Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
04-OKTAVIANY-Membangun Kembali Citra Dan Karakter Indonesia Di Mata Dunia-PBB

04-OKTAVIANY-Membangun Kembali Citra Dan Karakter Indonesia Di Mata Dunia-PBB

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by infid

More info:

Published by: infid on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

 
“ OKTAVIANY “
Page 1
INFIDTHE FUTURE WE WANT Membangun Kembali Citra dan KarakterIndonesia Di Mata Dunia
OKTAVIANYJl. AMD 10 No.36RT.10/RW.01PETUKANGAN UTARA - JAKARTA SELATAN 12260Hp. 085283590435/021.5854908TAHUN 2012
 
“ OKTAVIANY “
Page 2
Membangun Kembali Citra dan Karakter Indonesia Di Mata DuniaPemberdayaan Perempuan
Peraturan Hukum yang bersifat diskriminatir pada zaman kolonial telah menghambatperkembangan bagi pemberdayaan perempuan. Bias gender masih terasa dalamsubstansi hukum positif, meskipun pemerintah sudah menandatangani sejumlahkonvensi yang mengatur hak-hak perempuan. Memperbaharui perundang-undanganwarisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif termasuk ketidakadilangender sudah menjadi arah kebijakan hukum pemerintah. Perubahan nilai sosial yangdiawali dengan berkembangnya proses industrialisasi dan kemajuan tehnologiinformasi membawa dampak positif menuju kesetaraan gender. Peran yurisprudensi yang berperspektif gender, seharusnya dimanfaatkan secaraoptimal untuk pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan dalamrangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Keberhasilan pemberdayaanperempuan dimaksud, sepenuhnya tergantung pada pelaksanaan penerapan danpenegak hukum yang diperankan oleh aparat penyelenggara negara dan oleh kaumperempuan sendiri.Faktor yang menghambat akses perempuan ke sekolah lanjutan atas dan perguruantinggi di antaranya akses yang masih terbatas. Jumlah sekolah yang terbatas dan jarak tempuh yang jauh diduga lebih membatasi anak perempuan untuk bersekolahdibandingkan laki. Perkawinan dini juga diduga menjadi sebab mengapa perempuantidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bagaimana menyediakanpelayanan pendidikan secara lebih luas dan beragam sehingga dapat diakses olehsemua anak. Ketersediaan fasilitas pelayanan pendidikan yang lebih dekat dengantempat tinggal anak diharapkan dapat mengurangi keengganan anak untukbersekolah atau keberatan orang tua untuk menyekolahkan anak serta dapatmenurunkan biaya yang harus dikeluarkan orang tua.Dunia mencatat nama Mirabal bersaudara, Patria, Minerva dan Maria Teresa dariRepublik Dominika sebagai pejuang pembebasan perempuan dari kekerasan. Merekamengispirasi kaum perempuan di dunia untuk bangkit. Deklarasi universal pun dibuat,
 
“ OKTAVIANY “
Page 3
berbagai konvensi dirumuskan. Sebut saja, Konvensi Penghapusan Deskriminasiterhadap Perempuan (UN-CEDAW) dan Konvensi Internasional Hak Anak (UN-CRC).kekerasan terhadap perempuan sebagai pelanggaran hak asasi manusia palingkomprehensif dan mendunia. Potret perempuan di Negara maju maupun berkembangkurang lebih sama. Diwarnai berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan dariperdagangan perempuan (trafficking) memperlakukan perempuan tak lebih sebagaiinstrument, dan kekerasan seksual. Hukum sejatinya menjadi gantungan asa bagiperempuan korban kekerasan. Namun di belahan dunia lain seperti dikupas dalambanyak penelitian internasional, di Afganistan misalnya, perempuan tidak punyaakses perlindungan hukum dan keadilan maupun pendidikan yang layak.Perlindungan Tenaga Kerja Wanita (TKI) harus ditegakkan, jangan hanya dikata-kata saja. Begitu banyak permasalahan tenaga kerja yang mengalami kekerasan dirumah majikannya. Kekerasan yang terjadi baik fisik mereka maupun psikologismereka. Banyak tenaga kerja wanta Indonesia yang mengalami pemerkosaan di luarnegeri terutama di Malaysia. Perlindungan Negara terhadap devisa-devisa Negaraini masih sangat kurang. Padahal mereka merupakan devisa paling besar untukNegara. Tetapi perlindungan Negara terhadap mereka belum nyata. Hak-hak merekadirampas di negeri mereka mencari uang. Bayangkan saja mereka tidak diberi upah yang seharusnya mereka dapat, mereka disiksa (dipukuli, disiram air panas). ParaTenaga Kerja Wanita memiliki hak untuk kehidupan yang layak. Jika Indonesiabangun dari kemiskinan, pasti para Tenaga Kerja Wanita akan mencari nafkah dinegeri mereka sendiri, Indonesia. Kemiskinan yang dihadapi bangsa ini, membuatmereka harus berjuang. Padahal Negara bertanggung jawab akan kesejahteraanbagi warga Negara Indonesia. Jangan Tenaga Kerja kita menjadi
“Sale”
yang terjadidi Malaysia. Mereka bukan untuk dijual belikan. Negara mengambil peran pentinguntuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Pendidikan Untuk Kemajuan Bangsa
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2012, jumlah angkatankerja di Indonesia mencapai 120,4 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 112,8 juta orang sudah bekerja. Uniknya penyumbang terbanyak tenaga kerja didominasitingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Mahalnya biaya pendidikan di Indonesiasalah satu faktor utama. Perlunya tingkat pendidikan yang lebih tinggi sangat perlu,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->