apabila seorang muslim yang menjunjung kehidupan yang baik ini akan mendapatkanganjaran bila ia tekun bekerja. Dalam rangka menjunjung kehidupan, manusia telahdikaruniai berbagai kenikmatan untuk memenuhi kebutuhannya baik materialmaupun spiritual.
IIHasil Penelitian dan Pembahasan
Sistem Ekonomi Islam
Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai sebuah studi tentang pengelolaan harta benda menurut perpektif Islam
. Ekonomi Islam sebagai ilmu ekonomi didasarkanatas sumber hukum Islam; Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Secara epistemologis, ekonomi Islam dibagi menjadi dua disiplin ilmu;
Pertama
,
ekonomi Islam normatif
, yaitu studi tentang hukum-hukum syariah Islam yang berkaitan dengan urusan harta benda (al-mâl). Cakupannya adalah: (1) kepemilikan(al-milkiyah), (2) pemanfaatan kepemilikan (tasharruf fi al-milkiyah), dan (3)distribusi kekayaan kepada masyarakat (tauzi’ al-tsarwah baina al-nas).
Kepemilikan (al-milkiyah)
, artinya bahwa Keinginan untuk memiliki hartamendorong adanya berbagai aktivitas ekonomi dalam masyarakat. Berbagai aktivitasekonomi muncul agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembangseiring dengan semakin maju kehidupan masyarakat. Keinginan untuk memiliki hartayang banyak mendorong seseorang untuk mau bekerja keras dari pagi sampai malam pada berbagai bidang ekonomi. Fenomena ini juga ditegaskan oleh Allah Swt dalamAl-Qur’an Surat Ali Imron ayat 14 :
“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenagan hidup di dunia dandisisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”
Islam memiliki pandangan yang khas mengenai masalah harta di mana semua bentuk kekayaan pada hakekatnya adalah milik Allah SWT. Demikian juga harat atau
4
An-Nabhani, Taqiy Al-Din. 1990.
An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam
.. Beirut : Dar Al-Ummah. Lihat juga : Muhammad Abdul Mannan, (1993)
Teori dan Praktek Ekonomi Islam
(terj),
Dana Bakti Wakaf, Yogyakarta, 19. Lihat juga : M.M. Metwally (1995),
Teori dan Model Ekonomi Islam
(terj)
, Bangkit Daya Insani, Jakarta, 1
5
Selain Al-Qur’an, Al-Hadits, sumber hukum lain adalah Ijma’ Ijtihad, dan Qiyas,sedangkan sumber hukum ekonomi Islam lainyang diakui oleh empat madzhab adalah Istihsan,Istislah, dan Istishab. Lihat Muhammad Abdul Mannan, (1993)
Teori dan Praktek Ekonomi Islam
(terj),
Dana Bakti Wakaf, Yogyakarta, 34-38. Selain itu Mashlahah Musrsalah dan ‘urf (adatkebiasaan) merupakan sumber hukum yang juga harus diperhatikan. Lihat Ahamad Azhar Basyir,(1987)
Garis Besar Sistem Ekonomi Islam
, BPFE, Yogyakarta, 16-18
6
Muhammad Abdul Mannan, (1993)
Teori dan Praktek Ekonomi Islam
(terj),
DanaBakti Wakaf, Yogyakarta, 9-17. Lihat juga : Heri Sudarsono,
Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar
, Ekonisia UII Yogayakarta, 2002, 53
Review Penelitian Islam Dalam Perspektif Ekonomi Oleh Mujib Zunun @l-Misri@2008
3
Add a Comment
brurrleft a comment