena terdapat berbagai kendala, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi itu sendiri dankebijakan pendidikan nasional yang masih tetap sangat sentralistik dan kaku.Sebab itu, sebuah konsep program pengembangan Perguruan Tinggi jangka panjang, 1986-1995, yang sedikit berbeda diperkenalkan Sukadji Ranuwihardjo.
4 
Beberapa konsep program besar kembali dirumuskan, yakni,
 pertama
, peningkatan kualitas Perguruan Tinggi;
kedua
, peningkatan produktivitas;
ketiga
, peningkatan relevansi;
keempat 
, perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.Sebagian besar berdasarkan konsep-konsep ini selanjutnya dirumuskan sebuah“paradigma baru” Perguruan Tinggi sebagaimana terdapat dalam Rencana JangkaPanjang Ketiga (1996-2005). Paradigma baru ini mencakup antara lain: peningkatan kualitas Perguruan Tinggi secara berkelanjutan melalui peningkatankualitas manajemen yang telah diperbaiki, di mana otonomi, akuntabilitas danakreditasi merupakan komponen-komponen terpenting.
5
Rencana jangka panjang terakhir ini sejak semula memang disebutsebagai “paradigma baru” Perguruan Tinggi. Paradigma baru ini pada dasarnya bertujuan untuk merumuskan kembali peran negara dan Perguruan Tinggi,sehingga lebih memungkinkan bagi Perguruan Tinggi untuk berkembang lebih baik. Paradigma baru itu juga dimaksudkan untuk memberi panduan bagi pengembangan mekanisme baru guna memperkuat Perguruan Tinggi, seperti perencanaan atas dasar prinsip desentralisasi, evaluasi berkelanjutan terhadapkualitas, dan lain-lain.
4
Sukadji Ranuwihardjo,
 Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 1986-1995
(Jakarta: Dirjen Dikti, 1985).
5
Lihat, Bambang Soehendro,
 Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 1996-2005
(Jakarta: Dikti, 1996).
Seminar Kelas 2B, Analisis Kritis Kurikulum PTAI Oleh Moh. Mujib Zunun @l-Misri@2008
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...