Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
1Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Naskah Akademik RUU PEMDA

Naskah Akademik RUU PEMDA

Ratings: (0)|Views: 172|Likes:
Published by Wisanggeni Prabu

More info:

Published by: Wisanggeni Prabu on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/31/2013

pdf

text

original

 
NASKAH AKADEMIK 
RANCANGAN UNDANG-UNDANGTENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
KEMENTERIAN DALAM NEGERIREPUBLIK INDONESIA2011
1
 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Desentralisasi adalah istilah dengan konotasi yang luas. Setiappenyerahan kewenangan dari Pemerintah Pusat dapat tercakupdari pengertian tersebut. Konsep desentralisasi selalu berkaitandengan kewenangan untuk mengatur dan mengurus kekuasaanyang menjadi domain Pemerintah Pusat yang diserahkan kedaerah. Dalam konteks Indonesia, desentralisasi selalu dikaitkanpembentukan daerah otonom atau pemerintahan daerah danpenyerahan urusan pemerintahan dari Pemerintah Pusat kepadapemerintahan daerah sehingga pemerintahan daerah mempunyaikewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahantersebut. Tiada satupun pemerintah dari suatu Negara dengan wilayahyang luas dapat melaksanakan kebijaksanaan dan program-programnya secara efektip dan efisien melalui sistem sentralisasi(Bowman & Hampton, 1983). Dari pandangan ini kita dapatmelihat urgensi dari kebutuhan akan pelimpahan ataupunpenyerahan sebagian kewenangan Pemerintah Pusat baik dalamkonotasi politis maupun administratif kepada organisasi atau unitdiluar Pemerintah Pusat itu sendiri. Apakah pelimpahan ini akanlebih menitik beratkan pada pilihan devolusi, dekonsentrasi,delegasi ataupun bahkan privatisasi, hal tersebut tergantung daripara pengambil keputusan politik di negara yang bersangkutan. Dibanyak negara di dunia keempat bentuk tersebut diterapkan olehPemerintah Pusat, walaupun salah satu bentuk mungkin
2
 
mendapatkan prioritas dibandingkan bentuk-bentuk lainnya(Rondinelli & Cheema, 1983).Secara teoritik terdapat elemen-elemen dasar yang bersifatgenerik dalam institusi pemerintahan daerah. Agar pemerintahdaerah mampu melaksanakan otonominya secara optimal yaitusebagai instrumen menciptakan proses demokratisasi daninstrumen menciptakan kesejahteraan di tingkat lokal, maka kitaharus memahami secara filosofis elemen-elemen dasar yangmembentuk pemerintahan daerah sebagai suatu entitaspemerintahan. Sedikitnya ada 7 elemen dasar yang membangunentitas pemerintahan daerah yaitu:(1) Urusan PemerintahanElemen dasar pertama dari pemerintahan daerah adalah"urusan pemerintahan" yaitu kewenangan daerah untukmengatur dan mengurus urusan pemerintahan yangdiserahkan ke daerah. Desentralisasi pada hakekatnyamembagi urusan pemerintahan antar tingkatan pemerintahan;pusat mengerjakan apa dan daerah mengerjakan apa.(2) KelembagaanElemen dasar yang kedua dari pemerintahan daerah adalahkelembagaan daerah. Kewenangan daerah tidak mungkindapat dilaksanakan kalau tidak diakomodasikan dalamkelembagaan daerah. Untuk konteks Indonesia, ada duakelembagaan penting yang membentuk pemerintahan daerahyaitu: kelembagaan untuk pejabat politik yaitu kelembagaankepala daerah dan DPRD; dan kelembagaan untuk pejabatkarir yang terdiri dari perangkat daerah (dinas, badan, kantor,sekretariat, kecamatan, kelurahan dll).
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->