Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen No.51 Th 2012 Pengawasan Ketenagakerjaan

Permen No.51 Th 2012 Pengawasan Ketenagakerjaan

Ratings: (0)|Views: 21 |Likes:
Published by Yediel Maruhawa

More info:

Published by: Yediel Maruhawa on Dec 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
 
SALINAN
 
PERATURAN BERSAMAMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIADANMENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIANOMOR : 14 TAHUN 2012NOMOR : 51 TAHUN 2012 TENTANGOPTIMALISASI PENGAWASAN KETENAGAKERJAANDI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTADENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIADANMENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a.
 
bahwa pengawasan ketenagakerjaan merupakan fungsinegara guna mengawasi dan menegakkan peraturanperundang-undangan di bidang ketenagakerjaan untukmewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat;b.
 
bahwa pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan masihmengalami hambatan antara lain di beberapa PemerintahProvinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota belum tersedia unitkerja pengawasan ketenagakerjaan, penempatan pengawasketenagakerjaan diluar unit pengawasan ketenagakerjaan danketerbatasan sarana dan prasarana;c.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a dan huruf b, perlu dilakukan optimalisasipengawasan ketenagakerjaan melalui Peraturan BersamaMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesiadan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentangOptimalisasi Pengawasan Ketenagakerjaan di Provinsi danKabupaten/Kota;Mengingat : 1.
 
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang PernyataanBerlakunya Undang-Undang Pengawasan Perburuhan Tahun1948 Nomor 23 dari Republik Indonesia untuk seluruhIndonesia (Lembaran Negara Nomor 4 Tahun 1951);2.
 
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang KeselamatanKerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 2918);
 
-2-3.
 
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentangKetenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4279);4.
 
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pengesahan
ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce 
(Konvensi ILO No. 81 mengenai PengawasanKetenagakerjaan dalam Industri dan Perdagangan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 91);5.
 
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir denganUndang-Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang PerubahanKedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4848);6.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah,Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah DaerahKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4737);7.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang SatuanKerja Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4741);8.
 
Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2010 tentangPengawasan Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2010 Nomor 27, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5109);9.
 
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RepublikIndonesia Nomor PER. 02/MEN/I/2011 tentang PembinaanKoordinasi Pelaksanaan Pengawasan Ketenagakerjaan;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN BERSAMA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI DALAMNEGERI REPUBLIK INDONESIA TENTANG OPTIMALISASIPENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI DANKABUPATEN/KOTA.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Bersama Menteri ini yang dimaksud dengan:1.
 
Pengawasan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkanpelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.
 
-3-2.
 
Unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada instansi yang lingkup tugas dantanggung jawabnya di bidang ketenagakerjaan pada Pemerintah Pusat adalahunit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada kementerian yang menanganiurusan di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan.3.
 
Unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada instansi yang lingkup tugas dantanggung jawabnya di bidang ketenagakerjaan pada Pemerintah Provinsi adalahunit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada Satuan Kerja Perangkat DaerahProvinsi yang menangani urusan di bidang ketenagakerjaan sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan.4.
 
Unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada instansi yang lingkup tugas dantanggung jawabnya di bidang ketenagakerjaan pada PemerintahKabupaten/Kota adalah unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada SatuanKerja Perangkat Daerah Kabupaten/ Kota yang menangani urusan di bidangketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.5.
 
Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, yang selanjutnya disebut PengawasKetenagakerjaan, adalah Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk oleh Menteri TenagaKerja dan Transmigrasi dan diangkat dalam jabatan fungsional PengawasKetenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.BAB II
 
PENGAWASAN KETENAGAKERJAANPasal 2Pengawasan ketenagakerjaan dilakukan dalam satu kesatuan sistem pengawasanketenagakerjaan yang terpadu, terkoordinasi, dan terintegrasi yang terdiri dari unitkerja pengawasan ketenagakerjaan, pengawas ketenagakerjaan, dan tata carapengawasan ketenagakerjaan.Pasal 3Pengawasan ketenagakerjaan dilaksanakan oleh pengawas ketenagakerjaan sesuaiperaturan perundang-undangan.Pasal 4(1)
 
Dalam penyelenggaraan Pengawasan Ketenagakerjaan Pemerintah Provinsi danKabupaten/Kota memfasilitasi penguatan unit kerja pengawasanketenagakerjaan.(2)
 
Fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya meliputipenyediaan:a.
 
Pengawas Ketenagakerjaan;b.
 
tenaga administrasi pengawasan ketenagakerjaan; danc.
 
pembiayaan, sarana dan prasarana.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->