Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Post

Askep Post

Ratings: (0)|Views: 564|Likes:
Published by Dwi Anggraeni

More info:

Published by: Dwi Anggraeni on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/17/2013

pdf

text

original

 
BAB I
 
PEMBAHASAN
 1.
 
A. KONSEP DASAR PENYAKIT
 1.
 
DEFINISI
 Craniopharyngioma adalah Tumor otak yang terletak di area hipotalamus di atas sella tursica.Craniotomy adalah Operasi untuk membuka tengkorak (tempurung kepala) dengan maksuduntuk mengetahui dan memperbaiki kerusakan otak.Trepanasi/ kraniotomi adalah suatu tindakan membuka tulang kepala yang bertujuan mencapaiotak untuk tindakan pembedahan definitif.Epidural Hematoma (EDH) adalah suatu perdarahan yang terjadi di antara tulang dan lapisanduramater.Subdural hematoma (SDH) adalah suatu perdarahan yang terdapat pada rongga diantaralapisanduramater dengan araknoidea.1.
 
b. Ruang lingkup
 Hematoma epidural terletak di luar duramater tetapi di dalam rongga tengkorak dan cirinyaberbentuk bikonveks atau menyerupai lensa cembung. Sering terletak di daerah temporal atautemporoparietal yang disebabkan oleh robeknya arteri meningea media akibat retaknya tulangtengkorak. Gumpalan darah yang terjadi dapat berasal dari pembuluh arteri, namun padasepertiga kasus dapat terjadi akibat perdarahan vena, karena tidak jarang EDH terjadi akibatrobeknya sinus venosus terutama pada regio parieto-oksipital dan fora posterior. Walaupunsecara relatif perdarahan epidural jarang terjadi (0,5% dari seluruh penderita trauma kepala dan 9% dari penderita yang dalam keadaan koma), namun harus dipertimbangkan karena memerlukantindakan diagnostik maupun operatif yang cepat. Perdarahan epidural bila ditolong segera padatahap dini, prognosisnya sangat baik karena kerusakan langsung akibat penekanan gumpalandarah pada jaringan otak tidak berlangsung lama.Pada pasien trauma, adanya trias klinis yaitu penurunan kesadaran, pupil anisokor dengan reflekscahaya menurun dan kontralateral hemiparesis merupakan tanda adanya penekanan brainstemoleh herniasi uncal dimana sebagian besar disebabkan oleh adanya massa extra aksial.3.
 
Indikasi Operasi
 
 
· Penurunan kesadaran tiba-tiba di depan mata· Adanya tanda herniasi/ lateralisasi· Adanya cedera sistemik yang memerlukan operasi emergensi, dimana CTScan Kepala tidak bisa dilakukan.1.
 
d. Etiologi
 Kongenital : Beberapa tumor otak tertentu seperti kraniofaringioma, terutma berasal dari sisa-sisa embrional yang kemudian mengalami pertumbuhan neoplastik.5.
 
Teknik Operasi
 
Positioning
 Letakkan kepala pada tepi meja untuk memudahkan operator. Headup kurang lebih 15 derajat(pasang donat kecil dibawah kepala). Letakkan kepala miring kontralateral lokasi lesi/ hematoma. Ganjal bahu satu sisi saja (pada sisi lesi) misalnya kepala miring ke kanan makaganjal bantal di bahu kiri dan sebaliknya.
Washing
 Cuci lapangan operasi dengan savlon. Tujuan savlon: desinfektan, menghilangkan lemak yangada di kulit kepala sehingga pori-pori terbuka, penetrasi betadine lebih baik. Keringkan dengandoek steril. Pasang doek steril di bawah kepala untuk membatasi kontak dengan meja operasi.
Markering
 Setelah markering periksa kembali apakah lokasi hematomnya sudah benar dengan melihat CTscan. Saat markering perhatikan: garis rambut
 – 
untuk kosmetik, sinus
 – 
untuk menghindariperdarahan, sutura
 – 
untuk mengetahui lokasi, zygoma
 – 
sebagai batas basis cranii, jalannya NVII ( kurang lebih 1/3 depan antara tragus sampai dengan canthus lateralis orbita).
Desinfeksi
 Desinfeksi lapangan operasi dengan betadine. Suntikkan Adrenalin 1:200.000 yang mengandunglidocain 0,5%. Tutup lapangan operasi dengan doek steril.
Operasi
 
 
Incisi lapis demi lapis sedalam galea (setiap 5cm) mulai dari ujung.
 
Pasang haak tajam 2 buah (oleh asisten), tarik ke atas sekitar 60 derajat.
 
 
Buka flap secara tajam pada loose connective tissue. Kompres dengan kasa basah.Di bawahnya diganjal dengan kasa steril supaya pembuluh darah tidak tertekuk (bahayanekrosis pada kulit kepala). Klem pada pangkal flap dan fiksasi pada doek.
 
Buka pericranium dengan diatermi. Kelupas secara hati-hati dengan rasparatorium padadaerah yang akan di burrhole dan gergaji kemudian dan rawat perdarahan.
 
Penentuan lokasi burrhole idealnya pada setiap tepi hematom sesuai gambar CT scan.
 
Lakukan burrhole pertama dengan mata bor tajam (Hudson¶s Brace) kemudiandenganmata bor yang melingkar (Conical boor) bila sudah menembus tabula interna.
 
Boorhole minimal pada 4 tempat sesuai dengan merkering.
 
Perdarahan dari tulang dapat dihentikan dengan bone wax. Tutup lubang boorholedengankapas basah/ wetjes.
 
Buka tulang dengan gigli. Bebaskan dura dari cranium dengan menggunakansonde.Masukan penuntun gigli pada lubang boorhole. Pasang gigli kemudianmasukkan penuntun gigli sampai menembus lubang boorhole di sebelahnya.Lakukan pemotongan dengan gergaji dan asisten memfixir kepala penderita
 
Patahkan tulang kepala dengan flap ke atas menjauhi otak dengan cara tulangdipegangdengan knabel tang dan bagian bawah dilindungi dengan elevator kemudianmiringkanposisi elevator pada saat mematahkan tulang.
 
Setelah nampak hematom epidural, bersihkan tepi-tepi tulang dengan spoelingdansuctioning sedikit demi sedikit. Pedarahan dari tulang dapat dihentikan denganbonewax.
 
Gantung dura (hitch stitch) dengan benang silk 3.0 sedikitnya 4 buah.
 
Evakuasi hematoma dengan spoeling dan suctioning secara gentle. Evaluasidura, perdarahan dari dura dihentikan dengan diatermi. Bila ada perdarahan dari tepibawahtulang yang merembes tambahkan hitch stitch pada daerah tersebut kalauperlutambahkan spongostan di bawah tulang. Bila perdarahan profus dari bawahtulang(berasal dari arteri) tulang boleh di-knabel untuk mencari sumberperdarahan kecualidicurigai berasal dari sinus.
 
Bila ada dura yang robek jahit dura dengan silk 3.0 atau vicryl 3.0 secara simpuldengan jarak kurang dari 5mm. Pastikan sudah tidak ada lagi perdarahandenganspoeling berulang-ulang.
 
Pada
subdural hematoma
setelah dilakukan kraniektomi langkah salanjutnyaadalahmembuka duramater.
 
Sayatan pembukaan dura seyogianya berbentuk tapal kuda (bentuk U) berlawanandengansayatan kulit. Duramater dikait dengan pengait dura, kemudian bagian yangterangkatdisayat dengan pisau sampai terlihat lapisan mengkilat dari arakhnoid. (Bilasampai keluarcairan otak, berarti arachnoid sudah turut tersayat). Masukkan kapas berbuntut melaluilubang sayatan ke bawah duramater di dalam ruang subdural, dansefanjutnya dengankapas ini sebagai pelindung terhadap kemungkinan trauma padalapisan tersebut.
 
Perdarahan dihentikan dengan koagulasi atau pemakaian klip khusus. Koagulasiyangdipakai dengan kekuatan lebih rendah dibandingkan untuk pembuluh darah kulitatausubkutan.
 
Reseksi jaringan otak didahului dengan koagulasi permukaan otak dengan pembuluh-pembuluh darahnya baik arteri maupun vena.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->