P. 1
Kecemasan proposal skripsi Herry Purwantoro

Kecemasan proposal skripsi Herry Purwantoro

Ratings: (0)|Views: 999 |Likes:
Published by 4rlong

More info:

Published by: 4rlong on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

 
1
I.
 
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Sistem Nasional No. 20 Tahun 2003 Tahun2003 Bab I pasal 1 ayat 1 yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkansuasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
(Sisdiknas, 2010:2)Belajar merupakan kegiatan utama dalam setiap usaha pendidikan.Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi pencapaiantujuan belajar. Fakta menunjukan bahwa banyak sekali bentuk-bentuk perubahan yang diperoleh individu dari hasil belajar, sehingga kualitasperadaban individu juga tergantung pada apa dan bagaimana individu belajar.Namun kadangkala siswa merasakan kondisi yang kurang nyamandalam proses belajar. Ketidaknyamanan tersebut menimbulkan kecemasansehingga siswa menjadi tidak dapat konsentrasi dalam belajar. Kecemasan,kekhawatiran akan ketidak berhasilan merupakan kecendrungan yang dapatmendukung munculnya minat untuk belajar, namun kecemasan yang berlebihakan menjadi sesuatu yang merugikan apabila berada pada batas diluarkewajaran.Individu yang mengalami kecemasan dipengaruhi oleh beberapa hal,diantaranya karena adanya pengalaman negatif perilaku yang yang telahdilakukan, seperti kekhawatiran akan adanya kegagalan. Merasa frustasi dalamsituasi tertentu dan ketidakpastian melakukan sesuatu.Dapat diketahui bahwa kecemasan dipengaruhi oleh beberapa haldiantaranya kekhawatiran akan kegagalan, frustasi pada hasil tindakan yanglalu, evaluasi diri yang negative, perasaan diri yang negatif tentang tentang
 
2
kemampuan yang dimilikinya, dan orientasi diri yang negatif. (Ghufron, M, N& Risnawati S, R. 2010: 144-145).Kecemasan perlu mendapat perhatian dari guru dan pendidik, bahwafaktor lingkungan sosial, tekanan, perlakuan dan sikap guru bisa menjadipemicu munculnya kecemasan. Selanjutnya kecemasan dapat disebabkankarena kondisi aktivitas belajar dikelas yang berlangsung secara tidak baik.Kenyataan ini seringkali dijumpai dalam proses pembelajaran, dimanaperbedaan kemampuan individu yang beragam menjadi penyebab munculnyakecemasan.Kecemasan menjadi salah satu salah satu penghambat dalam belajarapabila sampai mengganggu kenerja fungsi kognitif siswa. Awalnya pemikirantentang kecemasan belajar muncul dari sikap dan perlakuan guru, iklim sekolahyang kurang nyaman, ketidakpercayaan pada kemampuan yang dimiliki, siswamerasa kehilangan makna dan harapan serta muncul bayangan kegagalan.Pemikiran tersebut akhirnya dapat mempengaruhi pandangan pada masa depankarena memprediksi hasil yang buruk. Kondisi ini tidak dapat dipandangsebelah mata, dibutuhkan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat dalamupaya membantu mengatasi kecemasan siswa, karena apabila dibiarkan akanmerugikan siswa secara fisik dan psikologis.Program bimbingan dan konseling disekolah sebagai wadah yangmemfasilitasi kebutuhan psikologis siswa dapat membantu mengatasi masalah-masalah yang dipandang cukup efektif untuk memberi arahan, dorongan danmemberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri atas tugas danpekerjaan yang ia lakukan. Meskipun demikian dalam prakteknya keberadaanlayanan bimbingan dan konseling belum banyak dimanfaatkan siswa.Rendahnya kunjungan siswa keruang bimbingan tidak semata-mata karenafaktor siswa, tetapi didukung pula karena kemampuan professional guru BKyang kurang memadai sehingga dipersepsi siswa sebagai sikap yang kurangsimpati. Hakikatnya didalam proses belajar siswa tidak akan terlepas dari
 
3
interaksi dan komunikasi, antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswadengan lingkungan belajar. Mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diridengan lingkungannya membangun pola interaksi dan komunikasi yangharmonis. Dalam proses pembelajaran guru memberi kontribusi cukup besardalam membentuk kepribadian siswa yaitu dengan memberikan kesempatansebesar-besarnya untuk mengungkapkan pendapat dari siswa itu sendiri agardalam sekolah tidak hanya guru yang aktif tetapi juga siswa dituntut aktif dalamsetiap pembelajaran berlangsung misalnya kegagalan membangun komunikasiakan menimbulkan persepsi yang salah dan akan menambah tingkat kecemasanbelajar siswa. Merebaknya isu kecemasan belajar secara langsungbersinggungan dengan isi kualitas belajar, terutama jika dilihat dari dampak yang ditimbulkannya. Selain berdampak pada aspek kognitif juga pada aspek afektif siswa.Dalam konsep behavioral, perilaku manusia merupakan hasil belajar,sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisibelajar. Pada dasarnya proses konseling merupakan suatu penataan proses ataupengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agarmendapat memecahkan masalahnya. (Surya, M. 2003 : 25). Sepanjang rasacemas tersebut intensitasnya masih berada pada batas kewajaran justru dapatmenjadi pendorong, tetapi apabila kecemasan menjadi berlebihan siswa akanmengalami gangguan yaitu kecemasan menjadi berlebihan siswa akanmengalami gangguan yaitu kekhawatiran, cemas, menjasd tidak rasional apabilaaktivitas dalam kehidupannya terganggu dan menghambat fungsi social dalamdirinya. Karena belajar merupakan proses berpikir yang berhubungan denganinteligensi atau kemampuan seringkali kita beranggapan bahwa faktorinteligensi yang rendah sebagai satu-satunya faktor yang membuat seorangsiswa merasa cemas dalam belajar, padahal faktor-faktor non inteligensi sepertiyang digambarkan diatas tidak sedikit yang menjadi penyebab munculnya rasacemas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->