Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Pembangunan Pariwisata Yogyakarta Menjadikan Pariwisata Yang Berbasiskan Kebudayaan

Strategi Pembangunan Pariwisata Yogyakarta Menjadikan Pariwisata Yang Berbasiskan Kebudayaan

Ratings: (0)|Views: 484|Likes:
Published by Hendro Pranowo

More info:

Published by: Hendro Pranowo on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2014

pdf

text

original

 
 
Strategi Pembangunan Pariwisata Yogyakarta : Menjadikan Pariwisata yang Berbasiskan KebudayaanPertumbuhan Pariwisata Global
Saat ini pariwisata merupakan satu dari sektor ekonomi yang paling dinamis di banyak negara.Pariwisata menjadi salah satu pemain utama di dalam perdagangan internasional. Saat ini, volume bisnisdari pariwisata sama atau bahkan melampaui bisnis ekspor minyak, komoditas pangan, maupun industriotomotif. Selain itu, pariwisata adalah sumber pemasukan utama dari beberapa negara yang sedangberkembang. Sebagai salah satu industri terbesar atau salah satu sektor ekonomi yang berkontribusitriliunan dolar per tahun terhadap ekonomi global, pariwisata turut membantu menciptakan pekerjaandan kemakmuran, meningkatkan nilai ekspor dan pendapatan dari pajak, serta mendorong investasimodal. Dinamika ini menjadikan pariwisata sebagai poros penggerak utama pertumbuhan ekonomi.Bahkan diperkirakan pariwisata akan dapat menjadi industri terbesar di dunia kedepannya.Tercatat ada 982 juta turis seluruh dunia mengunjungi berbagai belahan dunia pada 2011, atauterdapat kenaikan 4.6% dibandingkan tahun 2010. Kontribusi dari pariwisata internasional mengalamikenaikan 3.8% dari pendapatan ekonomi dunia dan menyentuh 1 triliun US$ untuk pertama kalinya.Pertumbuhan ini tercapai meskipun ada perlambatan pemulihan ekonomi global, perubahan konstelasipolitik di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta terjadinya bencana alam di beberapa tempat di dunia.Dengan ekspetasi pertumbuhan antara 3% hingga 4% di tahun 2012, pariwisata internasional akan dapatmencapai pencapaian utama : 1 milyar turis akan berpergian lintas internasional dalam setahun.
1
 Ada sekitar 260 juta orang dari seluruh dunia yang bekerja dibidang pariwisata, 100 juta darimereka bekerja secara langsung didalam industri pariwisata ini. Secara global, pekerjaan yang berkaitanlangsung dengan industri pariwisata meningkat 8.3% dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010, atausama dengan menciptakan 7 juta tambahan pekerjaan. Tetapi distribusi dari pertumbuhan pekerjaantersebut sangat tidak merata. Dua-pertiga dari pertumbuhan seluruh dunia terjadi di Asia, dimana jumlah pekerjaan dibidang industri pariwisata meningkat hampir 5 juta antara tahun 2000 dan 2010.
2
 
1
World Tourism Organization, 2012,
 Annual Report 2011
, UNWTO, Madrid, hlm. 6
2
World Travel & Tourism Council, 2011,
Travel & Tourism 2011
, WTTC, London, hlm.9
 
 Pariwisata juga merupakan kunci penggerak ekonomi utama di kawasan Asia Pasifik, sertasebagai pencipta lapangan pekerjaan, promosi investasi dan pembangunan. Oleh karena itu, badankerjasama ekonomi Asia Pasifik, APEC, kemudian mendirikan
Tourism Working Group
(TWG) pada tahun1991 untuk membantu perkembangan pembangunan ekonomi di kawasan Asia Pasifik, sertamengenalkan bahwa pariwisata adalah salah satu industri yang tumbuh pesat dan penting bagipembangunan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Kontribusi dari industri pariwisata menyumbang 8.4%dari total 3.22 trilyun US$ produk domestik bruto (GDP) anggota APEC sepanjang 2011.
 APEC Tourism Charter 
disahkan pada
1st Tourism Ministerial Meeting
di Seoul, Korea pada tahun2000. Piagam ini menentukan empat tujuan dan menyetujui proses realisasi tujuan tersebut dengancara membebaskan hambatan-hambatan yang ada, meningkatkan daya saing, membangun kapabilitas,mempromosikan kebijakan positif untuk pembangunan pariwisata, meminimalkan praktik-praktik yangmempunyai dampak negatif terhadap citra pariwisata, serta mengidentifikasi pokok permasalahan yangtimbul yang mempengaruhi terhadap pariwisata. Sedangkan empat tujuan tersebut adalah menghapusrintangan pada bisnis dan investasi dalam bidang pariwisata; Meningkatkan mobilitas turis sertapermintaan barang dan jasa dalam bidang pariwisata di kawasan APEC; Mengatur secara terus meneruspengaruh dan akibat dari pariwisata; serta meningkatkan pengakuan dan pengertian pariwisata sebagaialat pembangunan ekonomi dan sosial.
3
 Pariwisata diidentifikasi sebagai satu dari duabelas prioritas
4
yang akan membantumempercepat integrasi dari negara-negara ASEAN (
 ASEAN Economic Community 
) pada tahun 2015.
 ASEAN Economic Community 
(AEC)
 
dapat menjadi tujuan integrasi ekonomi kawasan pada 2015. AECmempertimbangkan beberapa karakteristik penting : pasar tunggal dan berbasis produksi, kawasan
3
The APEC Tourism Charter, endorsed at the 1st Tourism Ministerial Meeting in Korea in 2000
4
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) telah menyepakati 12 produk prioritas dalam skema AseanEconomic Community (AEC) 2015. Ke-12 sektor prioritas tersebut meliputi: (1) Produk-produk berbasis pertanian(
agro-based goods
); (2) Transportasi udara (
air transport 
); (3) Produk-produk otomotif (
automotive products
);(4) e-Asean termasuk peralatan komunikasi dan telekomunikasi (
e-Asean including ICT equipment 
); (5) Barang-barang elektronik (
electronics goods
); (6) Perikanan (
 fisheries
); (7) Produk-produk kesehatan (
health care products
); (8) Barang berbasis karet (
rubberbased goods
); (9) Tekstil dan pakaian (
textiles and clothing
);(10) Pariwisata (
tourism
); (11) Produk-produk berbasis kayu (
wood-based products
); (12) Logistik (
logistics
).
 
 ekonomi yang berdaya saing tinggi, pertumbuhan kawasan ekonomi yang adil, dan kawasan yangsepenuhnya terintegrasi kedalam ekonomi global. Dan sebagai salah satu sektor prioritas integrasi darinegara-negara ASEAN, pariwisata di kawasan ASEAN tumbuh cukup signifikan. Ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan turis dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 total ada 65 juta kunjungan turis, jumlahini meningkat pada tahun 2010 menjadi 73 juta, dan pada tahun 2011 bertambah menjadi 81 juta orangyang datang mengunjungi kawasan di ASEAN.
5
 Pariwisata di Indonesia menyumbangkan devisa sebesar 7.6 juta US$ pada tahun 2010 ataumeningkat dari 6.2 juta US$ pada tahun 2009. Jumlah devisa dari sektor pariwisata terus mengalamipertumbuhan dari setiap tahunnya. Pada tahun 2006 nilainya mencapai 4.4 juta US$, tahun 2007meningkat menjadi 5.3 juta US$, dan tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi 7.3 juta US$. Terhadap jenis komoditas ekspor lainnya, pada tahun 2010, pariwisata menduduki peringkat empat, sedangkanperingkat satu sampai tiga berturut-turut ditempati oleh minyak dan gas bumi (28 juta US$), minyakkelapa sawit (13.4 juta US$), dan karet olahan (9.3 juta US$).
6
 Pariwisata berperan dalam pembangunan negara pada garis besarnya berintikan tiga segi, yaitusegi ekonomis (sumber devisa, pajak); segi sosial (penciptaan lapangan kerja), dan segi budaya(memperkenalkan kebudayaan kita kepada wisatawan). Ketiga segi tersebut tidak saja berlaku bagiwisatawan-wisatawan mancanegara, tetapi juga untuk wisatawan-wisatawan domestik
7
. Sebagaiindustri, pariwisata mempunyai potensi besar mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.Pariwisata sebagai ilmu merupakan kegiatan
manah
(pikaran dan perasaan) manusia mengenaiberbagai hal atau apa saja, termasuk pariwisata. Suatu gejala yang dipelajari dan dihubung-hubungkandengan gejala lain dalam suatu penelitian pariwisata melahirkan hipotesis, penemuan yang kemudianditerapkan bahwa pariwisata adalah suatu ilmu, yang dalam hal ini dikaitkan dengan perekonomiansuatu masyarakat atau bangsa. Dengan disertai penelitian, data-data statistik, ungkapan, dan penemuanbaru, pariwisata sebagai ilmu tampil kedepan sebagai suatu kehadiran nyata/hidup. Penelitian dilakukan
5
ASEAN Tourism Statistics Database : Tourist arrivals in ASEAN
 
6
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : Rangking Devisa Pariwisata
7
James J. Spillane, 1990,
Ekonomi Pariwisata : Sejarah dan Prospeknya
, Kanisius, Yogyakarta, hlm. 54

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
kadexjus liked this
sayayani liked this
Anggun 'Anggun' liked this
Wahid Din liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->