• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Menata Kepribadian Anak 11/06/2007 - 14:05:23 | Read
345
Time(s)
"" KEPRIBADIAN dalam diri individu, baik ataupun buruk, dibentuk oleh beberapa factor. Menurut  Roucek dan Warren, ... "" 
KEPRIBADIAN dalam diri individu, baik ataupun buruk, dibentuk oleh beberapa factor. MenurutRoucek dan Warren, sosiolog Amerika, ada tiga faktor manpengaruhi pembentukan kepribadianseorang individu, yaitu faktor biologis/fisik, psikologi/kejiwaan, dan sosiologi/lingkungan.Faktor biologi s/fisik adalah suatu faktor yang timbul secara lahiriah di dalam diri seorang individu.Contoh, seseorang yang dilahirkan dengan cacat fisik atau penampilannya kurang ideal, pasti ia akanrendah diri, pemalu, sukar bergaul, dan sifat minder lainnya. Ataupun sebaliknya.Menurutg ssosiolog itu, faktor psikologi/ejiwaan, adalah suatu factor yang membentuk suatukepribadian yang ditunjang dari berbagai watak, seperti, pemarah, pemalu, agresif, dan lain-lain.Contoh, temperamen pemarah jika dipaksa atau didesak untuk melakukan sasuatu yang tidak ia sukai,maka akan memuncak amarahnya.Faktor sosiologi/lingkungan, adalah suatu faktor yang membentuk kepribadian seorang individu sesuaidengan kenyataan yang nampak pada kehidupan kelompok atau lingkungan masyarakat sekitarnyatempat ia berpijak. Contoh, seseorang yang lahir di lingkungan yang penuh solidaritas, pasti orangtersebut akan mempunyai kepribadian solider atau sikap pengertian terhadap sesama.Ada pepatah mengatakan, “Jika kita hidup di kehidupan yang nyata dan jika menyelaminya pasti akanterbawa arus”. Jadi, jika seseorang hidup dalam beberapa factor pendukung pembentukan kepribadiantersebut, baik faktor tersebut memenuhi syarat maupun tidak, pasti sangat berdampak padaterbentuknya kepribadian individu tersebut. 
Lingkungan Pertama Utama
Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tua, saudara-saudara, serta mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. Melalui lingkungan pertama, anak mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan sehari-hari.Agar proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian anak menjadi baik, lingkungan pertama,khususnya orang tua, harus mengusahakan agar anak-anaknya selalu dekat dengan orang tua;memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar, sehingga jiwa anak tidak merasa tertekan;mendorong anak agar dapat membedakan yang benar dan salah, yang baik dan buruk, yang pantas dantidak pantas; memperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahanatau kekeliruanBerhati-hatilah dalam membimbing anak. Sebab, apabila terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-halitu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu mendalam.Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya, karena terlalusibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan gagasannya kepada anak dengan ancaman sanksi,sehingga akan dirasakan oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya
Teman Bermain
Dalam lingkungan bermain, seorang anak belajar berinteraksi dengan orangorang yang sebaya. Pada
 
tahap ini anak mempelajari aturan-aturan yang mengatur orang-orang yang kedudukannya sederajat.Dalam kelompok teman bermain ini anak mulai mempelajari nilai-nilai keadilan. Pada usia remaja,kelompok sepermainan itu berkembang menjadi persahabatan yang luas. Perkembangan itu, antaralain, disebabkan oleh remaja yang bertambah luas ruang lingkup pergaulannya, baik di sekolah maupundi luar sekolah.Peranan positif dari kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian remaja adalah merekamerasa aman dan merasa dianggap penting dalam kelompok persahabatan; dapat tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan; mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut,khawatir, tertekan, gembira, dsb, yang mungkin tidak didapatkan di rumah.Selain itu, mereka dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial yang berguna bagikehidupan kelak; dan dapat bersikap dewasa karena pada umumnya kelompok ini mempunyai pola perilaku dan kaidah-kaidah tertentu.Disamping peranan positif, ada pula kemungkinan timbulnya peranan negatif. Misal, melalui kelompok  persahabatan yang dinamakan geng. Geng adalah kelompok sosial yang mempunyai kegemaran berkelahi atau membuat keributan. Bahkan tak jarang mereka terbuai oleh minuman keras dan obatterlarang. Kemungkinan terjadinya peran negatf senantasa harus ducegah, baik dari orang tua, guru dansiapa saja yang merasa bertanggung jawab atas masa depan yang baik dan benar bagi para remaja.
Sosialisasi Sekolah
Sekolah adalah tempat anak mempelajari hal-hal yang baru dan mulai membentuk suatu kepribadian pada diri mereka. Di sekolah, seorang siswa akan mendapatkan pengajaran dan keterampilan yang bersifat positif. Tetapi, lingkungan sekolah yang kurang baik justru akan dapat mempersubur proses pengembangan kepribadian anak yang bersifat negatif.Tidak semua sekolah memiliki kemampuan untuk melaksanakan proses pembekalan dalam anak didiknya dengan baik. Karenanya, selain guru, dalam proses pendidikan peran orang tua sangat besar.Mereka dapat mempengaruhi dan membentuk pola kepribadian anak yang mandiri serta dapatmemberikan motivasi dan dorongan dalam meraih keberhasilan.Kepribadian seorang anak akan mulai terbentuk permanen setelah mereka memasuki usia remaja diumur 17 tahun. Pada umur itu biasanya mereka akan mulai mempunyai sikap tertentu. Selainkepribadian mulai terbentuk, mereka mulai memiliki jiwa berani. Misalnya, mulai berani memberikankritik apabila menemui keadaan yang kurang memuaskan pada diri mereka. Dan mereka mulaimenyukai lawan jenis mereka.Sebagai tambahan, fungsi pendidikan sekolah sebagai media pembentukan kepribadian, antara lainmengembangkan potensi anak untuk mengenal kemampuan dan bakatnya; melestarikan kebudayaandengan cara mewariskanya dari generasi ke generasi; merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran keterampilan berbicara; memperkaya kehidupan dengan menciptakan cakrawala intelektual;menciptakan warga negara yang mencintai tanah air, menunjang integritasi antarsuku dan antarbudaya;mengadakan hiburan umum.
Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang sangat besar pada pembentukan kepribadian seseorang.Pengaruh dari lingkungan kerja tersebut pada umumnya mengendap dalam diri seseorang dan sukar sekali untuk diubah. Apalagi yang bersangkutan lama bekerja di lingkungan tersebut. Seseorang lama
 
 bekerja di lingkungan kerja tertentu kemudian pindah kerja di lingkungan yang baru, maka dia akanmengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru tersebut.Lingkungan kerja tertentu sering kali menimbulkan konflik batin, yakni mana yang harus diutamakanantara nilai kedinasan dengan nilai karir yang tidak selalu identik. Proses kepribadian di dalam pekerjaan berjalan secara formal. Pekerjaan formal mempersiapkan seseorang untuk menguasai peran- peran baru di kemudian hari, saat seseorang tak lagi tergantung pada orang tuanya.Fungsi pekerjaan sebagai media kepribadian adalah penguasaan diri dari proses melatih penguasaanemosional; memahami, mengerti dan menjalankan nilai-nilai yang diantaranya nilai kerja sama,kemanusiaan, nilai etis dan estetis, sehingga mampu menjalankan tugas dalam hidup bekerja.
Penulis:
wartaplus
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...