Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KOMPONEN KTSP

KOMPONEN KTSP

Ratings: (0)|Views: 258|Likes:
Published by Winda Yanuarti

More info:

Published by: Winda Yanuarti on Dec 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
KOMPONEN KTSP
Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
 KTSP kurikulum tingkat satuan pendidikan terdiri dari empat koponen, yaitu:1.
 
Tujuan Pendidikan.2.
 
Struktur dan muatan kurikulum yang mencakup;
 
Mata Pelajaran
 
Muatan Lokal
 
Pengembangan diri
 
Beban belajar
 
Ketuntasan belajar
 
Kenaikan Kelas dan kelulusan
 
Penjurusan
 
Pendidikan kecakapan hidup
 
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global1.
 
Kalender Pendidikan2.
 
Silabus dan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran)[1] 
a. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan disini terklasifikasikan menjadi dua hal yang
 pertama
tujuan pendidikan itusendiri dan yang
kedua
visi dan misi satuan pendidikan:1)
Tujuan Pendidikan
 Tujuan pendidikan setiap satuan pendidikan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan SatuanPendidikan (SKL-SP) dan dikembangkan berdasarkan tujuan pendidikan setiap satuan pendidikan,yakni:1.
 
Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs/SMPLB/Paket Bbertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, sertaketerampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.2.
 
Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan:Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilanuntuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.3.
 
Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan: Meningkatkankecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidupmandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.[2]  2)
Visi dan Misi Satuan Pendidikan
 Gaffar (1994) mengemukakan bahwa visi adalah daya pandang yang jauh, mendalam dan meluasyang merupakan daya pikir yang abstrak, yang memiliki kekuatan yang amat dahsyat dan dapatmenerobos segala batas-batas fisik dan tempat. Sedangkan Morrisey (1997) mengemukakan bahwavisi adalah representasi dari apa yang diyakini sebagai bentuk organisasi di masa depan dalampandangan pelanggan, karyawan, pemilik dan steakholder lainnya.[3]  Visi dan misi satuan pendidikan dapat dikembangkan oleh lembaga masing-masing denganmemperhatikan potensi dan kelemahan masing-masing. Sebaiknya visi dan misi satuan pendidikanbukan hanya rumusan yang hampa makna, tetapi merupakan acuan yang sarat dengan makna,sehingga mewarnai seluruh kegiatan di satuan pendidikan tersebut.[4] 
 
b. Struktur dan muatan kurikulum
Struktur dan muatan kurikulum dalam KTSP meliputi:1)
 Mata Pelajaran
 Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedomanpada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI Standar Isi, dan meliputi lima kelompok matapelajaran sebagai berikut:(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.(4) Kelompok mata pelajaran estetika.(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.2)
 Muatan Lokal
 Muatan lokal merupakan kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yangdisesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi matapelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas padamata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikanharus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokalyang diselenggarakan.3)
Pengembangan diri
 Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiappeserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/ataudibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapanhidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Pengembangan diri bukanmerupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.[5]  4)
 Beban belajar 
Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB,SMP/MTs/SMPLB baik katagori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK katagoristandar.Beban Belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLBkatagori mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK katagori standar.Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAKkatagori mandiri.Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaiman terteradalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jampembelajaran perminggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahanmempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
 
Alokasi untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paketuntuk SD/MI/SDLB 0%
 – 
40%, SMP/MTs/SMPLB 0%
 – 
50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK0%
 – 
60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasiwaktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktek di sekolah setara dengan satu jam tatapmuka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstrukturuntuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagaiberikut.Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan terstruktur dankegiatan mandiri tidak terstruktur. Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatapmuka, 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.[6]  5)
Ketuntasan belajar 
 Ketuntasan belajar adalah kriteria dan mekanisme penetapan ketuntasan minimal per mata pelajaranyang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
 
Ketuntasan belajar ideal untuk setiap indikator adalah 0-100% dengan batas kriteria idealminimal 75%;
 
 
Sekolah harus menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) per mata pelajaran denganmempertimbangkan kemampuan rata-rata siswa, kompleksitas, dan sumber dayapendukung;
 
 
Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah batas kriteria, tetapi secara bertahap harus dapatmencapai kriteria ketuntasan ideal.[7]  6)
Kenaikan Kelas dan kelulusan
 Kenaikan kelas dan kelulusan berisi kriteria dan mekanisme kenaikan kelas dan kelulusan sertastrategi penanganan siswa yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan sekolah. Kenaikankelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing teknis terkait. Sesuia dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
 
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
 
Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian,kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dankesehatan;
 
Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran pengetahuan dan teknologi;
 
Lulus Ujian Nasional.7)
Penjurusan
Penjurusan berisi kriteria dan mekanisme penjurusan serta strategi/kegiatan penelusuran bakat,minat dan prestasi yang diberlakukan sekolah. Penjurusan disusun dengan mengacu pada panduanpenjurusan yang akan disusun oleh direktorat terkait. Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XIIdi SMA/MA. [8]  8)
Pendidikan kecakapan hidup
 Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapatmemasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial,kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->