Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konflik,Stres Dalam Organisasi

Konflik,Stres Dalam Organisasi

Ratings: (0)|Views: 26 |Likes:
Published by Bayu Caroko

More info:

Published by: Bayu Caroko on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
stres, Konflik dan Komunikasi OrganisasiStres, Konflik dan Komunikasi OrganisasiJika kita mendengar kata stres tentunya pikiran kita langsung mangacu pada kondisi seseorangyang sangat mengkhawatirkan . seseorang tersebut pastinya sedang dalam keadaan emosionalyang tidak kondusif, mudah marah, nafsu makan berkurang.Nah kalo masalh stress mnyerangsuatu Organisasi pastinya mencangkup semua anggota-anggota yang terkait di dalamnya.Otomatis adanya penurunan dalam kinerja anggota dan organisasi perlu mengidentifikasi paapenyebab masalah yang mengakitbatkan terjadinya Stres dalam Organisasi.Menurut Heaney dan Van Ryn (1990) menjelaskan bahwa stres okupasional berkaitan denganefek jangka-pendek seperti kecemasan kerja,ketegangan kerja, dan kepuasan kerja, dan efek jangka-panjang seperti depresi, borok, penyakit kardiovaskular dan kematian. Situasi seseorangataupun organisasi sangat berpegaruh pada proses komunikasi yang berlangsung. Apalagiketika kondisi emosi yang labil,dan sulit di tebak oleh lawan bicara sehingga tidak jarang kondisistres seperti ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman.Cara orang berkomunikasi yang stress dapat menimbulkan Stres pada diri mereka dan oranglain,dan Stres dapat memepengaruhi cara orang berkomunikasi, dapat kita buktikan darikomunikasi paralinguistik-nya. Nada suaranya yang Tinggi, volume suara yang besar sepertiorang teriak-teriak. Siapapun dapat mempunyai alasan untuk marah dan pada saat yang samakendali seseorang juga tergantung pada situasi kondisi yang ada.Definisi StresCiri-ciri komunikatif stres jelas terlihat dalam suatu definisi kontemporer mengenai stres. Stresdapat didefinisikan sebagai penderitaan jasmani,mental,atau emosional yang diakibatkaninterpretasi atas suatu peristiwa sebagai suatu ancaman bagi agenda pribadi seorang individu.definisi ini diartikan dalam suatu model pengembangan dan pelepasan stres yang berdasarkanpremis bahwa interpretasi atas suatu peristiwa adalah apa yang menimbulkan baik konsekuensipositif ataupun yang negatif. Peristiwa yang tampaknya menimbulkan interpretasi negatif yangmenjelma menjadi reaksi yang menyakitkan termasuk kematian kerabat dekat,perceraian,kecelakaan, konflik dengan atasan. Dari suatu peristiwa yang memberkain dampak yang negatif dapat menjadi ancaman agenda pribadi individu.Suatu respons stres sangat bergantung bagaimana cara seseorang menginpretasikan suatuperistiwa. Menginpretasikan suatu peristiwa berarti bahwa kita memberikan makna peristiwa itubagi diri sendiri, yaitu respon kita terhadap maslah tersebut. Kalau kita menilai bahwa peristiwatersebut mengancam maka sangat berpotensi menimbulkan reaksi negatif dan menyakitkanyang kita sebut dengan stres.Kita bisa melihat dari konsekuensi negatif yang berpengaruh pada 5 kategori ,yaitu :JasmaniMeliputi perubahan jasmani seperti insomnia,sakit kepala, sakit leher, kejang otot, pola Mensyang tidak teratur, Asma, Impotensi, Rambut rontok berlebihan.EmosionalMencangkup perubahan kepribadian, kejengkelan, kecemasan, depresi, khawatir, frustasi,mudah marah.Mentalkonsentrai lemah, sikap negatif, bicara dengan diri sendiri.RelasionalPerasaan terasing, intoleransi, kesepian, mengecam orang lain.Spiritual
 
Merasa hampa, karaguan, kehilangan pegangan, sinisme, apati, tidak mau memaafkan.Setiap peritiwa ditafsirkan sebagai ancaman yang mungkin bagi tujuan seseorang menghasilkakonsekuensi negatif yang bersifat jasmani,mental,relasional,atau spiritual.Strategi menghindari stres3 bentuk strategi untuk menghindari stres :1. Meminimalkan efek konsekuensi jasmani melalui kelegaan sementaraMisalnya seperti :PelarianMenjauhkan diri atau lari dari peristiwa yang dianggap menimbulkan stresPenenangan instanMisalnya ketika serangan stres datang mulai menenangkan diri lalu tarik nafas panjang,kemudian mulai tersenyum, berdiri tegak,dan lemaskan semua otot.Gerakan badan untuk kesenanganMelakukan latihan jasmani, seperti olahraga, loncat, push-up.2. Memperkuat kemaqmpuan orang untuk mengatasi konsekuensi jasmani berdasarkan basis jangka-panjang, Misalnya seperti :Pemeriksaan kesehatanJika kita sudah tahu awal penyakit efeknya dapat langsung mengabil tindakan untuk mengobati jadi tidak kelewat parah.Nutrisi yang baik
Kurangi makan karbohidrat yang telah dihaluskan , terutama gula putih.
Kurangi mengkonsumsi lemak,termasuk kolesterol
Perbanyaklah makan karbohidrat kompleks,seperti biji-bijian, buah-buahan mentah, sayur-sayuran, buncis, dan kentang.
Hindari sodium yang terlalu banyak, termasuk garam
Minumlah enam hingga delapan gelas air setiap hari
Makan secara teratur.Gerak badan untuk kekuatanGerak badan cenderung menghasilkan tiga konsekuensi dasar yang positif : stamina, atau dayatahan, fleksibilitas, dan kekuatan.Berjalan, berlari,berenang,lompat tali,bersepeda,dan erobik.3. Menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita sehingga kita dapatmenyingkirkan konsekuensi mental,emosional,relasional,dan spiritual yang negative agar kitadapat hidup panjang.Strategi Komunikatif I : PERKUAT HARAPANUnsur paling mendasar dari suatu kedamaian, prestasi dan keberhasilan adalah suatuperasaan yang kita sebut harapan. Harapan adalah melihat, mempersepsikan , danmenginterpretasikan kondisi hidup sedemikian rupa sehingga anda percaya bahwaapa yanganda miliki adalah mungkin untuk anda pegang, miliki atau capai.Berbeda dengan ketiadaan harapan yang bearti mempercayai dan bertindak seakan-akan apayang anda inginkan tidaklah mungkin untuk diperoleh. Ketidak adanya harapan beartimendasari semua kegagalan, kekecewaan, keputusasaan, dan kehilangan. Dengan ketiadaanharapan maka muncullah kekesalan, depresi, ketakutan dan kelambanan.Stress dapat terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari ketika pencapaian suatu harapan yang
 
bersifat pribadi yang benar-benar kita inginkan tampakanya tidak mempunyai harapan. Usahamembuat sesuatu mungkin terjadi adalah Kekuatan nyata untuk menimbulkan harapan dalamhidup seseorang dan dalam menghadapi stress.
Penelitian mengenai “ kemujarapan
-
diri” ( self 
-efficacy ) cenderung mendukung pandanganumum tentang harapan. Ada 4 syarat dasar yang memungkinan terjadinya hal-hal yang kitainginkan :Kita harus mempunyai pikiran yang jelas mengenai apa sesungguhnya yang kita inginkan.Kita harus merasa bahwa kita memiliki energi memadai untuk mendapatkan apa yang kitainginkan.Kita harus merasa bahwa kita memiliki bakat, ketrampilan, dan kemampuan untukmendapatkan apa yang kita inginkan.Kita harus merasa bahwa kita akan mampu mendapatkan apa yang kita inginkan bila kitamenggunakan energi dan menerapkan kemampuan kita terhadap tugas.Kesimpulannya adalah untuk memiliki harapan anda harus yakin bahwa anda ingin mencapaisuatu tujuan tertentu. Anda harus memiliki energi dan bakat untuk mendapatkannya. Kemudiananda harus memperkirakan kemungkinan dan dapat menyimpulkan bahwa tujuan akantercapai. Pada tahap ini anda memiliki harapan.Strategi Komunikatif II : KETERHUBUNGANStrategi berkembang dan tumbuh ketika kita mempunyai perasaan terisolasi dan terpisah dariorang lain. Keterhubungan adalah pengaruh yang memelihara dan secara social mendukungkeluarga, kawan-kawan, tetangga, organisasi komunitas, identifikasi nasional, dan ikatan dunia.Dukungan social adalah salah satu sumber terbesar untuk melepaskan stress. Semakin banyakpenelitian menunjukan bahwa dukungan social dalam bentuk interpersonal ditempat kerjamerupakan pengaruh yang kuat dalam pengurangan stress yang dikarenakan anggota-anggotanya memahami stress yang halus disuatu tempat kerja tertentu dan memberikan cara-cara untuk mengurangi stress dalam konteks interpretative yang sama. Saling kepercayaan juga dibutuhkan dan juga membutuhkan kemampuan untuk meramalkan secara tepat sejauhmana orang lain akan merespon dengan komunikasi yang sportif.Strategi Komunikatif III : KEHATI-HATIAN ( mindfulness)Salah satu strategi komunikatif yang paling impresif untuk mengatasi stes adalah strategikehati-hatian. Kehati-hatian adalah seni menerima kehidupan ketika kehidupan itu datang danmenikmatinya dari saat ke saat. Kehati-hatian mendorong kita untuk hidup seolah-olah setiapsaat itu penting, yang bearti bahwa setiap saat itu penting, yang bearti bahwa setiap saat harusdiperhatikan, dijaga, diterima, dan dihargai.Kehati-hatian diartikulasikan melalui 5 prinsip dasar :
Tanpa usaha Keras (nonstriving), yang bearti membiarkan segala sesuatu terjadi alih-alihmemaksanya untuk terjadi. Kita cenderung mengabaikan kemampuan diri kita sendiri dankekuatan mental yang kita miliki sehingga kita tak dapat mengenal kekuatan-kekuatan dirisendiri, sehingga efek sampingnya tak disengaja dari dedikasi pribadi seseorang, terhadapsuatu upaya yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
Tanpa Penilaian (nonjudging), yang dapat disimpulkan menyaksikan peristiwa kehidupan danmemperhatikan apa yang sebenarnya sedang terjadi, menerima peristiwa apa adanya.
Perspektif terbuka, yang bearti memandang kehidupan dari suatu sudut pandang yang segar,melihat peristiwa dengan cara baru
Kepercayaan Diri (self trust), yang bearti kesediaan untuk mempercayai dan bergantungpada pengalaman kita sendiri sebesar pada pengalaman orang lain. Kepercayaan dirimengisyaratkan memiliki kepercayaan pada kebaikan anda sendiri dan untuk menemukankebaikan pada orang lain dan dialam semesta.
Kesabaran, adalah menunggu dengan bijaksana. Ini menyangkut penderitaan tanpa

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->