Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tesis

tesis

Ratings:

4.62

(13)
|Views: 3,927 |Likes:
Published by u_endang

More info:

Published by: u_endang on Feb 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

 
Orang-orang di negeri ini, yang beruntung bisa mengenyam pendidikan, pastilahmengetahui bagaimana kurikulum pendidikan sekolah-sekolah kita. Dalam dasawarsa(sepuluh tahun) terakhir, banyak perubahan baru, atau bahkan hal baru, terutama pascaReformasi. Sejak saya lulus SD (2001), kemudian lulus SMP (2004), sampai akhirnya lulusSMA (2007) dan sekarang jadi mahasiswa di UGM, saya sudah banyak mengalami berbagaimacam kurikulum dan berarti saya adalah pelaku dan ‘produk’ dari semua itu.Ada yang namanya kurikulum
tahun 1994
,
KBK
(Kurikulum Berbasis Kompetensi),
KTSP
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), serta untuk metode pembelajarannya, ada
SCL
(Student Center Learning), dan segera katanya akan ada
STARS
(Student, Teacher,Aestetic, Rulers Sharing). Semua punya tujuan sama: agar kualitas pendidikan di Indonesiameningkat, baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.Yah, yang saya tegaskan di sini adalah: saya bukan guru, bukan pula dosen, yang tahusecara langsung positif/negatifnya kurikulum yang berubah-ubah itu. Yang bisa sayarasakan adalah metode pembelajarannya.Hari-hari baru kuliah saya di UGM banyak hal yang menarik. Betapa sejak awal upacarapenerimaan mahasiswa baru, di universitas, di fakultas, kami diterangkan banyak haltentang metode pembelajaran yang ada di UGM saat ini. Bahkan sampai hari-hari awalkuliah (perkenalan dosen, bahkan jam kosong), dosen-dosen kembali menerangkanmetode-metode pembelajaran itu.Intinya hanya satu: agar siswa/mahasiswa aktif dalam KBM; mahasiswa aktif mencari tahuilmu pengetahuan; dan dosen hanya sebagai pembimbing.Untuk saat ini, mungkin itu masih berupa mimpi-mimpi. Ironis sekali, dosen menjelaskan iniitu ini itu, ealah, yo caranya saja masih dosen oriented. Dosen ngomong panjang lebartentang SCL tad, tapi mahasiswa cuma didiamkan saja, suruh mendengarkan thok, dan jelas, mahasiswa terkantuk-kantuk! Sampai saat ini pun, saya masih kuliah dengan metodeyang tidak jauh berbeda dengan SMA, hanya saja fasilitasnya lebih lengkap.Mungkin memang SDM pengajarnya yang masih kurang siap. Untuk materi, alhamdulillahsudah cukup lengkap, namun cara penyampaiannya itu lho, masih sama saja. Yah, tapiuntuk pengajar yang masih muda, beberapa sudah cukup baik dalam mengajarnya.Lumayan lah.Belum lagi masalah kurikulum pelajar sekolah yang digonta-ganti namanya (padahal isinya juga sama saja!). Justru malah membingungkan siswanya sendiri. Alah, paling hanya akal-akalan pejabat disana untuk jadi proyek-proyek! dan ujung-ujungnya adalah uang proyek!
Sekolah bertaraf Internasional?
 
Ini lebih membingungkan lagi. Mungkin terjebak istilah-istilah ‘keren’. Saya sekolah di SMA1 Jogja, yang mana angkatan saya adalah angkatan pertama kelas bertaraf Internasional.Bahkan sampai mendapat sertifikasi IGCSE dari Cambridge. Yah, sungguh peningkatan yangsangat baik. Tapi itupun perlu dievaluasi kembali, apakah tujuan dari bertaraf internasionaltadi? sekedar mengejar kurikulum? mengejar standar fasilitas? atau hanya mencarisertifikat? Perlu diketahui, bahwa angkatan pertama tersebut, yang kini di luar negeri,hanya 7-9 orang, dari sekitar 30-an siswa kelas Internasional. Yang lain, akhirnya sekolah dilokal-lokal juga, tetap jadi mahasiswa lokal.Kenapa harus pakai kurikulum pendidikan bangsa lain (dalam hal ini Inggris/Amerika)?itulah yang perlu dipertanyakan. Padahal kurikulum nasional saja sudah cukup lengkap danbaik. Ini namanya juga penjajahan! Bagaimana nasib bangsa Indonesia, bahkanpendidikannya pun dijajah? Pendidikan ala barat sedikit-sedikit akan masuk ke otak pelajarbangsa ini! Apa kata dunia?Dan anehnya, malah banyak sekolah-sekolah, yang meniru, dan dengan banggamenyatakan sekolah/kelas Internasional. Padahal guru-gurunya pun masih tidak bisaberbahasa Inggris! Masih untung kalau itu hanya kelas khusus, coba kalau satu sekolahmau ‘distandardkan’?
Sekolah berbasis teknologi informasi?
Ini sebenarnya juga sebuah ‘istilah keren’ untuk menarik siswa saja. Apa sih artinya sekolahberbasis Teknologi Informasi (IT)? Coba dipikir bagaimana cara mengajarnya? pakaikomputer? atau istilahnya, e-learning?Banyak sekolah katanya akan segera menuju era pembelajaran e-learning. Siswa bahkanakhirnya tidak perlu ke sekolah, karena materi pembelajaran bisa diakses di Internet. Hanyaada kelas virtual. Siswa bisa belajar dari rumahnya masing-masing.Tentunya kita menyambut baik teknologi yang bisa membuat hidup lebih praktis. Tapi,apakah itu yang namanya pendidikan? Saya kira itu sangat tidak baik dan saya katakan:berbahaya! Pendidikan di sekolah tidak hanya proses transfer ilmu dari guru ke murid saja.Ada nilai-nilai lebih di sekolah, yaitu pendidikan afektif dan psikomotorik siswa. Disekolahlah siswa dibentuk menjadi manusia, bukan robot! Berinteraksi dengan teman-temannya langsung, berorganisasi dan bersosialisasi, berhubungan dengan orang-orangyang lebih tua dan lebih muda, dsb.Teknologi (komputer, dsb) memang bisa sangat membantu proses transfer ilmu, tapi tidakselamanya itu BENAR. Adakalanya kita masih butuh papan tulis dan kapur! (Whiteboard kaliya?)
 
Teknologi informasi, komputerisasi, dsb, itu hanyalah sarana bantu pendidikan nomor dua,bukan yang utama. Lebih baik yang dikomputerisasi adalah administrasi/manajemenpersekolahannya. Itu pun SDMnya harus benar-benar disiapkan secara matang.
Akhirnya
Hati-hati dengan istilah-istilah keren itu tadi! Tanyakan! Agar kita tidak terjebak dandipermainkan oleh orang-orang yang sok keren itu tadi! Ujung-ujungnya, hanya uang yangakan masuk ke kantong mereka!
Metode active learning digunakan dengan tujuan agar siswa dapat mempelajari setiap topicsecara aktif. Dalam hal ini guru diarahkan menjadi fasilitator. Metode ini akan didukung olehsistem belajar moving class yaitu suatu sistem dimana ruang kelas dibagi menurut sentra-sentraaktivitas yang dapat digunakan oleh siswa secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang sudahditentukan. Kelebihan dari system moving class ini adalah anak dapat belajar lebih bervariasi,memberikan anak untuk bereksplorasi dengan percobaan aktivitas yang dilakukan
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna,sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilahtersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metodepembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) modelpembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapatmemberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kitaterhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatuproses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi,menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1)pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (
student centered approach
) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusatpada guru (
teacher centered approach
).Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalamstrategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003)mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
1.Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran(target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakatyang memerlukannya.2.Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ita Arina liked this
ir Sangadji liked this
Baitz Amr liked this
Ryan Kurniawan liked this
Suherman liked this
Ariev Rifai liked this
rosellah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->