Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
EKLAMSIA AZ

EKLAMSIA AZ

Ratings: (0)|Views: 36|Likes:
Published by ZARTIKAAGISHA

More info:

Published by: ZARTIKAAGISHA on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN TEORI
A.PengertianIstilah eklamsia berasal dari bahsa Yunani yang artinya “halilintar”. Katatersebut dipakai karena seolah-olah gejala eklamsia muncul tiba-tiba tanpadidahului tanda-tanda lain. Pada wanita yang menderita eklamsia timbul serangankejang yang diikuti koma (Saifuddin, A. 2002).Eklamsia adalah terjadinya konvulsi atau koma pada pasien disertai tandadan gejala preeklamsia. Konvulsi atau koma dapat muncul tanpa didahuluigangguan neurologis (Bobak, 2004). Berbagai tanda dan gejala eklamsia selainkejang meliputi hipertensi yang ekstrim, hiperfleksia, proteinuria +4, edemaumum sampai hipertensi ringan tanpa edema. Insiden di Negara berkembang berkisar antara 0,3 %-0,7 % sedangkan di negara maju 0,05 %-0,1 %. Adapuntanda dan gejala eklamsia yaitu timbulnya gejala preeklamsi bertambah, kejang,mual, nyeri epigastrik, dan gangguan penglihatan.B.Tanda dan gejalaPada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya pre-eklamsia danterjadinya gejala-gejala nyeri kepala didaerah frontal, gangguan penglihatan, mualkeras, nyeri di epigastrium dan hiperfleksia.Menurut Saifuddin (2002) konvulsi/kejang eklamsia dibagi 4 tingkat yaitu :1.Tingkat 1: Tingkat Awal (AURA)/PremonitaryGejalanya dapat berupa :a.Berlangsung 10 20 detik atau ± 30 deti b.Otot – otot wajah dan tanga mulai berkedutc.Mata penderita terbuka, tanpa melihatd.Kelopak mata dan tangan bergetae.Dapat terjadi kehilangan kesadaran2.Tingkat II: Tingkat Kejang ToniGejalanya adalah sebagai berikut :
 
a.Berlangsung 10 20 detik atau ± 30 deti b.Seluruh otot menjadi tegang dan kakuc.Wajah kakud.Diafragma spasme sehingga terjadi henti nafase.Tangan menggenggam dan kaki membengkok kedalamf.Punggung melengkungg.Muka sianosis( muka mulai menjadi sianosis)h.Gigi mengatup, Lidah dapat tergigit3.Tingkat III: Tingkat Kejang KloniGejalanya adalah sebagai berikut :Kejang antara 1 – 2 menita.Spasmus tonik menghilang b.Kontraksi yang keras dan relaksasi ototc.Peningkatan sekresi mukosa sehingga mulut berbusad.Inhalasi mukus atau salivae.Wajah kongesti dan lidah tergigitf.Semua otot berkontraksi dan berulang-ulang dengan cepatg.Kejang berhenti ditandai dengan penderita menarik nafascepat dan mendengkur h.Dari mulut keluar ludah yang berbusa,muka menunjukankongesti dan sianosis4.Tingkat IV: Tingkat KomaDapat berlangsung selama beberapa menit atau jam.a.Terjadi ketidaksadaran pada tingkat yang dalam b.Nafas berisik dan cepatc.Sianosis menghilang tetapi wajah tetap kongesti danmembengkak d.Kejang berikutnya dapat terjadi sebelum pasienmemperoleh kembali kesadarannyaLamanya ketidaksadaran tidak selalu sama.secara perlahan-lahan penderita menjadi sadar lagi, akan tetapi dapat terjadi pula bahwa sebelum itutimbul serangan baru dan yang berulang, sehingga ia tetap dalam koma. Selama
 
serangan tekanan darah meninggi, nadi cepat, dan suhu meningkat sampai 40derajat celcius. Sebagai akibat serangan dapat terjadi komplikasi – komplikasiseperti lidah tergigit : fraktura dan perlukaan, gangguan pernafasan, solusio plasenta dan pendarahan otak.C. Faktor ResikoWalupun eklamsia terjadi mendadak dan tanpa peringatan tatapi kejadian eklamsialebih beresiko pada:1. Primigravida (remaja dan wanita > 35 tahun)1.Wanita gemu2.Wanita dengan hipertensi esensial3.Wanita yang mengalami penyakit ginjal, kehamilan ganda, polihidramnion, diabetes, mola hidatiform4.Wanita dengan riwayat pre eklamsia dan eklamsia pada kehamilansebelumnya5.Riwayat eklamsia keluargaD. Komplikasi EklamsiaKomplikasi yang terberat adalah kematian ibu dan janin. Usaha utama ialahmelahirkan bayi hidup dari ibu yang menderita pre eklamsia dan eklamsia.1.Solusia Placenta, terjadi pada ibu yang menderita hipertensi akut dan lebihsering terjadi pada pre eklamsia.2.Hemolisis, penderita dengan pre eklamsia berat kadang- kadang menunjukangejala klinik hemolisis yang dikenal karena ikterus.3.Pendarahan otak yang merupakan penyebab utama kematian maternal penderita pre eklamsia4.Kelainan mata, kehilangan penglihatan untuk sementara yang berlangsungsampai seminggu kemungkinan dapat terjadi5.Edema paru-paru, terjadi pada pre eklamsia yang disebabkan karena payah jantung

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->