Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
62Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Konsep Al-Hulul & Al-Ittihad

Makalah Konsep Al-Hulul & Al-Ittihad

Ratings:

4.76

(17)
|Views: 8,671 |Likes:
Published by Moh. Mujib

More info:

Published by: Moh. Mujib on Feb 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
MEMBEDAH KONSEP AL-HULUL DAN AL-ITTIHADDALAM DUNIA TASAWUF
(Studi Tentang Konsep Ketuhanan Husain Ibn Manshur al-Hallaj dan AbuYazid al-Bustami)
A.Prolog
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna bila dibandingkandengan makhluk lain. Sejak lahir, manusia telah dibekali dengan berbagaikemampuan. Kemampuan untuk mendengarkan, melihat dan memahami berbagai fenomena alam berdasarkan kecerdasan dengan sarana panca inderayang sempurna. Bahkan dalam kronologi penciptaannya, sengaja Allahmemilihkan dengan prosedur (cara) yang berbeda.Secara umum, dalam diri manusia terdapat dua dimensi yang antarakeduanya saling mendukung.
 Pertama
 ,
dimensi jasmaniyah (jasad) yangdalam kronologi penciptaannya berasal dari tanah.
1
Fenomena ini membangunsebuah argumentsi yang kokoh bahwa secara jasmaniyah manusia berasal daritanah dan yang memuaskannya, semua berasal dari tanah serta ketika matipun, jasad dikembalikan ke tanah.
 Kedua
, dimensi ruhani (ruh) yang berasal dariAllah.
2
Konsekuensi logisnya, bahwa ruh berasal dari Allah dan yang bisamemuaskannya juga sesuatu yang berasal dari Allah serta ketika manusiadinyatakan mati, maka ruh kembali kepada Allah.Dimensi jasad, mengantarkan manusia memiliki fitrah(kecenderungan) membutuhkan sesuatu yang bersifat materi. Sebaliknya,dimensi ruh mengantarkan manusia memiliki fitrah insting keberagaman
3
, yang cenderung bernuansa spiritualis. Antara keduanya menjadi satu kesatuanyang utuh dalam diri manusia. Perspektif manusia seperti ini memberikan pilihan yang bersifat probability bahwa manusia bisa terjerumus ke dalam jurang kenistaan yang jauh dari perikemanusiaan atau bahkan mampu
1
Lihat : al-Qur’an al-Karim Surat al-Mukminun (23) : 12-14.
2
LIhat : al-Qur’an al-Karim surat al-Hijr (15) : 29 dan lihat juga dalam surat Shaad (38) :72.
3
M. Quraish Shihab,
 Menyingkap Tabir Ilahi, Al-Asma’ al-Husna Dalam Perspektif al-Qur’a
n
, Jakarta, Lentera Hati, Cetakan VIII, 2006, hal. XVII.
 Konsepal- Hulul Mansur al-Hallaj & al-Ittihat al-Bustami oleh MujibZunun@lmisri 
1
 
memahami secara komprehensif dan mengantarkannya mendapat derajat yangtinggi baik dihadapan Allah maupun dihadapan sesama manusia.Manusia yang mampu memahami dirinya secara utuh, maka akansampai pada pengetahuan kedekatannya tentang Tuhan. Artinya, manusia yangmampu mengenal dirinya sendiri, maka sungguh ia telah mengetahui danmengenal Tuhannya.
4
 Pada tataran ini, tidak ada batas dan tidak ada sesuatuyang dapat menghalangi hubungan langsung antara manusia dengan Allah.
5 
Menurut Harun Nasution “Intisari dari mistisme, termasuk didalamnyasufisme adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog antara roh manusiadengan Tuhannya dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi. Kesadaran berada dekat dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ittihad bersatu denganTuhan.
6
Manshur al-Hallaj dalam pengalaman spiritualnya, menemukan sebuahformulasi komunikasi ideal antara manusia dengan Tuhannya. Formulasi inidibangun berdasarkan persepsinya yang utuh bahwa antara manusia danTuhan memiliki dua sifat yang sama, yaitu
al-Lahut 
dan
al-Nasut 
. Apabilakedua sifat ini melebur jadi satu, maka berarti antar manusia dengan Allahsebagai Tuhannya bisa menyatu. Momentum menyatunya antara
al-Lahut 
dan
al-Nusut 
ini dalam teori tasawufnya Mansur al-Hallaj disebut
al-Hullul 
.Abu Yazid al-Bustami dalam pengalaman spiritualnya menemukansebuah formulasi yang dikenal dengan istilah
 fana
’,
baqa’ 
, dan
ittihad 
, istilahini lahir setelah beliau mengungkapkan perkataan ganjilnya yang seolah-olah bertentangan dengan kebiasaan sehari-hari pada pengalaman banyak orang
B.Konsep al-Hulul dalam teorinya Mansur al-Hallaj1.Sketsa Biografi dan Bangunan Pemikiran Keagamaan Mansur al-Hallaj.
4
M. Amin Syukur,
 Zikir Menyembuhkan Kankerku : Pengalaman Kesembuhan Seseorang Penderita Kanker Ganas yang Divonis Memiliki Hidup Hanya Tiga Bulan
, Jakarta,Hikmah (PT Mizan Publika), Cetakan II, 2007, hal. 57.
5
Yusuf Qardawi
 ,
 Al-Iman wa al-Hayat 
, (terj. Jaziratul Islamiyah), Jakarta, Mitra Pustaka,Cetakan V, 2002, hal. 65.
6
Harun Nasution,
Falsafah dan Mistisme dalam Islam
(Jakarta Bulan Bintang, 1973),56.
 Konsepal- Hulul Mansur al-Hallaj & al-Ittihat al-Bustami oleh MujibZunun@lmisri 
2
 
Manshur al-Hallaj lahir di Persia (Iran) pada tahun 224 H/858 M. Nama lengkapnya adalah Abu al-Mughist al-Husain ibn Mansur ibnMahma al-Baidlawi al-Hallaj.
7
Ayahnya bekerja sebagai pemital kapas.Kakeknya yang bernama Mahma adalah seorang Majusi.
8
 Ketika masihkecil, ayahnya pindah ke Tustar, kota kecil dikawasan Wasith, dekatBaghdad.Masa kecilnya banyak dihabiskan untuk belajar ilmu keagamaan.Sejak kecil, al-Hallaj mulai belajar membaca al-Qur’an, sehingga berhasilmenjadi penghafal al-Qur’an (
hafidz)
. Pemahaman tasawuf pertama kali iakenal dan pelajari dari seorang sufi yang bernama
Sahl al-Tustari
.
9
 Karena pengembaraannya yang intens, maka ia dikenal sebagai seorang sufi yang berkelana ke berbagai daerah. Berkelananya ke berbagai daerah,mengantarkan ia dapat berkelana, bertmu, berteman dan bahkan bergurukepada para sufi kenamaan pada masa itu.Menginjak usia 20 tahun, al-Hallaj meninggalkan Tustar menujukota Basra dan berguru kepada
 Amr Makki
. Untuk memperdalamkeilmuannya, seterusnya pindah ke kota Bagdad untuk menemui sekaligus berguru kepada tokoh sufi modern yang termasyhur, yaitu
al-Junaid al- Baghdadi
. Ia digelari
al-Hallaj
karena penghidupannya yang dia perolehdari memintal wol.
Dalam sumber lain dijelaskan, bahwa disebut al-Hallaj karena dapat membaca pikiran-pikiran manusia yang rahasia, makaterkenal dengan
 Hallaj al-Asror 
, penenun ilmu ghaib.
Selanjutnya, al-Hallaj muda pergi ke kota Makkah. Di kota suci ini,ia menetap selama kurang lebih satu tahun. Selama di kota suci ini iatinggal dan bermukim di pelataran Masjid al-Haram sambil melakukan praktek kesufiannya. Pada situasi dan kondisi seperti inilah, ia mengalami
7
Azyumardi Azra, et. Al.,
 Ensiklopedia Islam
, Jakarta, PT Ichtiar Baru van Hoeve,Cetakan X, 2002, hal. 74.
8
Kamil Musthafa al-Syaiby
 ,
 Syarah al-Diwan li al-Hallaj 
(Beirut : Maktabah An- Nahdhoh, 1974), 19
9
Azyumardi Azra,
 I b i d 
.
10
M. Abd. Hadi W., dalam pengantar Saleh Abdul Sabur,
Tragedi al-Hallaj 
, Pustaka,Bandung, 1976, viii.
11
Simuh,
Tasawuf dan Perkembangannya Dalam Islam
(Jakarta, Raja Grafindo, 1997),144.
 Konsepal- Hulul Mansur al-Hallaj & al-Ittihat al-Bustami oleh MujibZunun@lmisri 
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->