Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Putusan_sidang_14 PUU 2012-Telah Baca 3 Okt 2012

Putusan_sidang_14 PUU 2012-Telah Baca 3 Okt 2012

Ratings: (0)|Views: 350|Likes:
Published by Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Dec 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
 
PUTUSANNomor 14/PUU-X/2012DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESAMAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
[1.1]
 
Yang mengadili perkara konstitusi pada tingkat pertama dan terakhir,menjatuhkan putusan dalam perkara Pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman terhadap Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang diajukan oleh:
[1.2]
Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan DanPermukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) yang diwakili oleh:
1. Nama :
Ir. Eddy Ganefo, MM
Jabatan : Ketua Umum DPP APERSIAlamat:Gedung Waskita Karya, Jalan Biru LautX/Kav. 10-A, Lantai 1, Cawang, Jakarta2. Nama :
Ir. Anton R. Santoso, MBA
Jabatan : Sekretaris Jenderal DPP APERSIAlamat : Gedung Waskita Karya, Jalan Biru LautX/Kav. 10-A, Lantai 1, Cawang, JakartaDalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanpa tanggal bulan Januari 2012memberi kuasa kepada
Muhammad Joni, S.H., M.H., Ariffani Abdullah, S.H.,Batara Mulia Hasibuan, S.H., Zulhaina Tanamas, S.H., Muhammad Fadli Nst.,S.H., M.H.,
dan
Mieke Mariana Siregar, S.H.,
para advokat dan Konsultan Hukumpada LAW OFFICE JONI & TANAMAS, yang beralamat di Gedung Dana Graha,Suite 301-302, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 12-14, Menteng, Jakarta Pusat,bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa;Selanjutnya disebut sebagai ---------------------------------------------------------
Pemohon
;
[1.3]
Membaca permohonan Pemohon;Mendengar keterangan Pemohon;Mendengar dan membaca keterangan tertulis Pemerintah;
 
 
2Mendengar dan membaca keterangan tertulis Dewan PerwakilanRakyat;Mendengar keterangan para ahli serta para saksi Pemohon danPemerintah;Memeriksa bukti-bukti Pemohon dan Pemerintah;Membaca kesimpulan Pemohon dan Pemerintah.
2. DUDUK PERKARA[2.1]
Menimbang bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan bertanggal24 Januari 2012 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (selanjutnyadisebut Kepaniteraan Mahkamah) pada tanggal 24 Januari 2012 berdasarkanAkta Penerimaan Berkas Permohonan Nomor 39/PAN.MK/2012 dan dicatat dalamBuku Registrasi Perkara Konstitusi dengan Nomor 14/PUU-X/2012 pada tanggal 1Februari 2012, yang telah diperbaiki dan diterima di Kepaniteraan Mahkamah padatanggal 21 Februari 2012, menguraikan hal-hal sebagai berikut:
I. Tentang Latar Belakang Pengajuan Permohonan
Pemohon adalah asosiasi para pelaku usaha pengembang perumahan danpermukiman untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yangsecara faktual dan nyata telah membangun perumahan bagi MBR. Selain itusecara juridis-formil, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 mengakui eksistensidan peran serta masyarakat termasuk pelaku usaha untuk berpartisipasi dalampembangunan perumahan, yang tidak lain adalah hak konstitusional yangdijamin dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, demikian pula merupakan hakasasi manusia (HAM) yang dijamin dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 39Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (”UU 39/1999”).Di sisi lain kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal belum terpenuhi bagiseluruh rakyat Indonesia, karena harganya tidak terjangkau oleh daya beli danpendapatan yang rendah khususnya kelompok MBR, dan kelompok wargamasyarakat miskin. Berdasarkan data BPS yang terakhir, jumlah pendudukmiskin pada bulan September 2011 sebanyak 29,89 juta orang atau 12,36%(vide Badan Pusat Statistik, ”
Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi
”, Edisi20, Januari 2012, hal.101). Ditambah lagi warga hampir miskin yangdiperkirakan berjumlah 27 juta orang.
 
 
3Oleh karena secara juridis formil diamanatkan Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, Pemerintah wajib memenuhi kebutuhan rumahuntuk kelompok MBR, dengan segala bentuk fasilitas dan subsidi yangdisiapkan, maka tentunya tidak semestinya ada hambatan dalam pencapaianpembangunan perumahan bagi kelompok MBR.Di sisi lain,
backlog 
atau defisit perumahan yang tinggi mencapai 13,7 juta, danterus meningkat akumulasi dan eskalasinya dari tahun ke tahun.Ketidakberdayaan dalam memenuhi kebutuhan rumah selama satu dekadeterakhir, dan meningkatnya jumalh rumah tangga yang tidak mempunyai rumah,serta masalah kawasan permukiman kumuh yang berdasarkan data tahun 2009seluas 57.800 hektar, sehingga Kementerian Perumahan Rakyat menilaiIndonesia berada dalam kondisi darurat perumahan sehingga dibutuhkanintervensi pemerintah (vide Bisnis Indonesia, “
Indonesia di kondisi daruratperumahan
”, 13 Desember 2011).Ketidakadilan dalam pembangunan perumahan dikemukakan Zulfie Syarif Koto,mantan pejabat Kementerian Perumahan Rakyat, yang berdasarkan data danfakta menyimpulkan: “…
pembangunan perumahan rakyat hingga dalamperjalanan panjang 65 tahun Indonesia merdeka, ternyata masih lebihbanyak dinikmati oleh masyarakat menengah atas
”. (vide Zulfi Syarif Koto,
Politik Pembangunan Perumahan di Era Reformasi – Siapa MendapatApa?
”, LP3I dan Housing and Urban Development Institute (HUD), Jakarta,2011, hal. 48).Namun dengan adanya Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011yang membuat batasan luas lantai rumah tunggal dan rumah deret minimal 36meter persegi, yang diberlakukan bagi setiap orang dan setiap wilayah secarasama dan tidak berbeda. Norma ini menghambat pemenuhan hak atas rumahsebagai tempat tinggal oleh karena mengakibatkan semakin tingginya hargarumah dan tidak terjangkau daya beli kelompok MBR, termasuk dan terutamasekitar 58 juta penduduk miskin dan hampir miskin di Indonesia.Ketentuan Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 menjadikausal terhambatnya pemenuhan hak konstitusional atas rumah, oleh karena:
Permasalahan utama dan besar saat ini masih sekitar 57 juta pendudukmiskin dan hampir miskin termasuk kelompok MBR yang membutuhkanrumah;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->