Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Abses Otak

Askep Abses Otak

Ratings: (0)|Views: 391 |Likes:
Studi kasus
Studi kasus

More info:

Published by: Tonny Mohammad Prihantono on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2014

pdf

text

original

 
13
Asuha
 
n Keperawatan Neurobehavior IASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ABSES OTAK I.KONSEP DASARA.PENGERTIANAbses otak adalah proses infeksi dengan pernanahan yangterlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagaimacam variasi bakteri, fungi dan protozoa.B.ETIOLOGIBerbagai mikroorganisme dapat ditemukan pada abses otak, yaitubakteri, jamur dan parasit.
Bakteri yang tersering adalah Staphylococcus aureus,Streptococcus anaerob, Streptococcus beta hemolyticus,Streptococcus alpha hemolyticus, E. coli dan Baeteroides. Absesoleh Staphylococcus biasanya berkembang dari perjalanan otitismedia atau fraktur kranii. Bila infeksi berasal dari sinusparanasalis penyebabnya adalah Streptococcus aerob dananaerob, Staphylococcus dan Haemophilus influenzae. Absesoleh Streptococcus dan Pneumococcus sering merupakankomplikasi infeksi paru. Abses pada penderita jantung bawaansianotik umumnya oleh Streptococcus anaerob.
 Jamur penyebab abses otak antara lain Nocardia asteroides,Cladosporium trichoides dan spesies Candida dan Aspergillus.
Walaupun jarang, Entamuba histolitica, suatu parasit amubausus dapat menimbulkan abses otak secara hematogen.C.FAKTOR PREDISPOSISI
α
Penyebaran secara hematogen dari infeksi parusistemik( empyema, abses paru, bronkhiektase,pneumonia)
α
Penyakit immunologik (AIDS, pemberian steroid dalam jangkalama)
α
Infeksi pada sinus (paranasalis, ethoidalis, sphenoidalis danmaxilaris)
α
Infeksi pada telinga tengah dan mastoid.
α
 Trauma intracranial atau pembedahan (luka tusuk pada otak)
 By. Mohammad Prihantono
 
 
13
Asuha
 
n Keperawatan Neurobehavior I
α
Penyakit jantung bawaan Tetralogy of FallotD.TANDA DAN GEJALA1.Gejala Infeksi pada umumnya : Demam, malaise, muntahnyeri kepala2.Terjadi peningkatan tekanan intracranial : nyeri kepala hebat,muntah-muntah, penglihatan kabur dan pada pemeriksaanfunduskopi tampak adanya papil edema3.Kejang - kejang4.Gejala fokal yang terlihat pada abses otak Lobus :i.Frontalis mengantuk, tidak ada perhatian, hambatandalam mengambil keputusan, Gangguan intelegensi, kadang-kadang kejangii.Temporalis tidak mampu menyebut objek; tidak mampumembaca, menulis atau, mengerti kata-kata; hemianopia.iii.Parietalis gangguan sensasi posisi dan persepsistereognostik, kejang fokal, hemianopia homonim, disfasia,akalkulia, agrafia. Serebelum sakit kepala suboksipital, leherkaku, gangguan koordinasi, nistagmus, tremor intensional.E.PATOFISIOLOGIFase awal abses otak ditandai dengan edema lokal, hiperemiainfiltrasi leukosit atau melunaknya parenkim. Trombisis sepsis danedema. Beberapa hari atau minggu dari fase awal terjadi prosesliquefaction atau dinding kista berisi pus. Kemudian terjadi ruptur,bila terjadi ruptur maka infeksi akan meluas keseluruh otak dan bisatimbul meningitis.Abses otak dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum darifokus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempatyang jauh, atau secara langsung seperti trauma kepala dan operasikraniotomi. Abses yang terjadi oleh penyebaran hematogen dapatpada setiap bagian otak, tetapi paling sering pada pertemuansubstansia alba dan grisea; sedangkan yang perkontinuitatum
 By. Mohammad Prihantono
 
 
13
Asuha
 
n Keperawatan Neurobehavior Ibiasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobustertentu.Abses otak bersifat soliter atau multipel. Yang multipel biasanyaditemukan pada penyakit jantung bawaan sianotik; adanya shuntkanan ke kiri akan menyebabkan darah sistemik selalu tidak jenuhsehingga sekunder terjadi polisitemia. Polisitemia ini memudahkanterjadinya trombo-emboli. Umumnya lokasi abses pada tempat yangsebelumnya telah mengalami infark akibat trombosis; tempat inimenjadi rentan terhadap bakteremi atau radang ringan. Karenaadanya shunt kanan ke kin maka bakteremi yang biasanyadibersihkan oleh paru-paru sekarang masuk langsung ke dalamsirkulasi sistemik yang kemudian ke daerah infark. Biasanya terjadipada umur lebih dari 2 tahun. Dua pertiga abses otak adalah soliter,hanya sepertiga abses otak adalah multipel. Pada tahap awal Absesotak terjadi reaksi radang yang difus pada jaringan otak denganinfiltrasi lekosit disertai udem, perlunakan dan kongesti jaringanotak, kadang-kadang disertai bintik perdarahan. Setelah beberapahari sampai beberapa minggu terjadi nekrosis dan pencairan padapusat lesi sehingga membentuk suatu rongga abses. Astroglia,fibroblas dan makrofag mengelilingi jaringan yang nekrotik. Mula-mula abses tidak berbatas tegas tetapi lama kelamaan denganfibrosis yang progresif terbentuk kapsul dengan dinding yangkonsentris. Tebal kapsul antara beberapa milimeter sampaibeberapa sentimeter.Abses dalam kapsul substansia alba dapat makin membesar danmeluas ke arah ventrikel sehingga bila terjadi ruptur, dapatmenimbulkan meningitis.Infeksi jaringan fasial, selulitis orbita, sinusitis etmoidalis, amputasimeningoensefalokel nasal dan abses apikal dental dapatmenyebabkan abses otak yang berlokasi pada lobus frontalis. Otitismedia, mastoiditis terutama menyebabkan abses otak lobustemporalis dan serebelum, sedang abses lobus parietalis biasanyaterjadi secara hematogen.F.PATHWAY
 By. Mohammad Prihantono
 
 
Faktor predisposisi; invasi bakteri ke otaklangsung, penyebaran infeksi dari daerahlain, penyebaran infeksi dari organ lainInfeksi/septikemia jaringan otakProses Supurasi darimeningenPeningkatan TIK Penekanan AreafokalHipertermiaPenekanan area pengaturkesadaranKejang dan nyerikepalaPembentukanEksudat dantransudatEdemaserebralPerubahan tingkat kesadaran;letargi; perubahan perilaku;disorientasi dan fotofobia
NyeriResiko tinggiCideraGangguanperfusi jaringanserebral
KomaKematianKesadaran
Intake nutrisitidak adekuat
Pemenuhannutrisi kurangdari kebutuhan
Perubahanpemenuhannutrisi
Koping keluarga tidak efektif Kecemasan keluargaGangguan mobilitasfisik Gangguan persepsisensorik 
Penumpukan secret,kemampuan batukmenurun
Bersihan jalannafas tidak efektif 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->