Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
07-Johannes Hendra -DISERTASI , Final

07-Johannes Hendra -DISERTASI , Final

Ratings: (0)|Views: 1,009|Likes:
Published by infid

More info:

Published by: infid on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/19/2014

pdf

text

original

 
 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan kertas dari hari kehari terus meningkat, dengandemikian industri kertas akan berupaya meningkatkan produksinya. Hasilproduksi dari industri kertas tersebuttelah dipasarkan secara Nasional (
local)
dan International (
export 
).Tahun 2010 produksi kertas Indonesia mencapai 9,951 ton , dantahun 2011 produksi kertas Indonesiamencapai angka 11,5 juta ton. Apabiladi Korea Selatan dan di Swedia tidak terjadi penambahan produksi kertassecara signifikan, Indonesia menggeser peringkat kedua negara tersebut,sehingga dari peringkat ke-11 produsen kertas terbesar dunia naik peringkatKe-9 sebagai produsen kertas terbesar didunia
1
.Semua kegiatan tersebut akan menimbulkan dampak yang bersifatpositip maupun negatip. Salah satu dampak negatipnya adalah pencemaranterhadap air permukaan/Daerah Aliran Sungai (DAS). Sejak tahun 2005telah tercatat lebih dari 62 DAS sudah dalam keadaan kritis
2
. Satudiantaranya adalah sungai Citarum yang semakin kritis, dimana pabrik kertasPT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills melimpahkan / menyalurkan air buangan
1
Sumber : Balai Besar Pulp dan Kertas , Kementrian Perdagangan , Bandung
2
Sumber : Kementrian Pekerjaan Umum ( PU ) , Jakarta
 
 
Johannes Hendra
Page 2
yang mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari prosespembuatan kertas, sehinggadiperlukan strategi yang tepat dalammengoptimalkan penurunan kadar pencemarannya agar tidak melampauidaya dukung pemulihan DAS Citarum .Pada Sungai Citarum telah dibangun 3 (tiga) waduk besar yaitu:Waduk Saguling dibangun tahun 1986 dengan kapasitas 982 juta m³, WadukCirata dibangun tahun1988 dengan kapasitas 2.165 juta m³, dan WadukJatiluhur dibangun tahun 1963 dengan kapasitas 3.000 m³. Waduk Jatiluhurmerupakan waduk serba guna dan tertua diantara ketiga waduk yang ada diSungai Citarum tersebut. Fungsinya meliputi berbagai pemanfaatan yaitusebagai pasok air baku bagi PDAM di Jakarta (17,5 m³/s), air baku untukindustri (110 m³/s), irigasi yang disalurkan melalui saluran Tarum Barat danTarum Timur (600 m³/s dengan areal irigasi 242.000 ha), perikanan (40.000unit jala apung dan sekitar 12,3 m³/s untuk kolam biasa dan air deras), PLTA(1.387,5 MW), penggelontoran, pengendali banjir dan sarana rekreasi. LuasDAS Citarum kira-kira 7.400 km², yang secara fisik ekologis terbagi menjaditiga bagian,yaitu ;1. Bagian hulu memiliki luas 1.771 km², dengan batas antaraMajalayasampai dengan inlet Waduk Saguling.2. .Bagian tengah denganluas 4.242 km², yaitu dari inlet Waduk Sagulingsampai dengan outlet Waduk Jatiluhur.
 
 
Johannes Hendra
Page 3
3. Bagian hilir yaitu dari outlet Waduk Jatiluhur sampai dengan muaraGembong ke Laut Jawa dengan luas 1.387 km².Secara hidrologis, DAS Citarum memiliki curah hujan rata-rata 2.300mm/tahun, atau debit alirannya mencapai 5,7 milyar m³/tahun.Debit sungai Citarum sangat berfluktuasi yaitu antara musim hujan danmusim kemarau sangat jauh berbeda. Berdasarkan pengukuran debit dilokasi Nanjung lokasi sebelum masuk Waduk Saguling debit rata rata sungaiCitarum adalah sekitar 70,67 m³/s.DAS Citarum memiliki sangat banyak mata air, Citarum Hulu sajamempunyai sekitar 400 buah mata air yang mempunyai potensi debit lebihdari 15 m³/s.Berbagai sumber air permukaan baik mata air atau juga badan sungaiserta air tanah dangkal banyak dimanfaatkan untuk keperluan domestik,pertanian, perikanan atau juga industri.Status mutu air adalah kondisi mutu air yang menunjukkan kondisicemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu denganmembandingkan terhadap
baku mutu air 
 
yang ditetapkan oleh pemerintah.Untuk melakukan penilaian status mutu air pada suatu sumber air,yaitu diantaranya yang disajikan dalam hal-hal yang bersifat umummenggunakan kelas air yang mengacu pada PP No. 82 Tahun 2001.
3
Sumber: SLHI-2004, KLH yang telah di-
update 
untuk S.Citarum, S.Ciliwung, danS.Cisadane

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
nauvee liked this
Nur Sofianah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->