Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekatan Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Penguasaan Operasi Pecahan Di SDN Paseh I Kabupaten Sumedang

Pendekatan Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Penguasaan Operasi Pecahan Di SDN Paseh I Kabupaten Sumedang

Ratings: (0)|Views: 146 |Likes:
Published by yulianingrum

More info:

Published by: yulianingrum on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Volume : V - Nomor : 7 - April 2007
Pendekatan Cooperative Learning Teknik Jigsaw untuk Meningkatkan Penguasaan Operasi Pecahandi SDN Paseh I Kabupaten Sumedang
Respaty Mulyanto
ABSTRAK
 
Dalam pelaksanaan pembelajaran bidang studi matematika di Sd harus dapat mengmbangkan suatu pola prosesbelajar mengajar yang dapat meningkatkan pemahaman anak tentang konsep-konsep dasar secara aktif dankreatif. Para guru harus memiliki wawasan yang luas tentang cara, teknik, metode, pendekatan, dan strategi belajar mengajar. Hal ini diperlukan untuk memenuhi kondisi SD di dearah terpencil pada umumnya mengalami banyak masalah sarana dan prasarana berkaitan dengan alat peraga dan media belajaruntuk setiap bidang studi. Bidang studi matematika yang terdiri atas empat wawasan yaitu : aritmatika, aljabar, geometri, dan analistik. Setiap wawasannyamempunyai karakteristik masing-masing yang berbeda, oleh karena itu untuk memperoleh hasil yang optimal padasetiap pembelajarannya seorang guru dalam mengajar matematika harus dapat m,emilih, menentukan, dan meramal cara, teknik, metoda, pendekatan, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik wawasan masing-masing. Untuk itu diperlukan penelitian tindakan kelas melalui kolaborasi dosen PGSD dengan guru SD. Tujuannyamendeskripsikan pendekatan yang tepat untuk pembelajaran matematika dengan pokok bahasan operasi penjumlahandan pengurangan pecahan tak senama. Agar materi yang disampaikan oleh guru yang dapat denagn mudah dipahami oleh para siswanya. Salah satu pendekatan yang dianggap sesuai untuk menjelaskan pokok bahasan tersebut adalahmelalui pendekatan cooperative learning dengan teknik jigsaw.Metode penelitian tindakan kelas deskriptif kualitatif model siklus dengan langkah : rencana tindakan observasi dan reeksi. Subjeknya kelas IV SDN Paseh I Kabupaten SWumedang Tahun ajaran 2006/2007. pengumpulan datamelalui observasi partisipatif selama tindakan dan dokumen hasil pekerjaan memecahkan permasalahan operasi  penjumlahan dan pengurangan pecahan tak senama. Hasil penelitian tindakan kelas : (1) pendekatan cooperativelearning teknik jigsaw dapat meningkatkan penguasaan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan tak senamadi SDN Paseh I (2) perbaikan pembelajaran matematika SD dapat dilakukan melalui penelitian tindakan kelas denganmenggunakan pendekatan cooperative learning teknik jigsaw (3) penggunaan pendekatan cooperative learning teknik  jigsaw efektif meningkatkan keterampilan dan kreativitas guru (4) hambatan penelitian tindakan kelas yaitu : kreativitasguru, waktu, biaya, dan pengalaman dalam penelitian tindakan kelas.
Kata Kunci :
 pendekatan cooperative learning, jigsaw operasi pecahan
PENDAHULUAN
 K
eberadaan bidang studi matematika SDberfungsi untuk mengembangkan logikaberpikir siswa dalam menyelesaikan soal-soal aljabar, aritmatika, geometri, dan analistik. Selainitu matematika juga diharapkan dapat menyelesaikanpermasalahan keseharian para siswa pada saat merekabermain dengan teman sebaya ketika harus menghitung,membandingkan, mengukur, dan menaksir. Pada saat ini juga di SMP dikembangkan matematika penerapan dalambidang studi matematika ekonomi, matematika social dansebagainya.Keragaman wawasan matematika menuntutkreativitas seorang guru untuk mengembangkan pola danmodel pembelajaran yang efeksif agar target-target yangtelah dapat tercapai dengan optimal. Salah satu pokokbahasan yang dianggap sulit oleh para siswa SD kelasIV adalah operasi pecahan, khususnya penjumlahan danpengurangan pecahan tak senama atau pecahan yangberpenyebut tidak sama.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penelitidi lapangan tentang kemampuan penguasaan operasipenjumlahan dan pengurangan pecahan tak senama.Siswa kelas IV SD Paseh I kabupaten Sumedang,berdasarkan daftar nilai pada semester I diperoleh datasebagai berikut : dari 31 siswa yang terdaftar menunjukansebaran 21 siswa mendapatkan nilai di bawah 5, 7 siswamendapatkan nilai 6 sampai dengan 7 dan sisanya3 orang mempunyai nilai diatas 8. criteria nilai yangditentukan adalah : nilai 5 kebawah dinyatakan “kurang”,nilai 6 sampai dengan 7 dinyatakan “sedang” dan nilai 8keatas dinyatakan “baik”. Maka dari hasil observasi yang
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Volume : V - Nomor : 7 - April 2007
dilakukan diperoleh gambaran bahwa sebagian besar 
siswa kelas IV yaitu 67,74% kemampuan penguasaan
operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan taksenama “kurang”. Peneliti mencoba melakukan pra-tes sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan,dengan memberi 10 soal yang terdiri dari 5 soal operasipenjumlahan dan 5 soal operasi pengurangan. Dengancriteria nilai yang sama diperoleh hasil sebagai berikut :
69% menunjukan nilai “kurang”, 24% nilai “sedang”, dan7% nilai “baik”. Ketika diadkan wawancara dengan para
siswa untuk memperoleh tanggapan siswa tentang soalyang dikerjakan dipreoleh dat sebagai berikut : 18 siswa
atau sekitar 58% menyatakan “tidak mengerti”, 6 siswaatau sekitar 19,4% menyatakan “kurang mengerti”, 2 siswaatau siswa atau 6,5 % menyatakan “cukup mengerti”, dan5 siswa atau sekitar 16,1% menyatakan “mengerti dengan
baik”.Dari paparan data diatas diperoleh gambaran bahwakemampuan penguasaan operasi penjumlahandanpengurangan pecahan tak senama siswa kelas IV SD.Sebagian besar adalah “kurang” disebabkan karenasebagian dari mereka memang tidak mengerti terhadapmateri operasi penjumlahan dan pengurangan pecahantak senama.Hasil wawancara dengan guru tentang proses belajar mengajarpokok bahasan operasi pecahan, menyatakanbahwa materi penjumlahan dan pengurangan pecahantak senama sulit dipahami para siswa. Hal ini disebabkanpada saat proses menyamakan penyebut siswa hanyamenggunakandua cara yaitu, mengalikan penyebut yangtidak sama dan menentukan dahulu KPK dari penyebutyang tidak sama tersebut. Ketika bilangan-bilanganpenyebut itu nilainya kecil, para siswa tidak begitubanyak mengalami banyak kesulitan, tetapi begitu angkapenyebut semakin besar siswa mendapatkan kesulitanbaik dengan cara mengalikan, maupun mencari KPK.Selain itu pendekatan yang dilakukan oleh guru adalahpendekatan konvesional, yaitu pembelajaran secaramasal yang lebih menitik beratkan pada hapalan, sehinggapemahaman siswa tentangcara menyamakan penyebutsangat terbatas.Tehnik penjelasandan pendekatan yang dilakukan diSD Paseh I kabupaten Sumedang seperti yang diuraikandiatas, memberi gambaran kepada peneliti tentangpermasalahan yang muncul. Yaitu rendahnya pemahamansiswa dalam pokok bahasan operasi penjumlahan danpengurangan pecahan tak senama. Penyebabnya : (a)belum tepatnya pendekatan yang digunakan pada prosesbelajar mengajar matematika untuk pokok bahasan operasipenjumlahan dan pengurangan pecahan tak senama. (b)terbatasnya cara yang dikembangkan oleh guru dalammenyamakan penyebut pada operasi penjumlahan danpengurangan pecahan tak senama. Oleh karena itudiperlukan perbaikan pembelajaran melalui penelitiantindakan kelas dengan pendekata cooperative learningtehnik jigsaw untuk meningkatkan penguasaan operasipenjumlahan dan pengurangan pecahan tak senamapada pembelajaran matematika di SDN paseh I kabupatenSumedang.Tujuannya adalah : (1) untuk mendeskripsikanhambatan dalam pembelajaran matematika di SDN PasehI kabupaten Sumedang . (2) untuk mendeskripsikanefektivitas pendekatan cooverative learning tehnik jigsawpada pembelajaran operasi penjumlahandan pengurangan pecahan tak senama. (3) untukmendeskripsikan ada atau tidaknya peningkatan kualitaspembelajaran matematika di SDN Paseh I kabupatenSumedang melalui pendekatan cooverative learningtehnik jigsaw.Manfaat hasil penalitian adalah : (1) bagi siswameningkatkan motivasi belajar, karena peran setiap siswadalam proses belajar ini cukup besar andilnya. (2) bagi gurukelas untuk mengembangkan kemampuan merancangsuatu pembelajaran dan mengelola situasi belajar di kelasagar sesuai dengan tuntutan tujuan pembelajaran, sertapengalaman praktis penelitian tindakan kelas. (3) untukkepala sekolah sebagai masukkan bagi pembinaan danpengelolaan sumber belajar melalui penelitian tindakankelas. (4) bagi penanggung jawab mata kuliah pendidikanmatematika di PGSD bermanfaat untuk meningkatkandan mengembangkan kompetensi ke SDan melalui kerjasama penelitian tindakan kelas.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dilaksanakandi SDN Paseh I kabupaten Sumedang dengan subjekpenelitian adalah siswa SD kelas IV tahun ajaran2006/2007. bentuk penelitian tindakan yang dilakukanadalah penelitian tindakan simultan terpadu yang bertujuandua hal sekaligus, yaitu memecahkan persoalan konsepmenyamakan penyebut dalam pembelajaran matematikauntuk pokok bahasan penjumlahan dan penguranganpecahan tak senama, dan juga untuk menghasilkansuatu kajian ilmiah dalam bidang pembelajaran tentangpenerapan pendekatan cooperative learning tehnik jigsawdi kelas.Rancangan penilitian tindakan kelas yang diambilyaitu model siklus yang dilakukan secara berulang danberkelanjutan (siklus spiral). Model siklus tersebut disusunsedemikian rupa sehingga pada setiap siklus terdiri atas
: perencanaan, tindakan, observasi, dan reeksi. Sesuai
dengan model tersebut langkah-langkah kegiatannyaadalah : (a) permitaan izin, (b) observasi dan wawancarauntuk mendapatkan gambaran tentang kondisi awal
 
JURNAL,
 
Pendidikan Dasar
Volume : V - Nomor : 7 - April 2007
pelaksanaan pembelajaran matematika di SDN Paseh
I kabupaten Sumedang. (c) identikasi masalah dalam
proses mengajar matematik di kelas IV. (d) merumuskan
spesikasi pendekatan cooperative learning tehnik jigsaw
sesuai dengan pokok bahasan yaitu tentang operasipenjumlahan dan pengurangan pecahan tak senama. (e)melakukan kerja sama ( dosen PGSD dengan guru SD) dalam membuat dan merancang persiapan mengajar melalui pendekatan cooperative learning tehnik jigsawdan (f) melaksanakan tindakan kelas serta menetapkantehnik pemantapan.Mengenai siklus penelitian tindakan kelas yangdilakukan adalah : (1) pada pembelajaran pokok bahasaoperasi penjumlahan dan pengurangan pecahan taksenama para siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok,Masing-masing terdiri atas empat orang. Setiap orangmendapatkan seperangkat soal penjumlahan danpengurangan, soal dengan variasi penyebut yangberbeda dari angka yang kecil ( hanya satu digit ) sampaidengan penyebut yang besar (dua digit ) sebanyakmasing-masing 5 soal (soal sama ). Pembagian tugasnyaadalah sebagai berikut : siswa pertama menyelesaikansoal dengan cara mengalikan penyebut, siswa keduamenyelesaikan soal dengan cara menggunakan KPK,siswa ketiga menyelesaikan soal dengan cara mengalikanpenyebutnya kemudian dibagi dengan FPB-nya, siswakeempat menyelesaikan soal dengan cara membagisalah satu penyebutnya dengan FPB yang hasilnyadikalikan dengan penyebut yang lain. (2) siklus II untukpembelajaran kelompok berikutnya diubah berdasarkancara yang sama di setiap kelompoknya. Kelompok satuterdiri dari siswa-siswa yang menyelesaikan dengancara mengalikan penyebut, kelompok dua terdiri darisiswa yang menyelesaikan dengan menggunakan KPK,kelompok ketiga terdiri dari siswa yang menyelesaikansoal dengan cara hasil penyebut dibagi FPBnya dankelompok keempat terdiri dari siswa yang menyelesaikansoal dengan cara salah satu penyebut dibagi FPBnyakemudian dikali dengan penyebut yang lain. Setiapkelompok berdiskusi secara mendalam sampai betul-betul paham dibantu oleh guru sebagai nara sumber.(3) siklus III kelompok kembali pada kelompok semula.Masing-masing siswa dalam kelompok menyampaikancaranya masing-masing untuk bertukar pikiran dan salingmembandingkan kelebihan dan kekurangan setiap cara,sehingga mereka dapat menentukan cara yang tepatuntuk menyelesaikan setiap butir soal pecahan. (4) siklusIV sebagai siklus pemantapan, setiap kelompok diberiseperangkat soal baru kemudian di selesaikan melalui
Siklus IV
Keterangan :1. Cara mengalikan penyebut
a/c + b/d = ad/cd + bc/cd
2. Cara menggunakan KPK
a/c + b/d = (a.kpk/c)/kpk + (b.kpk/d)kpk
3. Cara hasil kali penyebut dibagi FPB
a/c + b/d = (a.d/fpb)/(cxd/fpb) + (b.c/fpb)/(cxd/
fpb)4. Cara salah satu penyebut dibagi FPB kemudian dikalidengan penyebut lainnya
a/c + b/d = (a.d/fpb)/(c/fpbxd) + (b.c/fpb)/(c/
fpbxd)
HASIL PENELITIAN
Kondisi awal pembelajaran operasi penjumlahandan pengurangan pecahan tak senama dilakukan secarakonvensional yaitu : (1) mengutamakan metode ceramah
DIAGRAM PENGELOMPOKKAN PER SIKLUS
cara-caqr hasil diskusi kelompok masing-masing.
Siklus ISiklus IISiklus III

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->