Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Raume Penemuan Hukum

Raume Penemuan Hukum

Ratings: (0)|Views: 6|Likes:
Published by Nofry Hardi

More info:

Published by: Nofry Hardi on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2013

pdf

text

original

 
 
Pengantar
 Hukum mempunyai fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap kepentingan manusia(seluruh manusia tanpa terkecuali). Oleh karena itu maka hukum harus dilaksanakan agarkepentingan manusia tersebut dapat terlindungi. Dalam pelaksanaannya, hukum dapatberlangsung secara normal dan damai, akan tetapi dapat juga terjadi pelanggaran-pelanggaranhukum dalam prakteknya. Dalam hal ini hukum yang telah dilanggar itu harus ditegakkan.Melalui penegakan hukum inilah hukum ini menjadi kenyataan. Dalam menegakkan hukum adatiga unsur yang selalu harus diperhatikan : kepastian hukum (Rechtssicherheit), kemanfaatan(Zweckmassigkeit) dan keadilan (Gerechtigkeit). Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan.Setiap orang mengharapkan dapat ditetapkannya hukum dalam hal terjadi peristiwa konkrit.Bagaimana hukumnya itulah yang harus berlaku
“fiat justitia et pereat mundus”
(meskipundunia ini runtuh hukum harus ditegakkan). Itulah yang diinginkan oleh kepastian hukum.Masyarakat mengharapkan adanya kepastian hukum. Karena dengan adanya kepastian hukummasyarakat akan lebih tertib. Sebaliknya masyarakat mengharapkan manfaat dalam pelaksanaanatau penegakan hukum. Masyarakat sangat berkepentingan bahwa dalam pelaksanaan ataupenegakan hukum, keadilan diperhatikan. Dalam pelaksanaan atau penegakan hukum harus adil.Dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan suatu sistem hukum untuk menciptakan kehidupanmasyarakat yang harmonis dan teratur. Kenyataannya hukum atau peraturan perundang-undangan yang dibuat tidak mencakup seluruh perkara yang timbul dalam masyarakat sehinggamenyulitkan penegak hukum untuk menyelesaikan perkara tersebut. Dalam usaha menyelesaikansuatu perkara adakalanya hakim menghadapi masalah belum adanya peraturan perundang-undangan yang dapat langsung digunakan untuk menyelesaikan perkara yang bersangkutan,walaupun semua metode penafsiran telah digunakan.
A. Pengertian Penemuan Hukum
 
 
Penemuan hukum, pada hakekatnya mewujudkan pengembanan hukum secara ilmiah dan secarapraktikal. Penemuan hukum sebagai sebuah reaksi terhadap situasi-situasi problematikal yangdipaparkan orang dalam peristilahan hukum berkenaan dengan dengan pertanyaan-pertanyaanhukum (rechtsvragen), konflik-konflik hukum atau sengketa-sengketa hukum. Penemuan hukumdiarahkan pada pemberian jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang hukum dan halpencarian penyelesaian-penyelesaian terhadap sengketa-sengketa konkret. Terkait padanyaantara lain diajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penjelasan (tafsiran) dan penerapan aturan-aturan hukum, dan pertanyaan-pertanyaan tentang makna dari fakta-fakta yang terhadapnyahukum harus diterapkan. Penemuan hukum berkenaan dengan hal menemukan penyelesaian-penyelesaian dan jawaban-jawaban berdasarkan kaidah-kaidah hukum.Penemuan hukum termasuk kegiatan sehari-hari para yuris, dan terjadi pada semua bidanghukum, seperti hukum pidana, hukum perdata, hukum pemerintahan dan hukum pajak. Ia adalahaspek penting dalam ilmu hukum dan praktek hukum. Dalam menjalankan profesinya, seorangahli hukum pada dasarnya harus membuat keputusan-keputusan hukum, berdasarkan hasilanalisanya terhadap fakta-fakta yang diajukan sebagai masalah hukum dalam kaitannya dengankaidah-kaidah hukum positif. Sementara itu, sumber hukum utama yang menjadi acuan dalamproses analisis fakta tersebut adalah peraturan perundangan-undangan. Dalam hal ini yangmenjadi masalah, adalah situasi dimana peraturan Undang-undang tersebut belum jelas, belumlengkap atau tidak dapat membantu seorang ahli hukum dalam penyelesaian suatu perkara ataumasalah hukum. Dalam situasi seperti ini, seorang ahli hukum tidak dapat begitu saja menolak untuk menyelesaikan perkara tersebut. Artinya, seorang ahli hukum harus bertindak atas inisiatif sendiri untuk menyelesaikan perkara yang bersangkutan. Seorang ahli hukum harus mampuberperan dalam menetapkan atau menentukan apa yang akan merupakan hukum dan apa yangbukan hukum, walaupun peraturan perundang-undangan yang ada tidak dapat membantunya.Tindakan seorang ahli hukum dalam situasi semacam itulah yang dimaksudkan denganpengertian penemuan hukum atau
 Rechtsvinding
. Dalam proses pengambilan keputusan hukum,seorang ahli hukum pada dasarnya dituntut untuk melaksanakan dua tugas atau fungsi utama,diantaranya yaitu :
 
a. Ia senantiasa harus mampu menyesuaikan kaidah-kaidah hukum yang konkrit (perundang-undangan) terhadap tuntutan nyata yang ada di dalam masyarakat, dengan selalu memperhatikankebiasaan, pandangan-pandangan yang berlaku, cita-cita yang hidup didalam masyarakat, sertaperasaan keadilannya sendiri. Hal ini perlu dilakukan oleh seorang ahli hukum karena peraturanperundang-undangan pada dasarnya tidak selalu dapat ditetapkan untuk mengatur semuakejadian yang ada didalam masyarakat. Perundang-undangan hanya dibuat untuk mengatur hal-hal tertentu secara umum saja.b. Seorang ahli hukum senantiasa harus dapat memberikan penjelasan, penambahan, ataumelengkapi peraturan perundang-undangan yang ada, dikaitkan dengan perkembangan yangterjadi di dalam masyarakat. Hal ini perlu dijalankan sebab adakalanya pembuat Undang-undang(wetgever) tertinggal oleh perkembangan perkembangan didalam masyarakat.Penemuan hukum merupakan pembentukan hukum oleh hakim atau aparat hukum lainnya yangditugaskan untuk penerapan peraturan hukum umum pada peristiwa hukum konkrit, jugamerupakan proses konkretisasi atau individualis peraturan hukum (das sollen) yang bersifatumum dengan mengingat akan peristiwa konkrit (das sein) tertentu, jadi dalam penemuan hukumyang penting adalah bagaimana mencarikan atau menemukan hukumnya untuk peristiwa konkritSalah satu fungsi dari hukum ialah sebagai alat untuk melindungi kepentingan manusia atausebagai perlindungan kepentingan manusia. Upaya yang semestinya dilakukan guna melindungikepentingan manusia ialah hukum harus dilaksanakan secara layak. Pelaksanaan hukum sendiridapat berlangsung secara damai, normal tetapi dapat terjadi pula karena pelanggaran hukum.Dalam hal ini hukum yang telah dilanggar tersebut haruslah ditegakkan, dan diharapkan dalampenegakan hukum inilah hukum tersebut menjadikan kenyataan. Dalam hal penegakan hukumtersebut, setiap orang selalu mengharapkan dapat ditetapkannya hukum dalam hal terjadinyaperistiwa kongkrit, dengan kata lain bahwa peristiwa tersebut tidak boleh menyimpang dan harusditetapkan sesuai dengan hukum yang ada (berlaku), yang pada akhirnya nanti kepastian hukumdapat diwujudkan. Tanpa kepastian hukum orang tidak mengetahui apa yang harus diperbuatyang pada akhirnya akan menimbulkan keresahan. Akan tetapi terlalu menitik beratkan padakepastian hukum, terlalu ketat mentaati peraturan hukum akibatnya juga akan kaku serta tidak menutup kemungkinan akan dapat menimbulkan rasa ketidakadilan. Apapun yang terjadi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->